Updates from September, 2012 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • tituitcom 01.57 on 5 September 2012 Permalink  

    Mengapa orang berjalan sangat lambat kalau ramai 


    Mengapa orang berjalan sangat lambat kalau ramai
    Evy Siscawati

    Bayangkan ini. Kamu keluar kamar kosan karena gak tahan temanmu nelpon terus. Kamu memutuskan untuk antri tiket tapi kegencet. Untung dapat tiket. Akhirnya kamu naik ke mobil dan terjebak macet. Setelah terjebak macet, kamu jalan kaki untuk kembali ke kosan, karena kamu lupa saat meninggalkan kos tadi, kamu sedang memasak nasi dan lupa mematikan kompor. Kamu jalan secepatnya, tapi orang di depan kamu, alamak, lambatnya bukan main.
    Kali ini, matematikawan menemukan bahwa saat kerumunan semakin rame, orang yang berjalan kaki cenderung bergeser posisi sehingga mereka dapat saling berkomunikasi dengan temannya dalam lingkungan yang bising. Tapi biasanya kan kita jalan beriringan kayak bebek kalau lagi sepi. Di jalanan yang rame, kelompok orang justru berjalan membentuk huruf V. Orang yang di tengah paling belakang, dan orang yang paling pinggir berada paling depan.
    Dalam kerumunan pejalan kaki, 70rang yang ada merupakan anggota kelompok pertemanan yang berjalan bersama. Akibatnya, seluruh kerumunan menjadi melambat. Orang-orang pembuat lambat ini meniru bentuk corong loudspeaker agar suara mereka ngobrol lebih terdengar, bukannya meniru bentuk pesawat siluman atau kelompok angsa yang melaju cepat dengan formasi huruf V terbalik.
    “Kita hampir tidak ada bedanya dari domba saat ada dalam kerumunan. Apa yang membedakan kita hanya karena kita berinteraksi secara sosial. Berjalan mundur jelas tidak praktis, jadi kita membentuk formasi V atau U dengan mengorbankan kecepatan,” kata Moussaid, matematikawan yang menemukannya. Dalam kelompok, para peneliti menemukan juga kalau mereka yang meminta orang lain bergerak lebih cepat, justru memperburuk keadaan. “Kamu menyebabkan kekacauan. Kerumunan adalah sistem terorganisir secara mandiri, jadi kalau kamu tidak bekerja sama, sistemnya rusak dan kamu memperlambat semua orang,” kata Moussaid.
    Wah, jadi gimana. Kamu ternyata gak bisa memaksa orang didepan kamu untuk mempercepat jalannya. Ya, sudah, seharusnya kamu gak usah lewat jalan yang rame.
    Referensi : M. Moussaïd, N.Perozo, S. Garnier, D. Helbing, and G. Theraulaz. The walking behaviour of pedestrian social groups and its impact on crowd dynamics. PLoS ONE, 2010, 5(4):e10047

    Sumber : Fakta Ilmiah, 26 Februari 2012

     
  • tituitcom 01.09 on 29 July 2012 Permalink  

    On The Spot : 7 Penampakan Menghebohkan 

    7 Penampakan Yang Paling Menghebohkan menurut On The Spot :
    1. Penampakan Kuntilanak di panggung. Diceritakan bahwa kala itu sedang ada acara dengan penari diatas panggung. Tertangkap kamera bahwa di pojokan panggung terdapat 2 orang perempuan berambut panjang berbaju putih. Padahal disana seharusnya adalah tempat kosong. Hiii
    2. Penampakan Kuntilanak pas konses D’Massive di Papua. Sama seperti kejadian nomor 1, kuntilanak ini tertangkap kamera sedang berdiri di belakang gitaris D’Massive. Warga setempat percaya bahwa kuntilanak tersebut adalah penunggu daerah itu.
    3. Penampakan Arwah Michael Jackson. Nah ini sebenarnya cuma sekelebat bayangan. Entah kenapa kok bisa disebut penampakan Jacko.
    4. Lagi-lagi penampakan Michael Jackson. Kali ini di kap mobil, terdapat sebentuk wajah menyerupai Jacko (katanya), Kalo saya sih ngeliat itu adalah bayangan awan.
    5. Penampakan Tuyul di Bandung. Terlihat sangat jelas sekali tuyulnya. Entahlah ini beneran apa tipuan kamera.
    6. Penampakan wajah di dalam kebakaran. Seraut wajah terbentuk di dalam kobaran api. Hmmm
    7. Awan putih vertikal panjang. Menurut mascipul inilah yang mempunyai penjelasan yang paling ilmiah diantara ke 6 penampakan lainnya. Liat aja deh videonya.

