Sebagai seorang penyandang Ulul al Baab

Perhatian Penting Untuk Pembaca Artike.abajadun.com
  1. Isi artikel, berita dan materi http://www.artikel.abajadun.com di ambil dan sadur dari berbagai sumber .
  2. Hak cipta dari isi , artikel , berita dan materi lainya adalah menjadi hak milik dari sumber bersangkutan .
  3. Admin abajadun sama sekali tidak berniat membajak dari sumber manapun, semua artikel,berita dan isi merupakan catatan yang pernah say abaca untuk kemudian saya documentasikan di artikel.abajadun.com supaya bisadi baca teman teman dan sebagai media silaturrahmi dan berbagi informasi.
  4. Jika ada yang keberatan dengan pemuatan isi , berita ,artikel, gambar foto,video yang ada di artikel.abajadun.com silahkan anda hubungi saya dan saya tidak akan keberatan menghapus isi materi tersebut .
  5. Bagi pembaca yang ingin menyebarkan /menggunakan materi di artikel.abajadun.com saya persilahkan saja dengan mencantumkan sumber asli artikel .
Terakhir jika ada kebaikan dan keberhasilan , saya ucapkan syukur alhamdilillah , semoga semuanya bias memberi manfaat kepada kita semua baik untuk diri sendiri agama,nusa dan bangsa , sebagai penutup saya sadar bahwa masih banyak kekurangan pada diri saya , untuk itu bila ada kekuarnganya saya mohon maaf dan atas perhatian anda saya ucpakan terimakasih. Akhir kata selamat membaca.

Mari Meng “Ulul Al Baab” Kan Diri

Universitas Islam Negeri Malang memiliki logo berupa tulisan dengan menggunakan huruf Arab berbunyi �ulul al Baab�. Logo itu sudah menjadi milik dan bahkan kebanggaan semua warga kampus. Ketika menyebut UIN Malang maka yang tergambar, satu di antaranya, adalah sebutan �ulul al Baab� itu. Logo itu ada di semua simbul-simbul UIN Malang, seperti di bendera, stempel, jaket almamater, buku-buku terbitan UIN Malang dan bahkan di mobil dan lain-lain yang dibanggakan oleh warga kampus, tidak luput dari logo itu.

Kata Ulul al Baab sendiri diambil dari al Qur�an. Tidak kurang dari 16 ayat al Qur�an menyebut kata ini. Sedemikian agung maknanya, kata itu menggambarkan seseorang yang sempurna. Di antaranya ada pada surat Ali Imran 190-191. Pada ayat itu digambarkan bahwa penyandang Ulul al Baab �dala orang yang selalu berdzikir dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring, serta selalu memikirkan ciptaan Allah baik yang ada di langit maupun di bumi.

Penggunaan logo ini, sudah barang tentu memiliki maksud yang mulia. Yaitu, agar seluruh warga kampus, baik pimpinan, dosen, karyawan, mahasiswa dan bahkan seluruh alumni memiliki pribadi, watak, karakter sebagaimana yang tergambar pada simbul ini. Mereka di mana saja dan kapan saja sebagai penyandang identitas Ulul al Baab selalu ingat pada Allah swt., dan selalu memikirkan ciptaan-Nya. Orang selalu ingat pada Allah swt., akan selalu sadar keberadaannya, yaitu hanya ingin mengabdi pada-Nya. Hati mereka selalu diliputi oleh keimanan yang kokoh dan selalu melakukan sesuatu dengan kualitas yang terbaik, gemar beramal sholeh. Mereka akan selalu menghiasi dirinya dengan akhlak, sebagaimana dicontohkan oleh utusan-Nya, yaitu Muhammad saw.

Sebagai seorang penyandang Ulul al Baab, ia adalah sekaligus sebagai seorang ilmuwan, atau ulama� sejati. Ia selalu bertanya tentang ciptaan Allah yang dahsyad, yaitu alam dan jagad raya ini. Tidak henti-hentinya ia bertanya tentang apa, dari mana dan kemana semua ciptaan ini. Segala yang diciptakan oleh Allah dalam keadaan sempurna dan tidak ada yang sia-sia. Pergumulan dan penjelajahan pemikirannya, sebagai seorang penyandang Ulul al Baab, akan melahirkan sifat-sifat mulia, yaitu bersyukur, sabar, ikhlas, tawadhu�, tawakkal, istiqomah, dan selalu berserah diri hanya pada Allah swt.

Oleh karena itu, sesungguhnya yang dicita-citakan oleh UIN Malang melalui logo yang dicintai itu adalah agar melalui kampus ini terbangun pribadi-pribadi mulia, pribadi luhur dan pribadi yang dicintai oleh Allah swt., dan bukan sebatas pribadi yang kaya gelar akademik, apalagi dengan itu menjadi sombong dan angkuh. Yang diinginkan melalui UIN Malang adalah terbangunnya orang yang hatinya selalu ingat Allah swt, terpaut dengan masjid, selalu peduli sesama, menjadi manusia terbaik, yaitu yang selalu memberi manfaat bagi orang lain, penyandang ilmu dan akhlak mulia.

Sungguh mulia cita-cita ini. Maka, untuk mewujudkannya disusunlah konsep tarbiyatul ulul al baab. Selain itu dibangunlah kultur seperti selalu meninggalkan kegiatan apa saja tatkala terdengar seruan adzan dan segera menuju masjid untuk sholat berjama�ah, membaca al Qur�an bersama-sama, selalu beribadah, bekerja dan memberikan yang terbaik, membiasakan bersikap terbuka, adil dan Jujur, sabar, ikhlas dan istiqomah. Begitu indah cita-cita yang tertuang pada logo kampus ini, maka selayaknyalah kita wujudkan Ulul al Baab secara ber-sama-2, dengan mulai �dari diri kita masing-masing�.http://www.imamsuprayogo.com/viewd_artikel.php?pg=9