Mudik Aman dengan sepeda motor

Mudik Aman dengan sepeda motor Tidak lama lagi mayoritas penduduk negeri ini akan melakukan mudik ke kampung halaman. Kegiatan mudik merupakan fenomena luar biasa dan terbesar di dunia yang dilakukan oleh bangsa ini setiap tahun saat menyambut lebaran di negeri ini. Banyak sekali para pemudik menggunakan kendaraan bermotor roda dua untuk pulang kampung merayakan lebaran di tempat asalnya itu. Data yang diperoleh menyebutkan bahwa tahun ini diperkirakan  lebih dari 1 juta pemudik menggunakan sepeda motor untuk pulang kampung. Namun yang menjadi masalah apabila pihak berwenang membiarkan mereka menggunakan sepeda motor langsung melalui jalan-jalan utama lintas provinsi adalah kepadatan dan tingkat kecelakaan yang terjadi akan semakin tinggi. Oleh karena itu mesti dicarikan jalan keluar yang bersifat ‘win-win solution’ alias dapat menyenangkan semua pihak. Salah satu ide yang memungkinkan untuk diterapkan adalah dengan melibatkan pihak Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) menyediakan sarana mudik bersama beserta motornya,yaitu para pemilik motor dan keluarganya naik di bus yang di sediakan ATPM, sedangkan motornya dinaikkan ke truk-truk yang disiapkan ATPM. Program ini dapat diselenggarakan apabila ada kerjasama antara pemerintah, pemudik dan pihak ATPM. Pemerintah dapat memberikan kemudahan terkait moda transport pengangkut sepeda motor kelancaran arus mudik, sedang ATPM dapat mengalokasikan anggarannya (bisa diambil dari anggaran promosi dalam bujet pemasaran). Sementara itu pihak pengendara motor tentu tidak keberatan jika dikenakan biaya partisipasi program yang logis agar truk dan bus dapat disediakan ATPM secara memadai. Truk-truk besar yang biasanya membawa puluhan sepeda motor baru ke dealer-dealer di daerah dapat digunakan dan diiznkan pihak berwenang untuk melalui jalan-jalan lintas provinsi menuju wilayah-wilayah pemudik yang menjadi tempat-tempat tujuan akhir pemudik berlebaran. Gotong royong seperti ini dibutuhkan dan mesti disepakati semua pihak, sehingga biaya besar dan tingkat kecelakaan sepeda motor saat mudik lebaran dapat diminimalkan dan mudikpun menjadi lebih menyenangkan.  Dengan program ini ATPM berarti telah mendukung kampanye keselamatan berlalulintas. Sehingga ATPM tidak selalu memikirkan keuntungan semata tetapi juga memikirkan keselamatan pengguna kendaraan mereknya tersebut khususnya bagi mereka yang ingin mudik. Disamping itu melalui cara simpatik ini bisa dijadikan bagian promosi para ATPM dalam melayani kastemernya. Kepedulian ATPM seperti ini diperlukan disaat pemerintah “agak kelabakan” dengan membludaknya jumlah sepeda motor di jalan-jalan yang kemudian dimanfaatkan para penggunanya untuk mudik lebaran ditengah-tengah kesulitan mendapatkan angkutan umum saat lebaran. 

Diharapkan apabila mudik bersama yang difasilitasi ATPM sepeda motor ini direalisasikan, maka tingkat kecelakaan di jalan-jalan yang menimpa sepeda motor saat mudik lebran akan dapat diminimalkan serendah-rendahnya. Masih ada cukup waktu menyiapkan segalanya sebelum masa mudik menjelang dalam satu dua tiga minggu kedepan.