       
    1. tituitcom 22.34 on 25 July 2012 Permalink  

      Cerita Tentang Manusia Kerdil Bagian II 

      JANGAN DI HAPUS

      Cerita Tentang Manusia Kerdil Bagian II

      Kulalo bertanya kepada papanya: “Apakah kekuatan misteri alam semesta?” setelah mendengar anaknya bertanya dia mengelengkan kepalanya menjawab: “Itu adalah misteri yang mempunyai kekuatan, disebut misteri sudah tentu tidak dapat dikatakan pada orang lain.”

      Kulalo berpikir, mungkin saja papa juga tidak mengerti apa itu?.

      Sehabis makan malam, teman baiknya Lalito mengajaknya ke suatu pertemuan, pertemuan kecil begitu sangat sering dilakukan, penduduk di sekitar lapangan menaruh meja dan memasang lampu, dan banyak makanan yang enak-enak. Lalito meninggalkan Kulalo menari dengan orang lain, Kulalo kemudian mengobrol dengan teman sebentar dan melihat ke sekeliling lapangan melihat papanya sedang bermain kartu dengan teman-temannya. Kulalo merasa bosan dan berpikir: “Lebih baik saya pergi melihat keadaan Dodo sekarang?” memikirkan gadis kecil ini membuat Kulalo tersenyum sendiri.

      Kulalo sampai di rumah Dodo, Kulalo berpikir : “Dodo mungkin sudah tidur?, hi…hi…, saya membangunkannya……aku akan gelitiki dia……”

      Kulalo memandang keadaan di sekelilingnya, hanya terlihat seorang anak lelaki kecil duduk dengan diam-diam di pinggir meja, tidak melakukan apapun.

      “Ada apakah kamu ke sini?” anak lelaki kecil ini bertanya.

      Kulalo kaget, dengan ketakutan dalam hati berpikir : “Dia sedang berbicara dengan sayakah ? Saya bersembunyi di belakang jendela, kenapa dia mengetahui keberadaanku ?”

      “Dapatkah kamu ke luar sebentar? Di dalam kamar ini hanya saya sendiri, saya tidak akan menyakitimu .”

      Kulalo dengan heran berpikir : “Wah, dia selain melihat saya, juga mengetahui apa yang saya pikirkan!” Kulalo dapat merasakan anak lelaki kecil ini adalah seorang yang baik hati dan seorang yang istimewa. Kulalo dengan malu-malu dari jendela mendekati anak kecil tersebut kemudia bertanya dengan suara perlahan : “Bagaimana kamu mengetahui saya berada di sini ?”

      Anak lelaki kecil berkata :”Saya juga tidak tahu, begitu hati saya berpikir saya sudah mengetahui. Kamu adalah orang kerdil ?”

      Kulalo dengan kaget membuka mulutnya lebar-lebar : “Bagaimana kamu mengetahuinya ?”

      Anak lelaki kecil menjawab : “Ehm, saya adalah adik Dodo, yang bernama Dada, hari itu sewaktu kamu datang ke kamar Dodo mengobati Dodo, sebenarnya saya di kamar sebelah merasakan kehadiran kamu.”

      Kulalo dengan heran berkata “Merasakan, perasaan yang bagaimana ?”

      Dada menjawab : “Ehm, pada saat itu saya mendengar ada suara di kamar Dodo, saya ingin mengetahui apa yang terjadi dengan Dodo, sebab itu, dalam hati berpikir dan saya sudah mengetahuinya.”

