Penggunaan Photon Makin Berkembang

Penggunaan Photon Makin Berkembang
EVY

Perkembangan teknologi photonic atau cahaya kian pesat. Selain mendukung kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, teknologi tersebut juga dimanfaatkan dalam bidang kedokteran.
Menurut Manajer LabMath-Indonesia Ardhasena Sopaheluwakan dalam seminar bertema ”Photonics, Theory, Technology, and Applications”, Senin (15/9) di Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, sistem teknologi informasi, komunikasi, dan transmisi informasi di masa datang akan berbasis teknologi photonic.
Saat ini, transmisi informasi dan komunikasi jarak jauh telah memakai serat optik untuk meningkatkan kecepatan informasi dan jumlah data yang bisa terkirim. ”Akan tetapi, pada titik-titik percabangan, cahaya yang membawa informasi itu harus diubah ke sinyal-sinyal listrik sehingga kecepatannya lebih lamban,” ujarnya.
Hery Susanto Djie PhD, pakar bidang teknologi industri dari JDS Uniphase Corp, AS, mengatakan, jaringan informasi dan komunikasi dengan serat optik kini dibangun di Indonesia yang menghubungkan antara Jakarta, Batam, Kalimantan, dan Singapura. ”Indonesia masih sebatas sebagai pengguna,” ujarnya.
Selain itu, photonic dikembangkan untuk berbagai produk industri, seperti kalkulator, kamera digital, dan LCD. Bahkan, komponen photonic juga semakin kecil ukurannya hingga skala nano. ”Ada kecenderungan pengembangan photonic ke bidang kesehatan, di antaranya photo dynamic therapy sebagai terapi kanker dengan sinar,” ujar Djie.
Photon juga tengah dikembangkan untuk pemeriksaan kadar glukosa dalam darah sehingga pasien tidak perlu lagi diambil contoh darahnya. Teknologi ini juga digunakan sebagai alat pemeriksaan mata (optical coherent tomography) yang mencitrakan mata dalam tiga dimensi sehingga bisa dilihat apakah ada kerusakan pada urat syaraf mata, ketebalan kornea, dan tumor.
Meski photon punya potensi besar, pengembangan riset photonic di Tanah Air masih terbatas karena biaya investasi dan pemeliharaannya sangat mahal. ”Hanya sedikit lembaga penelitian dan perguruan tinggi yang melaksanakan riset tentang teori photonic. Adapun penelitian mengenai penerapan photon masih sederhana dan belum diaplikasikan ke skala industri,” kata Ardhasena.

Sumber : Kompas, 17 September 2008