Pencipta Mesin Turing

Pencipta Mesin Turing
Fitriansyah

PERKEMBANGAN komputer saat ini memang sangat luar biasa. Berbagai processor jenis baru terus lahir yang membuat kemampuan komputer terus meningkat dengan pesat. Kecepatan komputasi komputer modern meningkat tapi konsepnya tetap sama yaitu menggunakan mesin turing sebagai “ibunya”.
Orang yang berjasa menciptakan mesin turing adalah Alan Mathison Turing, ahli matematika asal Inggris. Ia mengembangkan teori tentang “mesin universal” yang mampu memecahkan persamaan matematis. Selain merupakan peneliti komputer modern digital pertama, Alan juga yang pertama kali berpikir menggunakan komputer untuk berbagai keperluan. Bahkan saat menemukan mesin turing, ia belum lulus kuliah.
Alan Mathison Turing lahir di Paddington London, 23 Juni 1912. Anak kedua dari Julius Mathison Turing dan Ethel Sara Stoney, melewati awal hidupnya di sebuah panti asuhan di India. Pada 1926, saat berumur 14 tahun, ia kembali ke Inggris untuk melanjutkan studi menengah atas di Sherborne. Minat utamanya bidang matematika dan sains.
Setelah lulus sekolah tingkat atas, ia melanjutkan kuliah di Cambridge University. Saat itu, ia mulai terpengaruh oleh buku bacaan mengenai sains dan matematika karangan Von Neumann, Russell dan Whitehead, serta Goedel sehingga dalam hasil penelitiannya Turing lebih banyak “menciptakan kembali” dibandingkan “menggunakan” temuan yang sudah ada. Semasa kuliah juga ia aktif dalam gerakan damai di Cambridge dan ikut kelompok homoseksual.
Mesin turing
Bakatnya di bidang matematika dan sains sungguh luar biasa. Pada 1930, Alan mampu memberikan ide tentang komputer digital untuk pemecahan berbagai masalah. Ide itu diwujudkan dengan menciptakan mesin turing (turing machine) yang akan menjadi cikal bakal komputer modern.
Mesin turing ini mewujudkan prinsip esensial komputer. Karyanya memperkenalkan sebuah konsep signifikansi praktis yang sangat besar. Komputasi sendiri pertama kali dianggap sebagai model kognisi sejak ditemukannya arsitektur standar komputer yang dipakai sampai sekarang. Bahkan, dalam buku The History of Psychology yang ditulis oleh George Boerre, Alan mampu menciptakan konsep-konsep ilmu komputer di luar imajinasinya.
Sebagian besar literatur menyebutkan, mesin turing buatan Alan adalah sebuah alat pengubah dan manipulasi basic simbol abstract. Karena kesederhanaanya, mesin turing dapat diadaptasikan untuk melakukan simulasi logika yang dapat dibangun oleh berbagai komputer (di sini komputer modern). Mesin turing terdiri dari pita yang dapat digunakan untuk membaca dan menulis simbol pada pita mesin turing tersebut. Seperti layaknya finite machine yang lain, mesin turing memiliki mekanisme kontrol yang berada pada salah satu finite states. Salah satu state ini kita kenal dengan initial state ketika mesin turing melakukan awal inisialisasi. Lainnya kita kenal dengan halt state. Ketika mesin mencapai state ini, mesin berhenti melakukan komputasi. Oleh karena itu, mesin turing dapat menjadikan pita tersebut sebagai tempat penyimpanan. Akan tetapi, mesin turing tidak terbatas pada operasi push dan pop ketika mengakses media penyimpanannya. Sejak saat itu, mesin turing merupakan ibu dari semua komputer yang ada saat ini
Pada 1934, Alan berhasil mendapatkan gelar sarjananya. Kecerdasannya mampu menghasilkan beasiswa di Peacton, Amerika Serikat. Setelah mendapatkan gelar Ph.D. pada 1936, Alan melanjutkan karier intelektual di Depertemen Komunikasi Britania Raya. Selama perang dunia II (1939-1945), bersama intelektual Inggris, ia ditugaskan untuk menghancurkan mesin Enigma Code (kode enigma) milik pemerintah Jerman, yang pada waktu itu masih dipimpin sang diktaktor Adolf Hitler.
Alan berhasil menghancurkan mesin tersebut dengan menciptakan “Colossus”, sebuah mesin yang mampu memecahkan kode enigma dalam waktu singkat. Mesin ini juga merupakan suatu awal menuju komputer digital. Kemudian ia dianggap sebagai pahlawan perang Inggris.
Kemudian pada 1950, Alan mengeluarkan paper yang berpengaruh besar berjudul Computing Machinery and Intelligence. Dalam paper-nya ini, Alan mengusulkan “Tes Turing” sebagai sebuah metode untuk menentukan apakah sebuah mesin memiliki “artificial intelligence”. Turing melihat otak manusia sebagai sebuah “mesin yang tidak teratur” yang belajar melalui pengalaman. Hingga tahun 1990-an tes ini masih dianggap sebagai cara yang paling baik untuk menentukan intelegensia dari sebuah mesin.
Alan juga berusaha mewujudkan konsep “Mesin Turing” menjadi kenyataan dalam bentuk automatic computing engine di National Physical Laboratory, walaupun pekerjaan ini tidak pernah selesai. Kemudian ia pindah ke University of Manchester, membuat panduan untuk operasi Manchester Automatic Digital Machine (MADAM).
Dibalik segala kesuksesannya, ternyata Alan adalah seorang homoseksual. Ini sudah dimulai sejak ia masih muda, dan pada 1954 ia ditangkap karena melakukan hubungan seksual dengan seorang pemuda. Ia tidak melakukan pembelaan. Dibandingkan masuk penjara, Alan lebih memilih alternatif hukuman suntik estrogen untuk menetralisasi hormonnya. Ia kehilangan izin keamanan karena homoseksualitasnya yang overaktif.
Setelah aktivitas gay diketahui publik, Alan mulai kehilangan pekerjaannya. Karena tidak tahan dengan tekanan publik, pada 7 Juni 1954, Alan memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Alan Mathison Turing meninggal pada usia 41 tahun di rumahnya, Wislow, London. Hingga saat ini, selain seorang penemu, Alan masih dianggap sebagai bapak ilmu komputer.

Sumber : Pikiran Rakyat (26 Juni 2008)