      Kulalo dengan heran berpikir, dalam masyarakat orang kerdil juga terdapat orang yang demikian, karena indra keenam mereka sudah tinggi, sehingga mereka mempunyai kemampuan mengetahui apa yang dipikirkan orang lain, tidak disangka dalam masyarakat manusia biasa juga ada orang yang demikian.

      Kulalo teringat Dodo : “Oh ya, di mana Dodo sekarang ?”

      Dada menundukkan kepalanya, berpikir sebentar dan dengan sedih hati menjawab : “Kakak sudah lari dari rumah.”

      Kulalo menjerit : “Lari dari rumah ? Ada kejadian apa sebenarnya? “

      Dada menjawab : “Keesokan harinya kakak bangun tidur, luka di badannya sudah tidak sakit. Tetangga merasa heran, mereka berpikir kakak adalah iblis, karena lukanya dalam semalam sudah sembuh? Kemudian, papa mengetahui, dia menghendaki kakak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Karena kakak tidak bisa mengatakan tentang orang kerdil, karena itu dia tidak menjawab, papa hendak memukulnya, kakak merasa takut dan lari dari rumah. Saya mengetahui kamu akan datang melihat kakak, karena itu saya menunggu kamu di kamar kakak.”

      Kulalo berkata: “Kenapa Dodo tidak memanggil nama saya, saya akan datang menolongnya, Dodo sendirian akan ke mana?”

      Dada menjawab: “Saya hanya merasa kakak akan pergi ke suatu tempat yang siang malam penuh dengan sinar matahari, saya juga tidak mengetahui tempatnya di mana ?”

      Kulalo menggerutu: “Suatu tempat yang siang malam penuh sinar matahari ? Saya merasa sangat akrab dengan tempat itu?”

      Kulalo sambil menundukkan kepala berjalan ke sana ke mari.

      Tiba-tiba, Kulalo dengan gembira berteriak: ”Ah, saya mengetahui tempat itu !”

      Ketika papa menanyakan keadaan luka yang begitu cepat sembuh, Dodo sebenarnya tidak mau berbohong! Tetapi jika dia mengatakan yang sebenarnya, dia akan merasa mengkhianti temannya karena sudah berjanji tidak akan berbicara, dalam keadaan demikian Dodo tidak tahu apa yang harus dilakukannya, maka dia lari dari rumah.

      Kulalo akan berkata: “Lain kali jika kamu memerlukan bantuan, hanya dengan hati yang tenang menyebut nama saya, saya akan mendengarnya …..”

      Dodo teringat perkataan Kulalo tersebut, sangat ingin berteriak memanggil Kulalo, tetapi setelah berpikir kembali: “Tidak boleh, jika tidak hati-hati diketahui orang lain bisa bahaya, lebih bagus saya tidak memanggilnya.”

      Dodo merasa lebih baik dia sengsara sedikit tidak apa-apa, jangan karena dia hanya memikirkan diri sendiri, menyebabkan orang lain mendapat kesusahan, dia akan sangat sedih.

      Dodo memutarkan kepalanya memandang ke sekelilingnya, selain hutan, rerumput, bulan purnama di atas langit, tidak ada tempat persembunyian. Kemudian Dodo melihat sebuah batu besar di balik rumput, Dodo dalam hati berpikir: “Batu yang begitu besar, jika anak-anak bermain-main di sini tidak melihat batu tersebut dan tersandung gimana? Lebih baik saya memindahkannya ke dekat pohon besar itu !”

      Kemudian dodo dengan sekuat tenaga mendorong batu besar tersebut ke arah pohon, tetapi, karena batunya terlalu berat, Dodo mengeluarkan seluruh tenaganya sampai kecapekan batu tersebut hanya bergerak sedikit. Di saat Dodo sudah putus asa berpikir akan melepaskan niatnya, pada saat itu dia teringat pada Kulalo sewaktu dia terluka, bukankah Kulalo dengan sekuat tenaga mendorong mangkok, hanya untuk mengobati lukanya? Dodo dalam hati berpikir :”Jika Kulalo bisa, saya juga harus bisa !”

