Updates from Agustus, 2012 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • tituitcom 22.17 on 24 August 2012 Permalink  

    Nyai Ratu Kidul Versi Kerajaan Munding Wangi 

    Dahulu kala hidup seorang puteri kerajaan Munding Wangi
    bernama Kadita. Saking cantiknya maka ia dijuluki Dewi Srengenge
    (Dewi Matahari). Namun Raja Munding Wangi belum puas dan
    bersedih sebab ia mengharapkan anak laki-laki. Lalu sang Raja
    mengawini seorang puteri yang bernama Dewi Mutiara.
    Dewi Mutiara merasakan Dewi Srengenge sebagai ganjalan cita-
    citanya, sebab Dewi Mutiara menginginkan anaknya kelak yang
    menjadi raja di Munding Wangi. Maka Dewi Mutiara meminta

    kepada Raja untuk menyuruh Dewi Srengenge pergi dari istana.
    Tapi permintaan itu ditolak oleh Raja.
    Suatu hari Dewi Mutiara mengutus pembantunya untuk
    menyewa jasa seorang dukun untuk mengutuk Dewi Srengenge agar
    tubuhnya menjadi gatal-gatal dan kudisan. Maka Dewi Srengenge
    berubah menjadi puteri yang buruk rupa dan berbau tidak sedap.
    Mengetahui kondisi puterinya seperti itu maka Raja Munding
    Wangi mengundang seluruh tabib istana untuk mengobati puterinya
    tersebut, namun segala daya tidak berhasil menyembuhkan Dewi
    Srengenge. Dengan keadaan putus asa seperti itu datang pengaruh
    dan hasutan dari Dewi Mutiara agar sang Raja mengusir puterinya
    itu dari istana. Maka Raja Munding Wangi akhirnya mengirimkan
    Dewi Srengenge ke luar kerajaan.
    Dewi Srengenge dengan tabah menjalani penderitaannya dan
    tidak mempunyai dendam kepada ibu tirinya, Dewi Mutiara. Ia
    berdoa agar Tuhan mendampingi dan melindunginya dalam
    penderitaan tersebut. Ia berjalan terus, hingga akhirnya sampai ke
    Laut Selatan. Ajaibnya, ketika kulitnya tersentuh air Laut Selatan
    tiba-tiba sembuh, maka ia mandi dan dengan itu pula sakit kulitnya
    sembuh. Akhirnya Dewi Srengenge menjadi penguasa Laut Selatan
    (Nyai Ratu Kidul).

     
  • tituitcom 22.12 on 24 August 2012 Permalink  

    Nyai Ratu Kidul Versi Kerajaan Pajajaran 

     Alkisah, di kerajaan Pajajaran dahulu ada puteri raja yang mempunyai penyakit kulit bersisik dan seluruh tubuhnya buruk tak terawat.

    Alkisah, di kerajaan Pajajaran dahulu ada puteri raja yang
    mempunyai penyakit kulit bersisik dan seluruh tubuhnya buruk tak
    terawat. Suatu saat puteri tersebut diusir oleh saudara-saudaranya
    dari kerajaan sebab mereka malu mempunyai saudara yang buruk
    rupa. Lalu sang Puteri pergi  ke Laut Selatan dan karena
    kesedihannya ia menceburkan diri  ke laut. Selanjutnya di Laut
    Selatan inilah sang Puteri memperoleh kesembuhan, sampai
    akhirnya menjadi penguasa Laut Selatan.
    Suatu hari kerajaan Pajajaran mengadakan upacara di Pelabuhan
    Ratu. Maka munculah Ratu Kidul yang mengabarkan bahwa dirinya
    adalah puteri kerajaan Pajajaran yang dahulu diusir saudara-
    saudaranya dan kini menjadi penguasa Laut Selatan.
    Kisah versi C tersebut mungkin sama dengan kisah Versi Kerajaan Munding Wangi di
    bawah ini.

     
  • tituitcom 20.51 on 24 August 2012 Permalink  

    Beberapa contoh Kepercayaan Nyai Ratu Kidul di Tanah Jawa 

     contoh-contoh tentang kepercayaan terhadap Nyai Ratu Kidul di tanah Jawa ini.

