Proteksi dengan Isolasi Bagian Aktif

Peralatan listrik dirancang dan diberikan perlindungan selungkup dari bahan isolasi gambar-11.15. Tujuannya menghindarkan tegangan sentuh tangan manusia dengan bagian aktif yang bertegangan. Proteksi ini cukup baik selama selungkup bahan isolasi berfungsi semestinya, bagian aktif seluruhnya
tertutup oleh isolasi yang hanya dapat dilepas dengan merusaknya. Meskipun ada kegagalan isolasi, dipastikan arus kejut IK terhalang oleh bahan isolasi dan arus kejutnya nol. Bahan isolasi harus
tahan oleh pengaruh tekanan mekanik, bahan kimia, listrik dan pengaruh thermal.
 
Gambar 11.15 : Pengamanan dengan selungkup isolasi

Kabel diberikan perlindungan selubung luar dan bahan isolasi yang memberikan perlindungan elektrik antar kawat gambar- 11.16. Selubung luar kabel terbuat dari bahan thermoplastik, karet, yute.
Fungsinya sebagai pelindung mekanis pada waktu pemasangan. Bahan isolasi kabel dari PVC dan karet dirancang mampu menahan tegangan kerja antar penghantar aktif. Jika salah satu kabel
terluka maka akan terlindungi dari kemungkinan hubungsingkat antara dua kabel aktifnya.


Gambar 11.16 : Kabel berisolasi thermoplastik

Perlindungan pada stop kontak portable juga dirancang dengan kriteria tertentu, misalnya dengan kode IP 2X, IP 4X, IP XXB atau IP XXD gambar-11.17. Angka 2 menyatakan proteksi benda asing padat ukuran 12,5 mm, sedang angka 4 menyatakan proteksi benda asing padat ukuran 1,0mm. Angka X menyatakan tidak ada proteksi terhadap tetesan air. Kode huruf B adalah proteksi terhadap jari tangan manusia dan huruf D menyatakan proteksi terhadap masuknya kawat.
 
 Gambar 11.17 : Perlindungan pengaman stop kontak