      Ketika berpikir sampai ke sana, tiba-tiba batunya terasa sangat ringan, sehingga dengan cepat dia dapat memindahkan batu tersebut. Dia merasa heran, dengan tubuh oleng dia merasa terjatuh, tetapi ajaib, Dodo bukan jatuh di atas tanah, tetapi terjatuh di sebuah terowongan yang dalam di bawah tanah.

      Pada saat terjatuh, dia merasakan tubuhnya menjadi sangat ringan, bagaikan mempunyai sayap, dengan lembut Dodo terjatuh di tanah. Dodo sangat kaget : Wah, sangat indah sekali ! Bukankah sekarang malam hari ? Kenapa tempat ini terang benderang disinari matahari?”

      Tiba-tiba, sebuah teriakan membuat Dodo terkejut, tidak, sebenarnya kemunculan Dodo yang membuat orang kerdil ini kaget. Dalam sekelompok ini terdapat lebih dari 10 orang kerdil, kemudian dalam sekejap, orang-orang kerdil ini mengetahui ada manusia biasa yang datang ke tempat orang kerdil. Orang-orang kerdil tersebut menjadi panik, dengan suara ribut membawa obor mengelilingi Dodo.

      Dodo setelah melihat orang kerdil tersebut, menjadi sangat gembira! Dalam hati dia berpikir “Apakah Kulalo ada di antara kerumunan orang?” Akhirnya Dodo bertanya dengan suara lembut :”Bolehkah saya bertanya ?” membuat orang kerdil tersebut terpaku sebentar “Apakah Kulalo ada di sini?”

      Papa dan mama Kulalo yang berada di antara kerumunan orang tersebut saling memandang, dengan curiga bertanya :”Kulalo? “ papanya menanyakan pada mamanya “Kulalo, bukankah anak kita ?” Pada saat mereka semua kebingungan, bayangan badan Kulalo dari jauh muncul sambil berlari dan berteriak : “Dodo! Dodo! Saya berada di sini!”

      Setelah mendengar suara Kulalo, sambil berlutut Dodo menyambut kedatangan Kulalo : “Kulalo, bagaimana kamu mengetahui saya berada di sini?” Kulalo dengan napas yang tersengal-sengal, tertawa dengan kedua pipi yang merah menjawab: “Karena saya telah bertemu dengan adikmu Dada, dia juga sekarang berada di sini, dia yang mengatakan kamu lari dari rumah, dan dia merasakan kamu berada di suatu tempat yang siang malam disinari matahari, oleh sebab itu saya mengetahui kamu berada di sini.”

      Pada saat ini kedua orang tua Kulalo menariknya dan berkata : “Ada apa sebenarnya ini?” takut Kulalo disalahkan orang tuanya, Dodo dengan segera berkata : “Kalian jangan menyalahkan Kulalo, semua ini adalah kesalahan saya!”

      Kulalo melihat Dodo sambil menunduk meminta maaf, kemudian dia membantu Dodo berbicara : “Bukan, bukan kesalahan Dodo, Dodo adalah seorang gadis yang baik hati, karena saya ……”

      Ketua orang kerdil berbicara : “Kulalo, kami bukan menyalahkan kamu, kami berpikir, kamu harus menceritakan apa yang terjadi pada kami semuanya”

      Kulalo berjalan ke depan Ketua, sambil mengaruk kepalanya dengan malu-malu berkata :
      “Maaf, saya menyebabkan kalian semua cemas, saya akan menceritakan keadaan sebenarnya……..”