    Saya akan memberikan contoh-contoh tentang kepercayaan
    terhadap Nyai Ratu Kidul di tanah Jawa ini. Contoh ini hanyalah
    sejumlah kecil dari fakta di masyarakat Jawa, diantaranya:

    a.  Dalam Serat Wedatama karya Mangkunegoro IV (1853-1181)
    terdapat syair sebagai berikut:
    Wikan wengkuning samudra
    Kederan wus den ideri
    Kinemat kamoting driya
    Rinegem kagegem dadi
    Dumadya angratoni
    Nenggih kang Ratu Kidul
    Ndedel nggayuh gegana
    Umara marak marepek
    Sor prabawa lan Wong Agung Ngeksiganda

    Kurang-lebih terjemahannya sebagai berikut:
      Mengetahui batas samudera
      Semuanya telah dijelajahi
      Dipesonanya masuk ke kalbu
      Tergenggam digenggam jadi
     Jadilah yang menguasai
     Yaitu Ratu Kidul
      Terbang mencapai angkasa
      Lalu datang menghormat
     Kalah perbawa dari Orang Besar Mataram (Sutowijoyo).
     
    b.  Di Keraton Jogjakarta diciptakan tari Bedaya Lambangsari dan
    Bedaya Semang yang dilakukan untuk menghormati Nyai Ratu
    Kidul. Tiap tahun Sultan Jogja mengadakan ulang tahun (menurut
    tahun Saka) di Pantai Selatan. Di sebelah Barat Keraton Jogja juga
    didirikan bangunan di komplek Taman Sari (Istana Bawah Air) yang
    dinamakan Sumur Gumuling, yang diyakini sebagai tempat
    pertemuan antara Sultan Jogja dengan Nyai Ratu Kidul.
    (anglefire.com, 2004). 
    Bandingkan dengan Gedung Putih di Washington D.C.! Gosip
    asmara  penguasanya bukan dengan Dewi Hantu, tapi dengan
    sekretaris kepresidenan.
    Keraton Jogjakarta mempunyai hubungan erat dengan Laut Selatan
    dilihat dari praktek keagamaan, seperti upacara labuhan. Masyarakat
    Jawa mempercayai adanya lampor, yaitu perjalanan makhluk halus
    yang saling berkunjung. Lampor itu ditandai dengan suara ribut
    gemerincing (Y. Argo Twikromo, tembi.org, 2004).

    c.  Di Surakarta, dibangun Panggung Sanggobuwono yang dipercaya
    sebagai tempat pertemuan Nyai Ratu Kidul dengan raja-raja
    Surakarta. Panggung itu dibuat pada tahun 1782 Masehi
    (jawapalace.org, 2004). 
    Jadi, jaman sekarang ini Nyai Ratu Kidul harus sibuk membagi
    waktu untuk menjadi isteri raja Jogja (Hamengku Buwono), raja
    Surakarta (Paku Buwono), raja Adikarto atau Pakualaman (Paku Alam) dan penguasa Mangkunegaran (Mangkunegoro) yang sama-
    sama raja-raja keturunan Sutowijoyo?

    d.  Komunitas nelayan di Pantai Pangandaran Jawa Barat setiap bulan
    Suro (Muharam) mengadakan hajat larung sesaji untuk
    dipersembahkan kepada Nyai Ratu Kidul. Untuk membiayai hajat
    sesaji tersebut dilakukan penarikan iuran kepada para anggota KUD
    sebesar 0,25 % dari nilai hasil tangkapan ikan setiap kali melaut.
    Nilai seluruh iuran tahun terakhir waktu itu (1998) mencapai  Rp.
    30 juta (indomedia.com, 2004). 
    Jer basuki mawa bea  untuk mistik. Nelayan Pangandaran
    mengharapkan basuki (keselamatan) dari Nyai Ratu Kidul.

    e.  Di Hotel Samudra Beach, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, ada kamar
    nomor 308 yang khusus, terdapat lukisan Nyai Ratu Kidul dan
    perangkat sesajen, kosmetika, dan tempat tidur. Kamar 308 itu
    dipercayai sebagai tempat singgah Nyai Ratu Kidul. Manajemen
    Samudra Beach Hotel mempunyai alasan bahwa itu hanya
    pertimbangan bisnis (Ahmad Zulfan, egroups.com, 1999).
    Ini berarti bisnis hotel tersebut memanfaatkan animo calon
    konsumen yang percaya dengan Nyai Ratu Kidul atau para penganut
    kepercayaan mistik. 

    f.  Dalam berita Media Indonesia, 23 Oktober 1999 ditulis bahwa
    lukisan Nyai Ratu Kidul (Nyi Roro Kidul) menghiasi ruang Wakil
    Presiden di Istana Kepresidenan. Waktu itu yang baru menjadi
    wakil presiden adalah Megawati Soekarnoputri sedang melihat-lihat
    calon kantornya itu (Yoyok P. H., hamline.edu, 1999). 
    Kenyataan itu tidak otomatis bisa ditafsirkan bahwa wakil presiden
    sebelumnya adalah pemuja Nyai Ratu Kidul. Tapi apa salahnya jika
    dikatakan: Pemasang gambar atau penyuruhnya, suka dengan
    lukisan Nyai Ratu Kidul. Selanjutnya terserah pembaca untuk
    menafsirkannya sendiri.

    g.  Kepercayaan luas masyarakat Jawa tentang larangan memakai
    pakaian warna hijau jika jalan-jalan di Pantai Selatan.
    h.  Banyak kasus para wisatawan di pantai Selatan terseret ombak dan
    tenggelam, yang selalu dipercaya masyarakat; karena dibawa oleh
    Nyai Ratu Kidul.

