Kerjasama Microsoft – Intel dengan Pihak Akademis dalam Komputasi Paralel

Kerjasama Microsoft – Intel dengan Pihak Akademis dalam Komputasi Paralel

Microsoft dan Intel Corp bekerja sama dengan komunitas akademis membentuk dua buah pusat penelitian Universal Paralel Computing Research Center (UPCRC). Pusat penelitian ini difokuskan bertujuan mempercepat implementasi komputasi paralel secara mainstream.
Komputasi paralel merupakan suatu teknologi yang dapat mendayagunakan seluruh kemampuan multiprosesor dalam suatu aplikasi. Walaupun sudah cukup banyak aplikasi yang dapat mengeksploitasi kemampuan multiprosesor, namun komputasi paralel ini belum diadaptasi secara luas untuk aplikasi-aplikasi umum. Hal ini cukup penting mengingat di tahun-tahun mendatang, penggunaan multiprosesor pada suatu sistem akan menjadi hal yang umum.
Untuk itulah Microsoft dan Intel bersama pihak akademis mendirikan dua buah pusat penelitian di University of California, Berkeley (UC Berkeley) dan di University of Illinois at Urbana Champaign (UUIC). Pusat penelitian dengan nama Universal Paralel Computing Research Center (UPCRC) ini difokuskan dalam penelitian komputasi paralel tingkat lanjut di bidang pemrograman aplikasi, arsitektur, dan sistem operasi.
Kerjasama ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh gabungan industri dengan pihak akademis pada bidang komputasi paralel di Amerika Serikat.
“Dengan didorong oleh kemampuan tak terduga dari prosesor multicore, kita berada di ambang revolusi industri komputas, yang tentunya akan sangat mempengaruhi cara kita mengembangkan sebuah aplikasi,” ujar Tony Hey, Corporate Vice President External Research di Microsoft Research. “Dengan kerjasama gabungan antara industri dan pihak akademis, kami berencana untuk mengeksplorasi hardware dan software generasi berikut untuk membuka harapan dan kemampuan dari komputasi paralel dan memungkinkan perubahan cara manusia dalam menerapkan teknologi.” lanjutnya.
Dua puluh lima institut terkemuka di bidang riset komputasi paralel akan diseleksi. Software yang dikembangkan pada kedua pusat penelitian ini akan dibuka kepada komunitas teknologi sebagai bentuk pengembangan tambahan.

Sumber : CHIP Online (19 Maret 2008)