Kontroler Derivatif (D)

Penggunaan kontroler P saja dalam sistem kontrol kadang-kadangm menyebabkan respon sistem melebihi input acuannya. Misalnya level air dalam tangki melebihi dari tinggi yang diinginkan. Keadaan ini disebut overshoot. Untuk mengurangi atau menghindari kondisi ini maka digunakan kontroler tipe derivatif. Input ke kontroler derivatif berupa perubahan selisih antara output nyata dan masukan acuannya atau kecepatan error, sehingga apabila selisih antara output nyata dan masukan acuannya semakin besar maka kontroler mengirimkan sinyal ke aktuator yang semakin besar pula.

Dengan demikian, nilai ouput yang melebihi nilai acuannya ditekan sekecil mungkin. Respon kontroler ini untuk input tangga (step) dan input lereng (ramp) diperlihatkan pada gambar 12.37 dan gambar 12.38.
 
 Gambar 12.37 Respon kontroler derivatif untuk sinyal step

 
Gambar 12.38 Respon kontroler derivatif untuk sinyal lereng

Aplikasi kontroler ini diperlihatkan pada gambar 12.39. Pada sistem ini, buka tutup katup bergantung kepada perubahan nilai selisih antara tinggi air nyata yang diukur melalui pelampung (y) dan tinggi air yang diinginkan (yh). Gambar 12.39 Aplikasi Kontroler Derivatif
 
Gambar 12.39 Aplikasi Kontroler Derivatif

Dalam keadaan tangki kosong artinya selisihnya besar, maka katup akan membuka dengan cepat sehingga laju air masuk ke tangki semakin besar. Apabila keadaan air mendekati penuh, maka nilai selisihnya kecil, sehingga katup akan memperkecil volume air yang masuk ke dalam tangki.