      Ketika Kulalo selesai berbicara, mereka semuanya terdiam dengan pikiran masing-masing. Pada saat itu Lalito dengan sedih berkata : “Saya bersalah, saya sebenarnya mengetahui Dodo tidak bersalah, tetapi karena saya penakut, tidak berani berbicara yang sebenarnya, jika pada saat itu saya mempunyai keberanian yang sama dengan Kulalo dan saya tidak menarik Kulalo pulang, mungkin Dodo tidak akan dipukuli demikian parah !” (Bersambung)

       
    2. tituitcom 23.17 on 22 July 2012 Permalink  

      Buku Ajaib 

      (Erabaru.or.id) Dahulu kala, ada sebuah desa yang bernama “Desa bodoh”, kenapa desa ini dinamakan desa bodoh? Karena penduduk yang tinggal didesa ini sangat bodoh, karena terlalu bodoh untuk menghitung 1 + 1 = 2 saja mereka tidak bisa. Mereka selalu menjadi bahan tertawaan penduduk desa lain, sehingga penduduk desa bodoh menjadi minder tidak berani keluar dari desa mereka untuk bertemu dengan orang lain.

      Tetapi di desa bodoh ini terdapat seorang yang sangat pintar bernama cendekiawan, dia bisa menjawab semua pertanyaan penduduk desa bodoh ini. Penduduk desa sangat menghargai cendekiawan, setiap ada masalah yang berhubungan dengan dunia luar penduduk desa selalu meminta pendapatnya. Tetapi dia sangat sombong dan sangat malas. Dia selalu memerintah penduduk desa bodoh mengerjakan pekerjaannya, makanan dan minumannya juga disediakan oleh penduduk desa bodoh ini. Tetapi penduduk desa bodoh ini sangat baik, mereka tidak menganggap cendekiawan memperalat mereka, mereka selalu berpikir “sungguh bahagia! Dapat membantu orang lain!”

      Kenapa cendekiawan di desa bodoh ini bisa sangat pintar? Semua ini ada sebabnya, rupanya cendekiawan adalah seorang utusan dari penduduk “Desa Pintar” untuk mencari buku ajaib. Karena mereka mendapat kabar bahwa di desa bodoh terdapat sebuah buku ajaib. Didalam buku ini berisi sangat banyak pengetahuan, setiap orang yang membaca buku ini akan mendapat kepintaran yang tak terduga. Buku tersebut adalah peninggalan dewa pelindung desa bodoh untuk penduduk desa bodoh. Tetapi penduduk desa sangat bodoh sehingga mereka tidak mengetahui peninggalan ini. Sebuah buku yang begitu ajaib dibiarkan disana sungguh mubazir! Seharusnya buku ini diberikan kepada penduduk desa pintar. Dengan demikian dapat membuat buku ajaibnya menjadi lebih berharga! Sehingga mereka mengutus cendekiawan untuk datang ke desa bodoh mencari buku ajaib ini supaya dapat dibawa pulang ke desa pintar.

      Tidak berapa lama setelah cendekiawan datang ke desa bodoh dia sudah mengetahui bagaimana mendapatkan buku ajaib tersebut. Rupanya cara menemukan buku ajaib ini sangat gampang yaitu pergi ke tepi danau dekat pengunungan, menghadap ke danau dan berteriak “Buku ajaib! Buku ajaib! Cepat keluar!” maka buku ajaib akan muncul kepermukaan danau. Dengan mencuri-curi setiap malam Cendekiawan datang ke tepi danau membaca buku ajaib ini. Sudah pasti dia tidak bermaksud membawa pulang buku ajaib ini ke desa pintar. Jika setiap orang didesa pintar sudah membaca buku ajaib ini, maka dia bukan merupakan seorang yang paling pintar lagi demikianlah dia berpikir. Sehingga dia membohongi orang didesa pintar bahwa dia tidak dapat menemukan buku ajaib. Sedangkan dirinya sendiri tinggal didesa bodoh tidak bermaksud pulang kembali ke desa pintar lagi.

      Pada suatu malam, cendekiawan dengan mencuri-curi berjalan pergi ke tepi danau. Bersamaan, tetangganya Si Tolol keluar dari rumah hendak ke belakang, dia melihat cendekiawan malam-malam sendirian berjalan ke tepi danau, dan Si Tolol sangat khawatir dan berkata kepada dirinya sendiri, “Sudah tengah malam cendekiawan hendak pergi kemana? Bagaimana jika digigit ular? Tidak boleh kubiarkan cendekiawan sendiri berjalan ke tepi danau, sangat berbahaya. Saya akan mengikutinya.”

