Pengukuran Pengaman pada Sistem Pembumian TN

Sistem pembumian TN-C-S penghantar netral (N) dan penghantar proteksi (PE) digabungkan dalam penghantar tunggal, disebagian sistem. Beban tiga phasa terjadi gangguan isolasi pada belitan phasa-1 gambar-11.24.

Gambar 11.24 : Sistem pembumian TN-C-S digabung kawat PE

Alternatif-1 :
Jalannya arus saat terjadi gangguan adalah : Arus dari trafo -> L1 -> belitan phasa-1 -> badan alat-> kawat PE -> netral trafo.

Alternatif-2 :
Kawat PEN dekat trafo putus, arus dari trafo -> L1 -> belitan phasa-1 -> badan alat -> kawat PE —> terminal penyama potensial -> pembumian RA -> tanah -> pembumian RB -> netral trafo.

Gambar 11.25 : Beda tegangan titik netral akibat gangguan ketanah

Perbandingan tahanan RB dan RE :

Kondisi normal tegangan phasa ke netral L1-N = L2-N = L3-N = 230 V
hubungan bintang dengan titik netral dibumikan di RB gambar-11.25. Sehingga
tegangan phasa ke phasa L1-L2 = L2-L3 = L3-L1 = 400 V. Ketika terjadi
gangguan phasa L1-PE, drop tegangan di RB = 50 V. Sehingga titik netral PEN
Gambar 11.23 : Sistem
Pembumian IT
Gambar 11.24 : Sistem pembumian
TN-C-S digabung kawat PE
Gambar 11.25 : Beda tegangan
titik netral akibat gangguan ke
tanahbergeser sebesar = 50V, besarnya tegangan phasa L1-N menjadi 180 V (230V-
50V). Tegangan phasa L2-N = L3-N menjadi 259V (metode geometris).

Tabel 11.5. Waktu pemutusan maksimum sistem TN

Tabel 11.6. Penampang penghantar sistem TN