Updates from September, 2012 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • tituitcom 19.10 on 12 September 2012 Permalink  

    Anggota DPR: ‘Sertifikasi Ulama Bukti Pemerintah Panik’ 

    Perhatian Penting Untuk Pembaca Artike.abajadun.com
    1. Isi artikel, berita dan materi http://www.artikel.abajadun.com di ambil dan sadur dari berbagai sumber .
    2. Hak cipta dari isi , artikel , berita dan materi lainya adalah menjadi hak milik dari sumber bersangkutan .
    3. Admin abajadun sama sekali tidak berniat membajak dari sumber manapun, semua artikel,berita dan isi merupakan catatan yang pernah say abaca untuk kemudian saya documentasikan di artikel.abajadun.com supaya bisadi baca teman teman dan sebagai media silaturrahmi dan berbagi informasi.
    4. Jika ada yang keberatan dengan pemuatan isi , berita ,artikel, gambar foto,video yang ada di artikel.abajadun.com silahkan anda hubungi saya dan saya tidak akan keberatan menghapus isi materi tersebut .
    5. Bagi pembaca yang ingin menyebarkan /menggunakan materi di artikel.abajadun.com saya persilahkan saja dengan mencantumkan sumber asli artikel .
    Terakhir jika ada kebaikan dan keberhasilan , saya ucapkan syukur alhamdilillah , semoga semuanya bias memberi manfaat kepada kita semua baik untuk diri sendiri agama,nusa dan bangsa , sebagai penutup saya sadar bahwa masih banyak kekurangan pada diri saya , untuk itu bila ada kekuarnganya saya mohon maaf dan atas perhatian anda saya ucpakan terimakasih. Akhir kata selamat membaca.


    DPR menilai wacana sertifikasi bagi para ustadz (guru agama) dan ulama tidak akan menyelesaikan problem terorisme. Sebaliknya, wacana itu malah menunjukan kepanikan dan ketidakmampuan pemerintah mengatasi persoalan terorisme.

    “Ini tidak memiliki dasar. Tidak solutif. Terkesan panik,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Jazuli, di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (11/9) seperti dilansir Republika.

    Jazuli mendengar wacana sertifikasi bagi para ustadz muncul dari pihak BNPT. BNPT ingin menerapkan kodisi yang terjadi di Arab Saudi. Di sana, para ustadz dan ulama berada di bawah kontrol pemerintah. Mereka dilarang mengajarkan tafsir agama yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah.

    Menurut Jazuli ini terjadi karena pemerintah Arab Saudi menggaji langsung para ustadz dan ulama dengan bayaran tinggi. “Ustadz biasa digaji 5.000 riyal, sedangkan ustadz Masjidil Haram 50 ribu real perbulan,” katanya.

    Kondisi di Indonesia berbeda dengan di Arab Saudi. Di sini ustadz dan ulama menempati posisi yang unik dalam struktur sosial masyarakat. Mereka dihormati dan didengar petuah-petuahnya tanpa mesti memiliki latar belakang ilmu formal. Gelar ustadz dan ulama lahir secara naluriah dari masyarakat yang merasakan langsung manfaat mempelajari ilmu agama. “Bukan pelabelan dari pemerintah,” ujarnya.
    Menurut Jazuli akar permasalahan terorisme bukan terletak pada guru-guru agama, melainkan pada problem sosial ekonomi masyarakat. Logikanya, bila masyarakat sejahtera secara ekonomi mereka akan mampu mengakses pendidikan yang lebih baik. Lewat pendidikan akal seseorang akal pikiran seseorang akan lebih dialektis menerima informasi, termasuk paham radikal.
    “Harus dikaji secara mendalam apa akar persoalan dari terorisme,” katanya.
    Terorisme tidak mesti diidentikan dengan kelompok agama tertentu. Kebanyakan aksi terorisme bersifat kasuistik tergantung pada problem yang dihadapi masyarakat di masing-masing negara. [mzf/muslimdaily]
     http://muslimdaily.net/berita/lokal/anggota-dpr-sertifikasi-ulama-bukti-pemerintah-panik.html

