Dari Internet ke Intelnet

Dari Internet ke Intelnet : Infrastruktur internet sekarang masih menggunakan model 30 tahun lalu
Budi P

Inilah berita yang tak ingin didengar oleh pengguna internet: world wide web dalam kondisi bahaya dan terancam ambruk. Benarkah?
Patrick Gelsinger, direktur teknis produsen chip komputer Intel, dalam sebuah konferensi di San Francisco pekan lalu, mengatakan bahwa kapasitas jaringan internet yang ada sekarang tak akan mampu lagi lebih lama menampung gelombang lalu lintas akses internet dalam jaringannya.
Ia mengatakan, infrastruktur internet yang dibuat berbasiskan model 30 tahun lalu diperkirakan tidak akan mampu lagi menangani membludaknya beban akses dan segala tetek-bengek pengamanan.
“Kita bergerak dalam sejumlah keterbatasan arsitektural,” ujarnya. Ia mengaku, pihaknya kini sedang merancang jaringan baru yang akan melapisi dan memperkuat sistem yang ada sekarang.
Intel memang sedang bekerja meningkatkan kemampuan internet dengan menambahkan satu lapisan teknologi yang dapat membantu jaringan mendeteksi serangan virus dan segera mengalihkan lalu lintas jaringan untuk menghindari kemandekan akses.
Menurut Gelsinger, ini dapat dilakukan dengan cara menambahkan jaringan tambahan dalam pembuatan sumber daya komputasi dan penyimpanan (storage).
Dengan serangan e-mail sampah alias spam yang kini mencapai 80 persen dari seluruh e-mail yang dikirimkan dan makin banyaknya jumlah virus dan cacing–seperti MyDoom dan Sasser–dewasa ini memang muncul perhatian serius untuk menstabilkan jaringan.
Apalagi, jumlah pengguna web yang sudah meningkat 10 kali lipat pada dekade lalu, para ahli memperkirakan pertumbuhan tersebut akan terus berlangsung dengan jangka waktu yang semakin pendek.
Untuk mendukung argumennya, ia mengajak Vinton Cerf, yang dikenal sebagai bapak internet, yang mendesain penggunaan protokol TCP/IP. Protokol yang diciptakan Steve Crocker, Bob Kahn, dan Cerf ini merupakan kunci desain ulang, karena protokol ini dapat dijalankan pada sistem operasi mana pun, komputer yang berbeda dapat bergabung dalam jaringan.
Seperti diakui Cerf, “Saya rasa jaringan internet masih sangat primitif; kita masih berada di zaman batu dalam hal jaringan. Masih banyak urusan besar yang harus dilakukan; apalagi sejumlah keterbatasan fundamental internet sangat arsitektural.”
Intel juga mengajak pemain-pemain industri lain untuk bergabung dengan jaringan PlanetLab yang sedang dikembangkan bersama Hewlett Packard, AT&T, dan lainnya.
Cetak biru Intel–yang juga disebut Intelnet–didasarkan pada prototipe yang sedang dikembangkan proyek PlanetLab yang didanai oleh Intel.
PlanetLab adalah jaringan riset yang digunakan oleh 150 universitas dan lembaga riset komersial. Konsep kerja samanya adalah memobilisasi penggunaan server masing-masing untuk ditempatkan sepanjang router yang saat ini berfungsi mengarahkan lalu lintas internet.
Intel menjelaskan bahwa pendekatan PlanetLab adalah dengan menggunakan internet untuk mengirimkan data, tapi kemudian mengintegrasikan sebuah jaringan tambahan baru terhadap router server pintar dalam meningkatkan kemampuannya.
Seperti menangkap adanya rasa curiga dari pihak lain, Gelsinger menegaskan bahwa server-server ini nantinya tidak harus menggunakan produk Intel, tapi bisa menggunakan tenaga virtual serupa.
“Tak ada pengekangan dalam hal arsitektur infrastruktur internet ini; peranti silikon lain dapat digunakan sepanjang Anda bisa menghadirkan lapisan-lapisan virtual yang dibutuhkan.”
“Dengan memahami dan bekerja dalam proyek riset ini, kami sedang mencoba mencari cara yang terbaik. Tentu saja, kita akan menggunakan teknik kompetitif lain. Ini sebuah kompetisi yang sehat.”
Memang tidak sedikit pihak yang skeptis dengan gagasan ini. Jangan-jangan ini cuma akal Intel saja untuk berbisnis.
“Ada beberapa celah dari kebenaran yang diungkapkannya (Gelsinger), tapi kita tidak ingin menggonta-ganti internet,” ujar Jim Page, Direktur Teknis Email Systems, perusahaan filter surat elektronik dan pengamanan.
“Apa yang diungkapkannya hanyalah kabar baik untuk Intel secara komersial, tetapi ini bukan skenario akhir segalanya,” ulas Jim.
Yang jelas, gagasan untuk memoles “rumah” internet ini juga diharapkan makin memudahkan pengembangan berbagai peranti jaringan pintar ini di masa depan.

Sumber : Koran Tempo (23 September 2004)