Pengolahan limbah cair tahu

 Pengolahan  limbah  cair  tahu  dengan  ABR  menunjukkan  bahwa degradasi bahan organik dapat mencapai 91,78 %, sehingga COD keluaran ABR  berkisar  antara  400-700  mg/L  (Wagiman,  2003).

Pengolahan  limbah  cair  tahu  dengan  ABR  menunjukkan  bahwa
degradasi bahan organik dapat mencapai 91,78 %, sehingga COD keluaran
ABR  berkisar  antara  400-700  mg/L  (Wagiman,  2003).  Oleh  karena  itu
perlu  dicari  alternatif  lain  yang  lebih  baik  dalam  pengolahan  limbah  cair
tahu ini.
UASB  sebagai  salah  satu  digester  anaerobik  telah  banyak  dikenal
dan  diaplikasikan  di  berbagai  belahan  dunia  sejak  Lettinga
memperkenalkannya  di  Belanda  pada  tahun  1970-an.  Marchaim  (1992)
menyatakan  bahwa  UASB  merupakan  konfigurasi  reaktor  penanganan
limbah  cair  domestik  yang  paling  banyak  dipelajari.  Sistem  ini  telah
beroperasi  dengan bagus  dan mampu menghasilkan effluen bermutu  baik. 
Penggunaan teknik UASB pada pengolahan  limbah semakin diminati karena
biaya  operasi  rendah,  dapat  menangani  bahan  cemaran  tinggi,  dan  tidak
butuh tempat luas.
  Pengolahan  limbah  cair  organik  secara  anaerobik  mampu
menghasilkan biogas yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi. Oleh
karena  itu  perlu  dilakukan  penelitian  tentang  banyaknya  produksi  biogas
yang  dihasilkan  dari  pengolahan  limbah  cair  tahu  secara  anaerobik. Data
yang  diperoleh  dapat  digunakan  sebagai  acuan  dalam  perancangan
penampung  biogas  sesuai  dengan  kapasitas  limbah  yang  diolah  dan
pemanfaatannya.

Iklan