MACAM-MACAM GERAKAN DALAM SHOLAT

MACAM-MACAM GERAKAN DALAM SHOLAT
 Sebelum memasuki pembahasan, perkenanlah kami memaparkan terlebih dahulu pembagian yang dilakukan ulama tentang hukum gerakan dalam sholat, karena hal itu ada korelasinya yang sangat erat dengan bahasan kita sekarang. Ketahuilah wahai saudaraku seiman—semoga Alloh merahmatimu—bahwa para ulama membagi gerakan dalam sholat menjadi lima hukum:
1.    Wajib yaitu gerakan untuk suatu kewajiban dalam sholat, seperti gerak untuk menghadap kiblat, melepas peci yang terkena najis, dan sebagainya.
2.    Sunnah yaitu gerakan untuk suatu sunnah dalam sholat, seperti gerak untuk memperbaiki shof (barisan sholat) yang kurang lurus.
3.    Mubah yaitu gerakan yang sedikit karena ada hajat (kebutuhan) seperti menggaruk kulit yang gatal atau membetulkan baju.1
4.    Makruh yaitu gerakan yang sedikit tanpa ada hajat seperti membunyikan telapak tangan, melihat-lihat jam.
5.    Haram yaitu gerakan yang banyak, berkesinambungan, dan bukan karena darurat.
Patokannya adalah adat masyarakat setempat. Sekiranya mereka menilai kalau orang yang melakukan gerakan tersebut berarti bukan sedang dalam sholat, seperti kalau ada seorang di tengah-tengah sholat menjawab telepon dan mengirim SMS, maka hal ini membatalkan sholatnya.2



1.     Lihat atsar Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه tentang hal ini, diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhori dalam Shohih-nya. (Fathul Bari: 3/94)
2.     Lihat al-Furuq wat Taqosim al-Badi’ah an-Nafi’ah hlm. 117 karya Syaikh as-Sa’di dan Syarh Mumti’: 3/356-358 karya Syaikh Ibnu Utsaimin. Dan lihat masalah gerakan dalam sholat secara rinci (detail) dalam risalah berjudul Ahkamul Harakah Fish Sholat karya Dr. Sa’duddin bin Muhammad al-Kibbi.