PEMBATAL PUASA DI ZAMAN MODERN 2


2. الإبر العلاجيّة (Jarum Suntik/Injeksi)

 Yaitu penggunaan obat yang dimasukkan dengan jarum dan disuntikkan kepada bagian tubuh seperti paha dan semisalnya.
Hukumnya?
Apabila jarum suntik tidak berfungsi sebagai pengganti makan atau minum, maka para ulama kontemporer mengatakan bahwa jarum suntik tidak membatalkan puasa. Sebagaimana pendapat Syaikh Bin Baz,1 Ibnu Utsaimin,2 Ibnu Bakhith,3 Muhammad Saltut,4 DR. Fadhl Hasan Abbas,5 dan keputusan Majma’ al Fiqhi,6 dan tidak diketahui perbedaan pendapat dalam masalah ini.7
Dalil mereka:
*   Menurut mereka, jarum suntik yang tidak berfungsi sebagai pengganti makanan dan minuman adalah sekedar memasukkan obat ke aliran darah dan tidak sampai ke rongga manusia. Sehingga tidak dapat dikatakan sebagai makanan dan minuman, dan tidak dapat dikatakan sebagai pengganti keduanya, juga tidak semakna dengan makanan dan minuman; bahkan tidak termasuk ke dalam semua kaidah pembatal puasa.
*   Asal hukum puasa adalah sah (tidak batal), kecuali ada pembatal yang jelas dengan dalil yang jelas pula, dan dalam hal ini tidak ada dalil bahwa sekedar penggunaan jarum suntik membatalkan puasa.



1.      Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 15/257.
2.      Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin 19/220-221.
3.      Lihat ad Din al Khalish oleh as Subki 8/457.
4.      Lihat al Fatawa hal. 136.
5.      Lihat at Tibyan wal Ithaf hal. 109.
6.      Lihat majalah al Majma’ thn. ke-10, juz 2, hal. 464.
7.      Lihat Mufaththirat ash Shaum al Mu’ashirah hal. 65.