      Si Tolol mengikuti dia terus sampai ditepi danau dekat pengunungan, dia tidak berani terlalu dekat dengan cendekiawan karena dia takut akan membuat cendekiawan terkejut. Sehingga dia hanya dibelakang cendekiawan mengikutinya dan dia bermaksud melindungi cendekiawan jika terjadi sesuatu. Setelah sampai di tepi danau dia mendengar cendekiawan berkata “Buku ajaib! Buku ajaib! Keluarlah!” diatas danau muncullah sebuah benda. Si Tolol berpikir cendekiawan tentu kelaparan, saya sendiri juga kelaparan sebentar lagi saya juga pergi meminta makanan. Rupanya Si Tolol sama sekali tidak mengerti apa itu buku ajaib. Dia berpikir didalam buku ajaib berisi makanan lezat. Cendekiawan sangat lama masih belum meninggalkan tempat ini, sehingga Si Tolol menunggu-nunggu sampai ketiduran.

      Begitu Si Tolol terbangun, dia melihat cendekiawan telah meninggalkan tempat itu. Dan dia berkata, “sekarang giliran saya yang makan!” dan dia sambil berlutut ditepi danau dia berteriak “Buku ajaib! Buku ajaib! Keluarlah!” akhirnya muncullah sebuah benda yang berat dari dasar danau. Begitu Si Tolol membukanya dia melihat sebuah buku yang bersinar–sinar muncul dihadapannya. Si Tolol yang sama sekali tidak pernah berlajar membaca dapat membaca setiap huruf di buku ajaib ini. Setiap huruf dari buku ajaib ini langsung masuk kedalam otaknya, Si Tolol merasa sangat bahagia. Dia terus menerus membuka setiap lembar buku ajaib, dengan tiba-tiba dia merasa dia menjadi sangat pintar dan mengerti semua makna yang terdapat dibuku ajaib ini. Pikirannya menjadi jernih dan bersemangat, dia merasa buku ini sangat bagus dan ajaib, dia berpikir, “saya harus memberitahukan seluruh penduduk desa.” Begitu dia selesai membaca buku ini hari telah terang, dia lari pulang kedesa dan memberitahukan kepada seluruh penduduk desa untuk datang ke tepi danau membaca buku ajaib ini.

      Cendekiawan sedang tidur mendengar suara ribut-ribut diluar, dalam hatinya dia memaki, “benar-benar sekumpulan manusia tolol berbuat hal yang tolol” lalu dia tidur kembali tanpa memperdulikan mereka.

      Seluruh penduduk desa bodoh berkumpul ditepi danau, lalu Si Tolol berkata,“buku ajaib! Buku ajaib! Keluarlah!” didepan semua orang buku ajaib muncul. Begitu Si Tolol membuka buku tersebut secara ajaib huruf dibuku tersebut berubah menjadi besar sehingga seluruh penduduk dapat membaca dengan jelas, sambil membaca air mata mereka terus mengalir mereka berkata “rupanya begitu banyak hal yang kami tidak tahu ! rupanya buku ini mempunyai sebuah keajaiban yaitu orang yang hatinya tulus dan baik dapat mengetahui lebih banyak isi buku tersebut, sehingga setiap orang yang membaca buku ini mempunyai pengertian yang berbeda-beda sesuai dengan kebaikan hatinya, makin baik hatinya dia akan mengetahui lebih banyak makna yang terkandung dalam buku tersebut, orang yang seperti cendekiawan yang egois hanya mengerti sedikit permukaan tanpa memahami makna sebenarnya yang terkandung dalam isi buku, hanya bisa menjadi sedikit lebih “pintar”, tanpa mendapatkan “kecerdasan” yang sebenarnya.

