PEMBATAL PUASA DI ZAMAN MODERN 3

3. الإبر المغذيّة (Infus)
Yaitu suplemen yang dimasukkan  ke dalam tubuh manusia dengan cara suntikan (masuk ke pembuluh darah, red), berfungsi sebagai pengganti makanan dan minuman, dan biasa digunakan oleh orang sakit yang membutuhkan cairan tambahan.
Hukumnya?
Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini menjadi dua pendapat:
Pendapat pertama. Mereka mengatakan bahwa cairan infus dan semua yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai pengganti makanan dan minuman walaupun tidak melalui mulut dan hidung adalah membatalkan puasa. Inilah pendapat Ibnu Sa’di,1 Ibnu Baz,2 Ibnu Utsaimin,3 dan juga merupakan keputusan al Majma’ al Fiqhi.4
Dalil mereka:
*   Cairan infus apabila berfungsi menggantikan makanan dan minuman, maka hukumnya sama dengan makanan dan minuman.
*   Hal ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa orang-orang sakit yang menggunakannya mampu bertahan berhari-hari bahkan berminggu-minggu tanpa makan dan minum. Ini menunjukkan bahwa infus sama hukumnya dengan makanan dan minuman yang membatalkan puasa.
Pendapat kedua. Mereka mengatakan bahwa infus tidak membatalkan puasa, ini adalah pendapat Syaikh Muhammad Bakhith,5 Muhammad Saltut,6 dan Sayyid Sabiq.7
Dalil mereka:
*   Penggunaan alat seperti ini tidak membatalkan puasa lantaran tidak ada sesuatu yang masuk ke dalam rongga dari mulut atau hidung.
Pendapat yang kuat. Pendapat yang kuat adalah pendapat pertama, yaitu penggunaan alat semacam ini membatalkan puasa karena alasan-alasannya lebih kuat.



1.      Perkataan ini dinukil oleh muridnya, Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله, dalam Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin 19/220-221.
2.      Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 15/258.
3.      Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin 19/220-221.
4.      Lihat majalah al Majma’ thn. ke-10, juz 2, hal. 464.
5.      Lihat ad Din al Khalish
6.      Lihat al Fatawa hal. 136.
7.      Fiqhus Sunnah 3/244.