• tituitcom 20.09 pada 9 August 2012 Permalink  

    Sikap Toleransi dalam Beragama

    Sikap Toleransi dalam Beragama

    Dalam hidup, manusia memang tidak bisa sendiri. Hampir semua apa yang dilakukannya akan selalu bersiggungan dengan manusia yang lainnya. Dan di Indonesia, karena terdapat bermacam-macam agama dan kepercaya maka sikap toleransi dalam beragama pun menjadi penting untuk dilakukan. Namun sebenarnya bagaimana sih Islam memandang toleransi dalam beragama ini?
    Dalam bahasa arab, toleransi berarti konsep untuk menggambarkan sikap saling menghormati dan saling bekerjasama di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda baik secara etnis, bahasa, budaya, politik, maupun agama. Nabi Muhammad pun bahkan mengajarkan tolerasi dalam beragama inipun dengan sangat jelas.
    Beliau tidak pernah memusuhi pemeluk agama lain di sekitarnya, bahkan banyak pemeluk agama lain yang kemudian memeluk Islam karena tersentuh dengan kebaikan hati nabi.
    Pemaksaan kehendak dalam memeluk agama pun jelas tidak dianut dalam Islam, “Bagi kalian agama kalian, dan bagi kami agama kami” merupakan ayat yang menggambarkan secara jelas bahwa Islam sangat menghargai perbedaan. Bahkan konsep toleransi dalam agama Islam tidak hanya wajib diterapkan pada umat manusia saja, melainkan juga pada seluruh makhluk di alam semesta ini termasuk alam itu sendiri.
    Di satu bagian dalam Al-quran, Allah SWT mengingatkan pada umatnya yang artinya: “Sesungguhnya ini adalah umatmu semua (wahai para rasul), yaitu umat yang tunggal, dan aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah olehmu sekalian akan Daku (saja). Dari ayat ini, bisa dilihat bahwasanya manusia itu sejatinya adalah makhluk tunggal atau sama.
    Tetapi kemudian dalam kehidupannya dia bersosialisasi dengan kelompok-kelompok yang memiliki keyakinan masing-masing. Inilah yang membuat kemudian membawa pada perbedaaan. Agama islam pun memahami perbedaan ini sebagai suatu yang manusiawi tetapi tetap menegaskan bahwa selalu ada yang benar diantara yang bathil.
    Toleransi dalam islam juga dianjurkan dalam hal melindungi dan saling tolong-menolong. Tentu kita masih ingat cerita para sahabat nabi yang sedang melakukan perang. Dalam keadaan separah apapun, ketika menjumpai anak-anak dan wanita meskipun mereka beragama lain, nabi menganjurkan utuk melindungi dan menolongnya.
    Nabi selalu mengingatkan pada umatnya agar tidak pernah mempersoalkan perbedaan keyakinan.
    Bahkan sejumlah hadist menyatakan bahwa hal itu jika dilakukan sama halnya melibatkan Tuhan. Hadist lain juga ada yang menyatakan dengan keras bahwa Siapa yang membongkar aib orang lain di dunia ini, maka Allah SWT (nanti) pasti akan membongkar aibnya di hari pembalasan. Begitulah islam memandang toleransi sebagai sesuatu yang sangat penting dilakukan.
    Nabi pun selalu berbuat baik pada orang-orang yang berbeda keyakinan, dan baliau tidak pernah mmiliki dendan pada mereka meskipun mereka banyak yang melakukan penghinaan secara terang-terangan, bahkan ada yang sampai meludahi nabi setiap kali nabi pergi ke masjid meleati depan rumahnya.
    Namun nabi tidak pernah sakit hati apalagi mendendam, hingga pada suatu saat orang itu sakit dan tak ada seorangpun yang menengoknya, maka nabi lah yang pertama kali dating ke rumahnya.
    Photo credit by : YasirNisar @flickr.com
     Sikap Toleransi dalam Beragama

    About these ads
     
c
Compose new post
j
Postingan berikutnya/Komentar berikutnya
k
Postingan sebelumnya/Komentar sebelumnya
r
Balas
e
Edit
o
Tampilkan/Sembunyikan komentar
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: