Pascal dan Kemenangan di Kompetisi Google

Pascal dan Kemenangan di Kompetisi Google
nin

DALAM upayanya mendapatkan tenaga-tenaga pemrograman terbaik di dunia, Google-perusahaan mesin pencari (search engine) terkemuka di dunia-secara berkala mengadakan lomba programming. Lazimnya, kata pakar teknologi informasi Dr Alexander Rusli di Jakarta, pekan silam, lomba diadakan di AS. Tetapi karena prestasi Asia Selatan dan Tenggara akhir- akhir ini juga mencuat, lomba diadakan juga di India, di mana Google juga sudah mendirikan pusat litbang di Bangalore.
Saat digelar Maret silam, lomba diikuti oleh peserta dari negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Tenggara, yakni India, Singapura, Malaysia, Indonesia, Nepal, Myanmar, Thailand, dan Maladewa. Setelah diseleksi hingga tinggal 50 orang, finalis lomba berhadiah total 1.600.000 rupee atau 32.000 dollar AS ini diterbangkan ke Bangalore, India, 26 Maret. Komposisinya waktu itu adalah dari India sebanyak 39 orang, Singapura (8), dan Indonesia (3).
Yang membesarkan hati adalah pemenangnya: juara I dan II adalah pemuda Indonesia, yakni Ardian Kristanto Poernomo dan Pascal Alfadian. Hanya saja, Ardian yang kini mahasiswa tingkat III Jurusan Computer Engineering di Nanyang Technological University, Singapura, berangkat mewakili Singapura. Pascal sendiri adalah mahasiswa tingkat II (angkatan 2003) Departemen Ilmu Komputer di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung. Prestasi ini amat mengesankan karena keduanya bisa mengalahkan para pesaing dari India Institute of Technology, yang menurut Dr Rusli merupakan lembaga pendidikan teknologi top di India dan termasuk salah satu yang terbaik di dunia.
JALAN kemenangan Pascal tidak datang mendadak. Ia sebelumnya sudah jadi anggota tim olimpiade pemrograman meskipun gagal berangkat. Ia juga ikut dalam tim lomba pemrograman internasional tingkat Asia yang diselenggarakan oleh Asosiasi Mesin Komputer (ACM), dan mencapai peringkat delapan.
Seperti dituturkan oleh Rosa de Lima ST MKom, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pasti Alam Unpar yang membawahi Departemen Ilmu Komputer Unpar, Pascal mengetahui lomba Google melalui browsing di internet. Keberhasilan Pascal meraih juara II dalam lomba yang bergengsi ini amat membanggakan Unpar yang masih dalam suasana memperingati hari jadi ke-50.
Pascal juga tidak asing dengan lomba pemrograman komputer karena jurusan tempat ia menimba ilmu juga secara teratur menyelenggarakan lomba pemrograman nasional untuk tingkat SMA, dan selain itu juga rajin mengirim mahasiswanya untuk ambil bagian dalam berbagai kompetisi pemrograman.
Atas kemenangan Pascal pula, Rosa de Lima sempat diwawancara kontributor majalah Business Week, New York, Josey John, yang membuat liputan tentang lomba Google yang diberi nama Google India Code Jam 2005 ini, 28 Maret lalu. John amat terkesan dengan prestasi istimewa-yang oleh John disebut sebagai stellar performance-pemuda Indonesia. John pun lalu ingin tahu lebih jauh bagaimana penyelenggaraan pendidikan komputer dan pemrograman di Indonesia sehingga bisa menghasilkan juara seperti Pascal.
Mengenang kembali final di Bangalore yang diikuti 50 finalis pada 26 Maret 2005, akhir pekan lalu Pascal mengisahkan bahwa babak akhir ini dibagi dalam empat tahap. Pada tahap pertama yang disebut coding phase, finalis diberi tiga soal pemrograman komputer. Pada tahap ketiga ada challenge phase, di mana peserta dapat melihat kode program peserta lain dan mencari kelemahan kode tersebut lalu melakukan challenge. Yang terakhir adalah system test yang dilakukan oleh tim juri.
Kini, Pascal (21)-anak pertama dari dua bersaudara-berencana syukuran setelah mendapatkan hadiah 3.100 dollar AS (sekitar Rp 30 juta) yang baru diterimanya.

Sumber : Kompas (2 Mei 2005)