FMIPA UGM Dirikan Pusat Unggulan Komputasi Sains

FMIPA UGM Dirikan Pusat Unggulan Komputasi Sains
Bambang Unjianto

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM mendirikan Pusat Unggulan Komputasi Sains (Center of Execellent for Computational Science-CoECS). Pendirian itu dilakukaan bersamaan dengan perayaan upacara dies natalis FMIPA ke-56, di auditorium FMIPA UGM.
Ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong dan penandatanganan kerja sama yang dilakukan oleh Dubes Austria Dr Klaus Wolfer dan Dekan FMIPA Dr Chairil Anwar. Chairil mengatakan, pendirian CoECS itu dalam rangka menyediakan pengetahuan komputansi yang semakin dibutuhkan oleh masyarakat.
Pasalnya, penggunaan komputer untuk memecahkan masalah kompleks, skala besar maupun kecil di masyrakat sudah menjadi tren. “Para ahli di MIPA telah menanggapai tren ini dengan mendirikan pusat ungulan komputasi sains,” katanya.
Beberapa kegiatan penelitian CoECS di antaranya komputasi bidang perubahan iklim dan kegunungapian, pengembangan obat lokal, komputasi finansial dan sistem pendukung keputusan bidang ekonomi, sosial dan energi. “Ke depan penelitian CoECS akan diarahkan untuk memprediksi kondisi masa datang melalui masukan data empiris, sehingga bisa dijadikan pijakan dalam membuat kebijakan di masa sekarang,” ujarnya.
Selain itu, katanya, pembentukan pusat unggulan itu juga dimaksudkan untuk mempersatukan sumber daya yang potensial di lingkungan UGM dengan memperluas penelitian multidisiplin dalam ilmu komputansi, seperti penanganan penyimpangan, anomali dan ketidakstabilan, sistem nonlinear dan kekacauan, pemodelan dan simulasi, data mining, pengolahan data komputasi grid, serta aplikasi perangkat lunak berbasis ‘open source’.
Sementara guru besar bidang Matematika dari FMIPA UGM Prof Dr rernat Widodo MS mengatakan, komputansi sains merupakan salah satu dari tiga pilar dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yakni teori, ekperimen dan komputasi sains.
Bahkan saat ini komputasi sains sudah dimanfaatkan di bidang fisika, kimia, ilmu komputer, matematika, ilmu rekayasa dan bidang Iptek lainnya. Bahkan semua cabang matematika murni maupun aplikasi saat ini, menurutnya, juga sudah terpengaruh oleh komputasi.

Sumber : Suara Merdeka, 21 September 2011