     
  • tituitcom 20.34 on 24 August 2012 Permalink  

    MUNCULNYA KISAH NYAI RATU KIDUL 

     Ada beberapa penyebutan, untuk menyebut nama penguasa Laut Selatan Pulau Jawa (Samudera Hindia) yang dipercaya oleh masyarakat Jawa.  Nyi Roro Kidul, Nyai Roro Kidul, Nyi Loro Kidul, Nyai Loro Kidul, Nyi Ratu Kidul atau Nyai Ratu Kidul. Saya tidak akan mengulas perbedaan lafal tersebut

    MUNCULNYA KISAH NYAI RATU KIDUL
    Ada beberapa penyebutan, untuk menyebut nama penguasa
    Laut Selatan Pulau Jawa (Samudera Hindia) yang dipercaya oleh
    masyarakat Jawa.  Nyi Roro Kidul, Nyai Roro Kidul, Nyi Loro Kidul,
    Nyai Loro Kidul, Nyi Ratu Kidul atau Nyai Ratu Kidul. Saya tidak akan
    mengulas perbedaan lafal tersebut. Sebab, “Nyai” adalah panggilan untuk
    perempuan Jawa dari kaum strata atas, yang maksudnya juga sama
    dengan “Nyi.”  Nama “Roro”  juga dimaksudkan sama dengan “Loro”
    adalah sebutan nama untuk seorang puteri. Maka ada puteri-puteri
    bangsawan Jawa dengan nama Roro Jonggrang, Roro Mendut dan
    sebagainya. Untuk mudahnya, saya memilih salah satu lafal namanya,
    yaitu: NYAI RATU KIDUL. 
    Cerita Nyai Ratu Kidul yang dipercayai oleh kebanyakan orang
    Jawa tradisional itu sampai sekarang masih menimbulkan kontroversi.
    Ada yang mempercayainya, dan bahkan mengaku pernah bertemu, dan
    banyak juga yang hanya menganggap sebagai dongeng belaka.
    Kepercayaan kepada Nyai Ratu Kidul itu tidak hanya  dimonopoli oleh
    masyarakat tradisional, tapi juga oleh intelektual modern, terutama para
    peminat mistik Jawa. Apakah Nyai Ratu Kidul merupakan kisah nyata,
    atau karangan pujangga untuk tujuan murni hiburan rakyat seperti
    layaknya kisah atau dongeng, ataukah sebuah karya dongeng dari
    pujangga atas pesanan penguasa demi tujuan politik, ataukah dongeng
    itu adalah karya penguasa sendiri untuk digunakan menjaga kemapanan
    posisi politiknya? Mengingat, kisah Nyai Ratu Kidul melibatkan tokoh
    manusia; Sutowijoyo, raja muslim Mataram yang bergelar Panembahan
    Senopati itu. Sebelumnya, belum pernah ada cerita raja muslim yang
    nekat kawin dengan ratu lelembut.

     
  • tituitcom 21.37 on 28 July 2012 Permalink  

    Ayam Goreng 

    Ayam Goreng

     




    Bahan – Bahan :

    1 ekor ayam agak besar
    1/2 kg kacang mede
    3 s.m wijen
    minyak untuk menggoreng

    bumbu-bumbu :

    1 s.m gula & ang ciu
    2 s.m tepung maizena
    1 s.t garam
    1/2 s.t lada
    1 btr telur

    Cara memasaknya :

