HP, SEBUAH ANUGERAH ILAHI

HP, SEBUAH ANUGERAH ILAHI
Saudaraku, sesungguhnya nikmat Alloh kepada hamba-Nya banyak sekali, di sepanjang zaman dan tempat. Alloh berfirman:
وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
Dan jika kamu menghitung nikmat Alloh, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Alloh). (QS. Ibrahim [14]; 34)
Di antara nikmat tersebut adalah ditemukannya alat-alat elektronik modern seperti telepon dan HP yang sangat besar manfaatnya dalam mempermudah urusan manusia di dunia. Oleh karenanya, hendaknya kita beradab dengan adab-adab penggunaannya1dan pandai-pandai mensyukurinya dengan cara menggunakannya dalam kebaikan seperti dakwah, bakti kepada orang tua, menyambung silaturrohim, dan lain-lain; bukan malah sebaliknya, menggunakan HP untuk bermaksiat kepada Alloh seperti menyetel musik dan nyanyian, pacaran, menyebarkan fitnah dan kedustaan, dan sebagainya.
Alat kecil dan unik ini pada saat sekarang bak jamur di musim hujan yang dikonsumsi oleh hampir semua lapisan masyarakat baik miskin atau kaya, kecil atau dewasa, pria atau wanita, pelajar atau orang biasa.
Namun, seiring dengan beredarnya HP ini, muncul juga segudang masalah dan pertanyaan yang mencuat berkaitan dengan HP, ada yang bertanya tentang hukum nada musiknya, ada yang bertanya tentang hukum foto kameranya,2 ada yang bertanya tentang hukum membawa HP yang berisi program al-Qur’an ke WC,3 ada yang bertanya tentang hukum menggunakan nada lantunan ayat al-Qur’an dan adzan sebagai nada panggil dan tunggu,4 dan seabrek masalah lainnya yang banyak sekali.
Di antaranya sekian banyak persoalan tersebut, yang menjadi inti pembahasan kita di sini yaitu hukum seorang yang sedang sholat mematikan nada dering HP yang dapat mengganggu kekhusyukan sholat, apakah hal ini termasuk gerakan yang diperbolehkan ataukah tidak?! Anda ingin tahu jawabannya? Ikutilah pembahasan selanjutnya!



1.     Lihat adab-adab telepon dan HP secara bagus dalam risalah Adabul Hathif karya Syaikh Bakr Abu Zaid.
2.     Lihat Shina’ah Shuroh Bil Yad hlm. 53-58 karya Dr. Abdulloh ath-Thoyyar.
3.     Lihat Fiqhu Nawazil: 2/36 karya Dr. Muhammad al-Jizani.
4.     Lihat Adabul Hathifhlm. 20-21 karya Syaikh Bakr Abu Zaid.
 DERING HP KETIKA SHOLAT   Ustadz  Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi