Proses Pembuatan Tahu

 Dasar  pembuatan  tahu  adalah melarutkan  protein  yang  terkandung dalam kedelai dengan menggunakan air sebagai pelarutnya. Setelah protein tersebut  larut, diusahakan untuk diendapkan kembali dengan penambahan bahan  pengendap  sampai  terbentuk  gumpalan-gumpalan  protein  yang  akan menjadi tahu

Dasar  pembuatan  tahu  adalah melarutkan  protein  yang  terkandung
dalam kedelai dengan menggunakan air sebagai pelarutnya. Setelah protein
tersebut  larut, diusahakan untuk diendapkan kembali dengan penambahan
bahan  pengendap  sampai  terbentuk  gumpalan-gumpalan  protein  yang  akan
menjadi tahu (Menristek, 2005).
Selain  memiliki  kelebihan,  tahu  juga  mempunyai  kelemahan,  yaitu
kandungan  airnya  yang  tinggi  sehingga  mudah  rusak  karena  mudah
ditumbuhi  mikroba.  Untuk  memperpanjang  masa  simpan,  kebanyakan
industri  tahu  yang  ada  di  Indonesia  menambahkan  pengawet.  Banyak
pengusaha nakal menambahkan formalin dan  pewarna methanyl yellow yang
merupakan  bahan  tambahan  pangan  (BTP)  yang  dilarang  penggunaannya
dalam  makanan  menurut  peraturan  Menteri  Kesehatan  (Menkes)  Nomor
1168/Menkes/PER/X/1999 (Mudjajanto, 2005).
Dalam pembuatan tahu diperlukan bahan  antara  lain  : kedelai 5 kg,
air  secukupnya,  dan  batu  tahu  1  gram.  Sedangkan  alat  yang  diperlukan
antara lain : ember besar, tampah (nyiru), kain saring atau kain blancu, kain
pengaduk,  cetakan,  keranjang,  rak  bambu,  tungku  atau  kompor,  dan  alat
penghancur (alu)
Adapun cara pembuatannya adalah sebagai berikut (Menristek, 2005) :
1.  Pilih kedelai yang bersih, kemudian dicuci;
1. Rendam dalam air bersih selama sekitar 8 jam (paling sedikit 3 liter air
untuk 1 kg kedelai). Kedelai akan mengembang jika direndam;
2. Cuci berkali-kali kedelai yang telah direndam. Apabila kurang bersih
maka tahu yang dihasilkan akan cepat menjadi asam;
3. Tumbuk kedelai dan tambahkan air hangat sedikit demi sedikit hingga
berbentuk bubur;
4. Masak bubur tersebut, jangan sampai mengental pada suhu 70 0 ~ 80
OC (ditandai dengan adanya gelembung-gelembung kecil);
5. Saring bubur kedelai dan endapkan airnya dengan menggunakan batu
tahu (Kalsium Sulfat = CaSO4) sebanyak 1 gram atau 3 ml asam cuka
untuk 1 liter sari kedelai, sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan-
lahan.
6. Cetak dan pres endapan tersebut.