Sifat-sifat keacakan menurut proses fisika

Keacakan
Evy Siscawati

Berikut akan dibahas mengenai sifat-sifat keacakan menurut proses fisika. Proses fisika yang acak (nondeterministik) diskrit misalnya peluruhan atom dari sebuah sampel radioaktif dalam periode waktu tertentu. Outputnya dalam selang waktu tetap adalah string digit – 0 jika tidak ada atom meluruh dalam suatu selang waktu, 1 jika ada satu atau lebih atom meluruh dalam suatu selang waktu.
Ada beberapa ciri keacakan dalam proses fisika dengan merujuk perbedaannya dengan komputasi:
Pertama, dalam sebuah proses acak, tidak ada cara untuk menentukan sebuah fungsi yang nilainya dibangkitkan oleh proses, tanpa mereferensi pada proses itu sendiri. Fungsi ini ada dalam artian teori bilangan sebagai pasangan yang hasilnya dikeluarkan oleh proses. Namun dalam konteks ini, menentukan fungsi ini berarti menentukan hubungan yang diperoleh antara argumen dan nilai fungsi. Jika proses sepenuhnya acak, tidak ada cara untuk menentukan fungsinya tanpa membangkitkan nilai fungsi dengan menjalankan proses.
Kedua, sebuah proses acak tidak dapat diulang. Tentu saja, sebuah deretan peristiwa yang sama tidak dapat terjadi dua kali. Namun proses fisika dapat diulang dalam artian barisan keadaan yang sama (seperti didefinisi misalkan oleh himpunan persamaan dinamis) dapat muncul dalam sistem fisika yang sama ataupun dalam dua sistem fisika yang sama (misalnya dua sistem yang memenuhi persamaan yang sama). Proses acak murni tidak dapat diulang dalam artian ini. Mereka tidak dapat digunakan oleh yang lain yang tertarik untuk mempelajarinya. Bila tidak ada manusia, maka tidak ada yang dapat belajar dari proses yang tidak dapat diulang. Bila ada manusia, namun membuat kesalahan dalam mencatat hasilnya, kesalahan tersebut tidak akan pernah dapat diperbaiki.
Ketiga, seorang pengguna proses tidak dapat memilih nilai fungsi yang ia inginkan agar dibangkitkan oleh proses. Dalam kasus proses acak, seorang penggunan tidak punya cara menyetel sebuah sistem untuk menghitung nilai fungsi tertentu. Bila ia ingin mendapatkan nilai ke-n dari sebuah fungsi, apa yang bisa dilakukannya hanyalah membiarkan proses berjalan hingga tiba pada nilai ke-n tersebut. Jika hal ini tidak terjadi hingga satu juta tahun dari sekarang, tidak ada cara untuk mempercepatnya.
Sumber : Piccinini, G. 2011. The Physical Church-Turing Thesis: Modest or Bold? British Journal for the Philosophy of Science.