Tiga Juta Penderita Kanker Saraf Dipantau Melalui Komputer

Tiga Juta Penderita Kanker Saraf Dipantau Melalui Komputer
ONE

Kanker saraf pada anak atau neuroblastma belum ditemukan penyebabnya. Karena itu, para relawan yang tergabung dalam Program IBM World Community Grid-Help Fight Childhood Cancer mengindentifikasi tiga juta penderita neuroblastma. Mereka mencoba menganalisis tiga jenis protein yang pertumbuhannya terhambat dan ditengarai sebagai penyebab tumbuhnya kanker.
Demikian diungkap County Manager Marketing IBM Indonesia Hartini Harris saat jumpa pers IBM World Community Grid-Help Fight Childhood Cancer di RS Pusat Kanker Nasional Dharmais, Jakarta, Selasa (12/5). “IBM telah melakukan penelitian dalam bidang kesehatan selama 60 tahun,” katanya.
Terkait dengan neuroblastma, IBM bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Pusat Kanker Chiba dan Universitas Chiba, Jepang, untuk menemukan obat neuroblastma. Dari hasil penelitian, ternyata peneliti belum mengetahui penyebab neuroblastma. Dalam kasus neuroblastma, sel tumbuh secara tidak sengaja selama perkembangan sympathetic ganglia dan kelenjar adrenal.
Penyakit ini kerap terjadi pada dua tahun pertama usia anak dan berisiko kambuh kembali dengan tingkat kelangsungan hidup kurang dari 40 persen.
Menurutnya, program ini adalah program komputasi paralel kolektif dengan memanfaatkan power komputasi yang sedang tidak terpakai. Tercatat 430.000 anggota yang berasal lebih dari 200 negara dengan koneksi ke lebih dari 1,2 juta komputer. Di indonesia, IBM bekerja sama dengan Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) dan RS Dharmais.
Ketua YOIA Rahmi Adi Putra Tahir mengungkapkan harapannya, “Kami berharap dengan program ini akan memperpanjang harapan hidup anak-anak penderita kanker neuroblastma, khususnya yang berada di Indonesia.”

Sumber : Kompas, 12 Mei 2009