Relay dan Kontaktor

Relay dan kontaktor merupakan saklar yang bekerja berdasarkan prinsip elektro-magnetik yang terjadi pada kontaktor-kontaktornya gambar 12.50. Arus masuk melalui belitan eksitasi (terminal A1 dan A2). Jangkar akan bergerak dan kontak bekerja. Jika aliran arus pada jangkar terputus, maka
sambungan akan terputus pula.

Relay dan kontaktor bekerja dengan prinsip yang sama. Oleh karena itu gambar potongan saklarnya digambarkan sama. Relay biasanya bekerja dengan daya rendah (sekitar 1kW, kontaktor bekerja
dengan daya yang lebih besar sampai 100kW.


 Gambar 12.50 Konstruksi Relay dan kontaktor

Relay bekerja dengan tegangan bebas. Ini dimaksudkan relay dapat bekerja dengan tegangan yang berbeda-beda. Relay banyak digunakan untuk berbagai jenis kontrol, pengaturan dan pengecekan,
seperti:

  •  Relay menunjukkan gambaranantara sinyal dan daya
  •  Dapat bekerja dengan tegangan yang berbeda-beda
  •  Relay dapat bekerja dengan tegangan DC maupun AC
  •  Relay dapat bekerja dengan sinyak-kuadrupel
  •  Relay juga dapat bekerja dengan delay sinyal.

Relay tersedia dalam tipe normally-open (terbuka), tertutup, atau sebagai pengubah aliran arus gambar-12.51 menunjukkan rangkaian kontak atau sambungan sebuah relay.

  •  Belitan untuk arus eksitasi digambarkan sebagao A1 dan A2
  •  Relai digambarkan sebagai K1, K2 dan seterusnya.
  •  Rangkaian kontak relay digambarkan melalui angka-angka yang terdiri dari dua deret. Deret pertama merupakan order atau tingkatan, deret kedua merupakan jenis deret kontak. 

 

 Gambar 12.51. Kontaktor dengan kontak utama dan kontak bantu