penyedia jasa penukaran uang baru di jalan-jalan semakin marak.

KUDUS, suaramerdeka.com – Meskipun lebaran masih jauh, namun sejumlah penyedia jasa penukaran uang baru di jalan-jalan semakin marak. Seperti yang terlihat di Alun-alun Kudus dan Jalan Sunan Kudus. Mereka menawarkan pecahan uang baru Rp 1.000 hingga Rp 20.000 dengan imbalan sekitar 10 persen dari nilai uang yang ditukar.
Nardi, salah satu penyedia jasa penukaran di Alun-alun Kudus mengaku membawa stok sekitar Rp 3 juta per hari. Uang baru yang ditukarkan dari Bank Indonesia beberapa waktu lalu itu dijajakkan mulai pukul 08.00-17.00 WIB. Tiap harinya, rata-rata dia bisa menukarkan sekitar Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000.
“Sekarang masih sepi, kadang-kadang malah tekor karena setiap hari saya pulang ke Semarang. Perkiraan ramainya nanti kalau satu minggu sebelum lebaran,” katanya.
Pria yang sudah menjajakkan jasa penukaran uang sejak tiga hari sebelum puasa ini mengaku hanya menjalani profesi ini saat bulan puasa. Ini karena pekerjaannya sebagai tukang mie kocok harus tinggalkan saat puasa tiba.
Rohman, penyedia jasa penukaran uang lainnya mengaku telah menjalani profesi ini sejak lima tahun yang lalu. Keuntungan yang cukup besar dari profesinya ini membuat ini menjalankannya setia tahun. Keuntungan yang diperolehnya berkisar antara 5-10 persen.
Dalam sehari, hasil yang didapat tidaklah pasti. Bisa jadi sehari hanya mampu menukarkan Rp 100.000. Tetapi jika kondisi ramai bisa menukar hingga Rp 5.000.000 per hari.
Disinggung dengan banyaknya Bank yang melayani penukaran uang, Rohman mengaku tidak jadi kendala. “Tukar di bank harus satu bendel dan antrenya lama, makanya banyak yang milih tukar di sini,” pungkasnya.