• tituitcom 20.19 on 9 August 2012 Permalink  

    Etos Kerja yang Kuat Berdasar Nilai-nilai Ibadah

    Etos Kerja yang Kuat Berdasar Nilai-nilai Ibadah

    Islam tak pernah melarang umatnya untuk bekerja. Bahkan, bekerja keras justru sangat dianjurkan seperti sabda nabi Muhammad SAW yang berbunyi: “bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok.”
    Dalam ungkapan lain dikatakan juga, “Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah, Memikul kayu lebih mulia dari pada mengemis, Mukmin yang kuat lebih baik dari pada muksmin yang lemah. Allah SWT menyukai mukmin yang kuat bekerja.” Nyatanya kita kebanyakan bersikap dan bertingkah laku justru berlawanan dengan ungkapan-ungkapan tadi.
    Seperti kita tahu bahwa di jaman dimana mencari pekerjaan begitu sulit karena banyaknya orang yang membutuhkan sedangkan lapangan pekerjaan berkembang cukup lambat menuntut kita jarus menunjukkan etos kerja kita yang maksimal untuk tetap menempatkan kita minimal pada posisi kita yang sekarang. Banyak cara yang kemudian dilakukan orang untuk menunjukkan etos kerja masing-masing sehingga dilihat atasan mereka dan nilai positiflah yang akan mereka dapat.
    Sebenarnya, dalam islam, hakekat etos kerja tidak sesimple itu.
    Etos yang dalam bahasa Yunani berarti sikap, watak, kepribadian, karakter ,dan keyakinan seseorang terhadap sesuatu memiliki arti yang sangat mulia dalam islam. Etos dalam al-quran disebut dengan itqon yang memiliki arti proses pekerjaan yang sungguh-sungguh, akurat, dan sempurna.
    Dengan demikian etos kerja seorang muslim yang benar adalah ketika dia bekerja maka dia akan selalu menjalani cara-cara yang baik, benar, dan juga lurus sesuai dengan yang diridhoi Allah SWT SWT. Disamping itu, dalam setiap keputusan yang diambilnya selalu dilandasi Al-quran dan sunnah. Untuk para individu yang bekerja sebagai seorang pemimpin, maka etos kerja yang kuat ini disarankan diyakini selalu sebagai amanah. Sehingga dalam memutuskan sesuatu, dia akan selalu menempatkan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi atau golongannya.
    Bekarja, dalam islam merupakan semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi maupun non-materi, intelektual atau fisik maupun hal-hal yang berkaitan dengan masalah keduniawian atau keakhiratan.
    Disini jelas bahwa meskipun pekerjaan kita dilakukan di dunia, kita tetap tidak akan terlepas dari hal-hal yang akan kita hadapi di akherat. Maka dalam bekerja, hendaklah orang selalu mawas diri, waspada terhadap sesuatu yang dikerjakan dan selalu memilih dan memilah mana yang akan membawa kebaikan dan mana yang akan membawa kesengsaraan hidup di akherat nantinya.
    Etos kerja yang bisa ditunjukkan dengan kuat oleh seseorang, apalagi diimbangi dengan nilai-nilai ibadah adalah hal yang sangat mengagumkanseandainya mereka tahu. Tidak hanya itu, hal yang demikian juga lebih baik di mata Allah SWT. Bekerjalah yang benar dan hanya berharaplah ridho Allah SWT.
     Etos Kerja yang Kuat Berdasar Nilai-nilai Ibadah

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
%d blogger menyukai ini: