Keuntungan Serta Kelemahan Pengolahan Secara Anaerob

 pengolahan  limbah  secara  anaerob  mempunyai  keuntungan  sebagai berikut :

Sardjoko  (1991)  dalam  Hasan  (2004)  menyatakan  bahwa
pengolahan  limbah  secara  anaerob  mempunyai  keuntungan  sebagai
berikut :
1. menghasilkan lumpur yang secara biologi sangat stabil
2. memerlukan sedikit unsur hara karena menghasilkan sedikit jaringan
sel
3. tidak memerlukan energi untuk aerasi
4. menghasilkan  gas metan  sebagai  produk  akhir  yang mempunyai  nilai
ekonomis 
5. lumpur anaerob dapat disimpan tanpa pemberian zat makanan
Sedangkan kelemahannya adalah :
1. agak peka terhadap kehadiran senyawa tertentu, seperti CHCl3, CCl4,
dan CN
2. diperlukan  waktu  start  up  yang  relatif  lama  sebagai  akibat
pertumbuhan anaerob yang sangat lambat
3. pada  dasarnya  merupakan  proses  pengolahan  awal  sehingga
memerlukan pengolahan lanjutan untuk bisa dibuang
 Penanganan  secara  anaerobik  hanya  menurunkan  sebagian
kandungan  bahan  organik  dan  dalam  banyak  kasus  diikuti  dengan
penanganan aerobik (Mahida, 1984).  
Indriyati  (2005)  menyatakan  bahwa  kemampuan  pertumbuhan
bakteri metan sangat rendah, membutuhkan waktu dua sampai lima hari
untuk penggandaannya,  sehingga membutuhkan  reaktor  yang bervolume
cukup besar.
 Lamanya waktu pertumbuhan mikrobia mengakibatkan waktu start
up menjadi lama. Hal ini bisa diatasi dengan penambahan bahan pengurai
limbah  organik.  Bahan  pengurai  limbah  organik  tersebut  antara  lain
Starbio Plus, Bio Fund, EMMA, EM-4, Decomic  (UMM, 2006), Bio2000
serta  Starbio-CC  yang  terbukti  mampu  menguraikan  limbah  secara
cepat, praktis dan mudah (Yusri, 2004).