Cara Konyol Mencegah Penularan HIV/Aids

Akhir-akhir ini diperoleh data bahwa penyebaran penyakit HIV/Aids jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hubungan sex bebas di mana-mana merupakan sebab utama terjadinya penyakit yang mematikan itu.  Keadaan itu tentu menakutkan banyak pihak, termasuk oleh para pelaku sex bebas itu sendiri. Agaknya aneh, orang tetap menginginkan sex bebas tetapi tidak mau menanggung akibatnya.
Bahayanya,  penyakit itu bisa  menular kepada orang lain, baik lewat hubungan sex suami isteri atau  media lainnya. Seorang isteri yang bersuamikan laki-laki yang terkena penyakit  mematikan  itu bisa tertulari. Demikian pula, bayi yang lahir dari  ibu yang berpenyakit HIV/Aids bisa tertular. Bahkan penularan itu juga bisa terjadi lewat alat-alat kesehatan, semisal jarum suntik.
Untuk mencegah terjadinya penularan penyakit yang mengerikan itu muncul ide, yaitu  dengan cara membagi-bagikan alat kontrasepsi sederhana berupa kondon kepada siapapun yang akan melakukan hubungan sex, termasuk anak-anak sekolah. Logika yang digunakan  sederhana, yaitu  bahwa hubungan sex bebas di zaman modern ini sudah tidak mungkin dicegah lagi.
Mereka  berpandangan  bahwa,  melarang sex bebas dengan cara apapun   sudah tidak efektif. Maka cara yang dianggap tepat   adalah melakukan pencegahan dari akibat perilaku menyimpang itu. Pencegahan yang dimaksud adalah mengamankan dari proses penularan penyakit itu. Sekalipun melakukan perzinahan tetapi aman  dari  berbagai resiko, termasuk tertular dari penyakit HIV.  
Sudah barang tentu, pikiran itu sangat bertentangan nilai-nilai agama. Zina adalah dosa besar yang harus dijauhi. Akibat dari perbuatan zina tidak saja  diterima di dunia, ——-semacam tertular penyakit HIV dan sejenisnya, tetapi juga di akherat. Para pezina akan dilempar  ke neraka. Oleh karena itu, bagi siapapun yang beriman, akan sejauh mungkin menghindarkan diri dari perbuatan buruk yang dilarang oleh agama itu.
Pikiran orang yang akan memfasilitasi kondom kepada  siapapun yang melakukan sex bebas, termasuk pada anak-anak sekolah,  adalah menggambarkan bahwa yang bersangkutan tidak paham terhadap agama. Mereka mengira bahwa keselamatan itu hanya untuk di dunia, dan tidak berjangkauan jauh hingga akherat. Agama, ——Islam,  mengajari umatnya berpikir jangka jauh dan komprehensif. 
Sebaliknya,  rencana membagi kondom gratis yang dimaksudkan untuk mencegah penyakit HIV/Aids,  adalah pikiran konyol. Mereka tidak sadar bahwa dengan cara itu akan menumbuh-kembangkan hubungan sex bebas yang sebenarnya sangat bertentangan dengan nilai-nilai tradisi, bangsa, dan bahkan agama.
Jika pikiran konyol tersebut  akhirnya diterima, maka sama halnya dengan meruntuhkan harkat dan martabat kemanusiaan yang seharusnya dijaga dan dijunjung tinggi. Bangsa ini masih ada dan tetap akan ada sepanjang tidak berpikir konyol dan masih konsisten menjaga nilai-nilai  agama yang luhur dan  mulia itu. Wallahu a’lam.  
Iklan