PEMBATAL PUASA DI ZAMAN MODERN 6

6. قطرة الأذن (Tetes telinga)
Yaitu cairan yang diteteskan ke dalam telinga sebagai obat atau sekedar pembersih bagian dalam telinga.
Hukumnya?
Masalah tetes telinga telah dibahas oleh para ulama terdahulu.
Pendapat pertama. Mereka mengatakan tetes telinga membatalkan puasa. Ini adalah pendapat madzhab Abu Hanifah, madzhab Maliki, salah satu pendapat madzhab Syafi’i, dan madzhab Ahmad bin Hambal.1
Dalil mereka:
*   Mereka mengatakan tetes telinga dan semisalnya membatalkan puasa dengan alasan tetes telinga dapat masuk ke dalam rongga  atau otak manusia.
Pendapat kedua. Mereka mengatakan bahwa tetes telinga tidak membatalkan puasa. Ini adalah salah satu pendapat madzhab Syafi’i dan madzhab Ibnu Hazm.2
Dalil mereka:
*   Menurut mereka, telinga bukanlah saluran masuknya sesuatu menuju ke rongga manusia,
*   Sesuatu yang dimasukkan ke dalam telinga bukan termasuk makanan dan minuman, tidak dapat menggantikan keduanya, dan tidak dapat berfungsi sebagai makanan dan minuman.
Pendapat yang kuat. Pendapat yang kuat ialah tetes telinga tidak membatalkan puasa, karena alasan-alasannya lebih kuat, dan sebenarnya pembahasan tetes telinga tidak jauh dari pembahasan tetes mata. Kalau kita me-rajih-kan (menguatkan) pendapat bahwa tetes mata tidak membatalkan puasa, maka demikian juga tetes telinga lebih layak lagi untuk kita katakan tidak membatalkan puasa (lihat alasan-alasan tentang tetes mata tidak membatalkan puasa).

1.      Lihat Rad al Mukhtar 2/98, 1/204, al Majmu’ Syarh al Muhadzdzab 6/214, dan Syarh al Umdah oleh Syaikhul Islam 1/387
2.      Lihat catatan kaki sebelumnya dan al Muhalla 6/203-204.