Mengembangkan Perguruan Tinggi Berbasis Integrasi Agama dan Ilmu

Perhatian Penting Untuk Pembaca Artike.abajadun.com
  1. Isi artikel, berita dan materi http://www.artikel.abajadun.com di ambil dan sadur dari berbagai sumber .
  2. Hak cipta dari isi , artikel , berita dan materi lainya adalah menjadi hak milik dari sumber bersangkutan .
  3. Admin abajadun sama sekali tidak berniat membajak dari sumber manapun, semua artikel,berita dan isi merupakan catatan yang pernah say abaca untuk kemudian saya documentasikan di artikel.abajadun.com supaya bisadi baca teman teman dan sebagai media silaturrahmi dan berbagi informasi.
  4. Jika ada yang keberatan dengan pemuatan isi , berita ,artikel, gambar foto,video yang ada di artikel.abajadun.com silahkan anda hubungi saya dan saya tidak akan keberatan menghapus isi materi tersebut .
  5. Bagi pembaca yang ingin menyebarkan /menggunakan materi di artikel.abajadun.com saya persilahkan saja dengan mencantumkan sumber asli artikel .
Terakhir jika ada kebaikan dan keberhasilan , saya ucapkan syukur alhamdilillah , semoga semuanya bias memberi manfaat kepada kita semua baik untuk diri sendiri agama,nusa dan bangsa , sebagai penutup saya sadar bahwa masih banyak kekurangan pada diri saya , untuk itu bila ada kekuarnganya saya mohon maaf dan atas perhatian anda saya ucpakan terimakasih. Akhir kata selamat membaca.

Mengembangkan Perguruan Tinggi Berbasis Integrasi Agama dan Ilmu

Misi utama perguruan tinggi berbeda dengan sekolah dasar dan menengah, perguruan tinggi lebih mengutamakan pada upaya penemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran ilmu pengetahuan. Sedangkan sekolah dasar dan mengenah lebih pada upaya memberikan pengenalan, pengertian dan pemahaman terhadap ilmu pengetahuan. Perpedaan ini membawa implikasi baik menyangkut pada kebijakan pengembangan, pemberian otonomi, penilaian atau ukuran-ukuran yang digunakan dalam pengembangannya dan lain-lain.

Sekalipun misi utama adalah terkait dengan penemuan dan pengembangan lmu pengetahuan, kehadiran perguruan tinggi pada hakekatnya adalah untuk membangun kalitas manusia yang memiliki kesadaran diri sebagai makhluk, memiliki kekayaan ilmu pengetahuan, budi luhur —berakhlak, maupun frofesionalisme sebagai bekal hidup di masyarakat, baik untuk kepentingan diri sendiri maupun orang lain.

Jika ruang lingkup misi perguruan tinggi seperti itu yang dikehendaki, maka tidak mungkin berhasil diraih melalui pendekatan konvensional, seperti sekedar melalui kuliah, latihan di perpustakaan, laboratorium,ujian dan wisuda. Kegiatan pendidikan tinggi yang dilakukan sebatas itu pada kenyataannya hanya menghasilkan sarjana yang berijazah tetapi tidak memiliki kesadaran diri yang kukuh, ilmu yang mencukpi, kepribadian dan ketrampilan yang cukup. Banyak sarjana menganggur di tengah-tengah masyarakat sesungguhnya merupakan bukti kegagalan perguruan tinggi selama ini.