      Penduduk desa kembali ke desa dengan hati yang puas, mereka tidak tamak, dan berjanji mereka bersama-sama setiap pagi akan datang ke tepi danau membaca buku ajaib. Lama kelamaan cendekiawan menyadari bahwa penduduk desa makin lama makin pintar, itu yang paling ditakutinya. Karena jika mereka semua berubah menjadi pintar dia sendiri sudah tidak berharga lagi di desa ini. Dengan hati geram dia lalu bertanya kepada Si Tolol, “kenapa penduduk desa sekarang tidak sama lagi?” rupanya selama ini dia tidak pernah bertanya suatu pertanyaanpun kepada orang lain, Si Tolol menjawab, “ini semua adalah berkat jasa kamu, sehingga penduduk desa menjadi pintar.” Lalu Si Tolol menceritakan asal mula penduduk desa menemukan buku ajaib, mendengar cerita Si Tolol muka cendekiawan langsung berubah menjadi pucat dalam hatinya berpikir, “kenapa bisa begitu? Kenapa bisa begitu?” Dia semakin menyadari sekarang penduduk desa sekarang sudah tidak memerlukan dia lagi, mereka dapat sendiri untuk berkomunikasi dengan penduduk desa lain.

      Sudah pasti, cendekiawan tidak dapat menerima hal yang demikian, oleh karena itu timbul niat jahatnya. Pada malam hari dengam mencuri-curi dia pergi ketepi danau, setelah buku ajaib muncul dia memasukan buku ajaib didalam sebuah kalung, lalu dengan tergesa-gesa keluar dari desa bodoh. Begitu keluar dari desa bodoh dia berpikir, “sekarang penduduk desa bodoh sudah tidak memerlukan saya lagi, saya akan kembali ke desa pintar membawa buku ajaib supaya mereka bangga dengan saya.”

      Setelah sampai di desa pintar, seluruh penduduk desa berebut untuk melihat buku ajaib, setelah keadaan agak tenang, cendekiawan lalu membuka buku ajaib. Tetapi begitu buku ajaib terbuka didalamnya kosong tidak ada huruf sama sekali, rupanya begitu buku ajaib keluar dari desa bodoh dia akan menjadi tidak berguna lagi. Seluruh penduduk desa pintar merasa dibohongi lalu mengusir cendekiawan dari desa pintar.

      Cendekiawan dengan lesu memeluk buku ajaib dalam hati berkata, “buku ini sudah tidak berguna lagi bagi saya, sebaiknya saya kembalikan kepada penduduk desa bodoh!” Pada dasarnya cendekiawan mempunyai sebuah hati yang baik, tetapi karena pendidikan dan masa pertumbuhannya didesa pintar yang penduduknya bersifat egois dan licik sehingga merubah sifat dasarnya menjadi jelek. Sekarang dia rindu kepada penduduk desa bodoh yang baik hati, apakah mereka akan memaafkannya?

      Begitu dia sampai di desa bodoh, penduduk desa dengan gembira menyambutnya, rupanya mereka sibuk mencari dia. Lalu cendekiawan memberitahukan kepada mereka dia telah mencuri buku ajaib, tetapi penduduk desa memaafkannya, mereka berkata cendekiawan dapat dengan selamat kembali ke desa, mereka sudah merasa gembira. Melihat kebaikan penduduk desa bodoh cendekiawan sampai terharu menetes air mata, dalam hati berjanji akan berbuat lebih banyak kebaikan untuk penduduk desa ini.

      Setiap hari semua penduduk desa beramai-ramai datang ketepi danau membaca buku ajaib, lama kelamaan seluruh penduduk desa menjadi pintar semua sehingga nama desa bodoh tidak ada lagi dan muncul sebuah desa baru yang bernama “desa cerdas.”

      (Sumber Minghui.net)

       
    c
    Compose new post
    j
    Next post/Next comment
    k
    Previous post/Previous comment
    r
    Balas
    e
    Sunting
    o
    Show/Hide comments
    t
    Pergi ke atas
    l
    Go to login
    h
    Show/Hide help
    shift + esc
    Batal