Sang penemu Linux, Linus Torvalds, menyambut baik tablet besutan Google dan Asus yang diberi nama Nexus 7

AP

Linus Torvalds, penemu sistem operasi Linux

KOMPAS.com Sang penemu Linux, Linus Torvalds, menyambut baik tablet besutan Google dan Asus yang diberi nama Nexus 7. Torvalds mengulas Nexus 7 dan mempublikasikan di akun Google+ miliknya. Sejauh ini, Torvalds menilai tablet yang dijual 199 dollar AS tersebut sangat positif.

Ia setuju dengan keputusan Google dan Asus yang tidak menyertai kamera belakang pada Nexus 7, karena sesuai dengan harganya yang relatif murah. Jika Nexus 7 dipaksakan memakai kamera belakang, dan tetap dibanderol dengan harga murah, ia memprediksi aplikasi kamera tersebut akan “cukup buruk”.

Torvalds memuji Android 4.1 alias Jelly Bean, yang hadir dengan performa grafis lebih mulus dan beberapa perbaikan kecil, seperti widget yang ukurannya dapat diatur.

Ia lebih menyukai tampilan sistem operasi Android yang polos. Torvalds tidak suka tampilan Android yang telah dimodifikasi oleh para produsen. Seperti Samsung dengan TouchWiz, HTC dengan Sense, dan Motorola dengan Motoblur. Kostumisasi tampilan ini dilakukan demi diferensiasi antar produk.

“Saya pikir, tablet berukuran 10 inci itu terlalu besar. Ukuran 8.9 lebih baik. Tapi 7 inci jauh lebih baik,” tulis Torvalds.

Kesimpulannya, lelaki kelahiran 28 Desember 1969, ini mengatakan Nexus 7 punya desain yang solid.

“Jika Anda tidak menyukai tablet (atau Android), saya pikir Nexus 7 akan mengubah pikiran Anda,” tambahnya. Dengan harga yang murah dan produk yang berkualitas, Torvalds menilai hal ini akan mendorong konsumen untuk membelinya.

Sumber :
Editor :
Wicaksono Surya Hidayat