    1. Bersihkan ayam dan buang tulangnya, masukkan bumbu-bumbunya diamkan selama 15 menit

    2. Siapkan kacang mede yang sudah dicincang halus, dan wijen dalam sebuah piring lalu lumuri ayamnya.

    3. Panaskan minyak dalam kuali, setelah panas masukkan ayamnya dan digoreng sampai warna kuning kecoklat-coklatan.

    4. Dapat dihidangkan dengan sambal bajak atau saus tomat

     
  • tituitcom 22.41 on 25 July 2012 Permalink  

    Dongeng Dewa Dapur 

    JANGAN DI HAPUS

    Dewa Dapur
    Dahulu kala tersebutlah seseorang yang bernama Zhao Wangye bermarga Zhang, sebenarnya dia seorang yang bertingkah laku buruk dan selalu melakukan kejahatan, tapi, mengapa Maharaja Giok (dewa tertinggi dalam agama Tao) mengizinkannya menjadi Zhao Wangye atau Dewa Dapur? Sebab meskipun dia telah banyak berbuat jahat, namun, begitu terlintas dalam benak sebersit ketulusan, telah melakukan satu hal yang baik, karena itu Maharaja Giok memaafkannya.
    Sebelum menjadi Zhao Wangye, dia adalah seorang yang pemalas, tidak bekerja dan gemar berjudi. Karena kegemarannya berjudi, ia dapat mempertaruhkan segala apa yang dimilikinya. Dia tidak memikirkan masa depannya. Hingga pada suatu ketika, dia bertaruh (judi) dengan seseorang, bukan saja menghabiskan seluruh harta keluarga, lebih buruknya lagi istrinya pun dipertaruhkan. Oleh karena itu istrinya kemudian menikah lagi dengan seorang pencari kayu bakar.
    Karena kalah berjudi itu habislah sudah seluruh harta benda keluarga yang dia miliki tanpa sisa bahkan dia masih memiliki sejumlah utang pada beberapa orang. Sampai suatu kali dia tidak dapat membeli makanan. Dia lalu menemui mantan istrinya yang dijual itu. Beruntunglah ia karena mantan istrinya sangat pengasih, meskipun telah dijual, dia tetap memberikan beberapa buah bacang, bahkan secara diam-diam menyelipkan 10 tael (mata uang Tiongkok kuno) ke dalam bacang, dan memberitahu kepadanya: “Ambillah bacang ini, jangan kasih orang lain ya!” Begitu dia pergi, kebetulan seseorang datang menagih utang padanya, “Cepat bayar utangmu!”
    Saya tidak punya uang,” jawabnya.

    Apa, tidak punya uang? Lalu yang ditanganmu itu apa?”
    Makanan!”
    Makanan juga boleh!” Akhirnya bacang itu dirampasnya.
    Setelah bacang itu dirampas, dia kembali menemui istrinya. Istrinya bertanya padanya, ”bacangnya mana?” Dirampas orang!” Katanya. Tepat ketika pembicaraan sampai di situ, si suami yang seorang penebang kayu bakar itu pun pulang, Zhao Wangye kebingungan mencari tempat untuk sembunyi, lalu dia bergegas masuk ke dalam tungku. Si penebang kayu bakar ini kelelahan peluhnya membasahi tubuhnya sambil memikul setumpuk kayu bakar, dia hendak mandi sekembalinya memotong kayu bakar. Dan dia benar-benar baik terhadap istrinya dengan mengatakan, “Biarlah air panasnya saya yang siapkan.” Istrinya bergegas berkata, “O, jangan! Jangan! Biarlah saya nyalakan!“ Tapi, suami barunya ini bersikeras, lalu mengambil kayu bakar dan dinyalakan di dalam tungku.
    Zhao Wangye bersembunyi di dalam dan memutuskan tidak keluar. Di benaknya dia berpikir, “jika saya keluar, sang istri pasti akan dipukul sama suaminya! Dia lebih baik mengorbankan diri, akhirnya dia tewas terbakar hidup-hidup.
    Setelah tewas terbakar, setiap pagi, siang maupun malam mantan istrinya itu membakar dupa dan sembahyang di depan tungku. Melihat itu, suaminya bertanya, “Lho! Aneh! Kenapa setiap pagi, siang atau malam kamu selalu menyembahyangi tungku?” Tentu saja dia tidak boleh mengatakan kalau mantan suaminya itu mati terbakar di tungku tersebut, dan dengan sangat terpaksa dia berkata, “Kita manusia bisa hidup di dunia, harus bersyukur pada tungku dan kompor, sebab benda-benda ini memasak nasi untuk kita.” Kemudian belakangan orang-orang merasa kata-katanya memang benar, “Kita harus bersyukur pada tungku dan kompor. Seandainya tidak ada tungku dan kompor, kita tidak bisa hidup!” Lalu, tiap-tiap keluarga menyembahyangi tungku dan kompor di rumah mereka.
    Setelah Maharaja Giok mengetahui hal ini, ia mengampuni semua kesalahan Zhao Wangye dan Maharaja Giok menobatkannya sebagai Zhao Wangye (Dewa Dapur), dan memberi perintah kepadanya bahwa setiap 24 Desember tahun Imlek naik ke istana langit untuk memberi laporan yang disebutKebaikan di langit, kedamaian di bumi. Demikianlah asal usul legenda tentang Zhao Wangye.
    Lihat hiburan dewa dapur berikut :


     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal