Umat Islam sudah lama mengidealkan pendidikan Islam.

Perhatian Penting Untuk Pembaca Artike.abajadun.com
  1. Isi artikel, berita dan materi http://www.artikel.abajadun.com di ambil dan sadur dari berbagai sumber .
  2. Hak cipta dari isi , artikel , berita dan materi lainya adalah menjadi hak milik dari sumber bersangkutan .
  3. Admin abajadun sama sekali tidak berniat membajak dari sumber manapun, semua artikel,berita dan isi merupakan catatan yang pernah say abaca untuk kemudian saya documentasikan di artikel.abajadun.com supaya bisadi baca teman teman dan sebagai media silaturrahmi dan berbagi informasi.
  4. Jika ada yang keberatan dengan pemuatan isi , berita ,artikel, gambar foto,video yang ada di artikel.abajadun.com silahkan anda hubungi saya dan saya tidak akan keberatan menghapus isi materi tersebut .
  5. Bagi pembaca yang ingin menyebarkan /menggunakan materi di artikel.abajadun.com saya persilahkan saja dengan mencantumkan sumber asli artikel .
Terakhir jika ada kebaikan dan keberhasilan , saya ucapkan syukur alhamdilillah , semoga semuanya bias memberi manfaat kepada kita semua baik untuk diri sendiri agama,nusa dan bangsa , sebagai penutup saya sadar bahwa masih banyak kekurangan pada diri saya , untuk itu bila ada kekuarnganya saya mohon maaf dan atas perhatian anda saya ucpakan terimakasih. Akhir kata selamat membaca.

Eksistensi Pendidikan Islam di Indonesia

Umat Islam sudah lama mengidealkan pendidikan Islam. Mereka kemudian membangun madrasah sejak tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah dan bahkan sampai tingkat perguruan tinggi. Sedemikian tinggi kepercayaan mereka bahwa lembaga pendidikan Islam mampu mengantarkan peserta didik menjadi manusia yang diedialkan, yakni menjadi orang beriman, beramal saleh serta akhlakul karimah.

Untuk membangun lembaga pendidikan, karena tingginya semangat yang mereka miliki, tidak peduli dengan keterbatasan tenaga, sarana dan juga dana yang digunakan untuk menyangga program yang dikembangkan itu. Akibatnya, tidak sedikit lembaga pendidikan yang dirintis dan dikelola masyarakat kondisinya sangat memprihatinkan. Proses pendidikan kemudian berjalan apa adanya. Mereka rupanya kepercayaan bahwa kegiatan pendidikan yang sebatas berlabel Islam itu agar mampu melahirkan lulusan yang lebih baik bilamana dibandingkan dengan lembaga pendidikan selain itu. Kualitas, seolah-olah hanya diukur dari label yang disandang, dan bukan menyangkut isi yang berhasil dikembangkan.

Dari fenomena lembaga pendidikan Islam ini, banyak hal yang dapat dikaji lebih jauh. Pertama, bagi umat Islam pendidikan adalah sesuatu yang dipandang sebagai kebutuhan mutlak, yang tidak bisa digantikan oleh lainnya. Yang dipentinghkan bagi mereka adalah berlabel Islam dan syukur lagi jika diikuti oleh kualitas yang sesungguhnya. Kedua, atgas dasar kecintaannya pada jenis lembaga pendidikan tersebut, masyarakat bersedia berkorban demi kelangsungan lembaga pendidikan tersebut. Ketiga, mereka masih lebih mengedepankan label, yaitu label Islam dari pada lainnya yang tidak menggunakan label itu sekalipun kualitasnya lebih tinggi.

Atas dasar kenyataan ini, maka siapapun pemimpin bangsa ini tidak akan bisa mengabaikan lembaga pendidikan Islam, apalagi melarangnya. Jika masyarakat pecinta lembaga pendidikan jenis ini merasa ditekan atau dihalangphalangi dalam mengembangkan pendidikan Iislam, maka dengan cara apapun mereka akan mencari jalan keluarnya. Dan justru dilarang atau dibatasi itu, maka semangat mereka akan lebih berkobar dan demikian pula ekesediaan berkorban untuknya semakin tinggi.