    Iklan
     
  • tituitcom 18.57 on 12 September 2012 Permalink  

    Amerika, Israel, dan Dunia Akan Gunakan Dinar Emas 

    Perhatian Penting Untuk Pembaca Artike.abajadun.com
    1. Isi artikel, berita dan materi http://www.artikel.abajadun.com di ambil dan sadur dari berbagai sumber .
    2. Hak cipta dari isi , artikel , berita dan materi lainya adalah menjadi hak milik dari sumber bersangkutan .
    3. Admin abajadun sama sekali tidak berniat membajak dari sumber manapun, semua artikel,berita dan isi merupakan catatan yang pernah say abaca untuk kemudian saya documentasikan di artikel.abajadun.com supaya bisadi baca teman teman dan sebagai media silaturrahmi dan berbagi informasi.
    4. Jika ada yang keberatan dengan pemuatan isi , berita ,artikel, gambar foto,video yang ada di artikel.abajadun.com silahkan anda hubungi saya dan saya tidak akan keberatan menghapus isi materi tersebut .
    5. Bagi pembaca yang ingin menyebarkan /menggunakan materi di artikel.abajadun.com saya persilahkan saja dengan mencantumkan sumber asli artikel .
    Terakhir jika ada kebaikan dan keberhasilan , saya ucapkan syukur alhamdilillah , semoga semuanya bias memberi manfaat kepada kita semua baik untuk diri sendiri agama,nusa dan bangsa , sebagai penutup saya sadar bahwa masih banyak kekurangan pada diri saya , untuk itu bila ada kekuarnganya saya mohon maaf dan atas perhatian anda saya ucpakan terimakasih. Akhir kata selamat membaca.


    “Gunakanlah mata uang emas atau dinar karena Israel dan Amerika akan menggunakan emas sebagai mata uang esok hari,”

    Ucapan di atas saya ambil dari ceramah Syeikh Imran Hosein di Masjid Raya Bogor, 11 Juni 2011. Dengan membawakan tema “The Future of Islam”, pakar konspirasi dan akhir zaman asal Trinidad dan Tobago itu, mengingatkan jama’ah atas nasib umat muslim dewasa ini. Ia mengatakan bahwa umat Islam telah menjadi pecundang yang menyedihkan di negerinya sendiri. Menurutnya penggunaan uang kertas oleh kita adalah keladi dari kemiskinan yang merata di seluruh Indonesia.

    “Karena uang kertas itu jugalah Singapura menjadi negara yang sangat kaya raya,” ujarnya kesal.

    Baginya ini sangat memalukan, sungguh bahkan. Padahal Islam telah memiliki sistem keuangan yang murni, orisinal, dan menyejahterakan. Namun sistem Ekonomi Islam yang telah diwarisi oleh Nabi Muhammad SAW dicampakkan begitu saja.

    “Memalukan, sesuatu yang sangat memalukan bagi umat Muhammad saw., yang tidak dapat mengenali uang kertas ini sebagai penipuan. Penipuan adalah sesuatu yang haram dan uang kertas adalah instrumen untuk melegalisasi pencurian. Kita adalah pecundang yang menyedihkan,” lirih penulis buku The Gold Dinar and Silver Dirham itu dilumuri kekecewaan. Muka para jama’ah juga mengamininya.

    Namun di balik itu semua, kalimat “Israel dan Amerika akan menggunakan mata uang emas ke depannya” betul-betul harus kita garis-bawahi. Invasi Amerika ke Papua untuk mengeruk sumberdaya emas bangsa ini betul-betul pada titik nadir. Bukan mustahil langkah tersebut adalah jalan bagi Amerika beserta sekutunya yang telah memprediksi kejatuhan ekonomi mereka dan beralih dari Dollar (US$) menuju emas bercahaya.

    Menurut Muhaimin Iqbal, praktisi Dinar di Indonesia, perilaku US$ selalu bergerak berlawanan arah dengan harga emas. Kalau US$ yang diindikasikan dengan US$ Index naik, maka harga emas yang turun. Sebaliknya jika index US$ turun, maka harga emas yang akan naik. Tentu banyak faktor yang mempengaruhi naik turunnya US$ ini. Tidak terbatas pada faktor ekonomi saja, isu-isu politik, keamanan dan lain sebagainya ikut mempengaruhi fluktuasi US$.

    Menurutnya, salah satu isu untuk melihat fluktuasi dapat kita ambil dari tren ekonomi Amerika Serikat. Untuk memahami akan kemana ekonomi Amerika, maka kita bisa menggunakan dua buah data, yakni perumahan dan pengangguran.

    Data dari pasar perumahan efeknya riil seperti krisis sub-prime mortgage yang sudah terjadi selama hampir dua tahun terakhir, awalnya adalah krisis di kredit perumahan, namun dampaknya kemana-mana. Di samping data mengenai perumahan, tentu data pengangguran juga bisa kita gunakan karena melalui data ini kita akan sangat mudah menggambarkan kondisi ekonomi suatu negara, termasuk Amerika.

    Dari sisi perumahan, data kwartalan terakhir House Price Index yang dikeluarkan Case-Shiller menunjukkan penurunan hingga 14.1%. Ini merupakan penurunan yang paling tajam sepanjang sejarah, bahkan lebih tajam dibandingkan dengan penurunan pada masa great depression tahun 1930-an.

    Menurunnya data penjualan rumah serta indeks harga rumah AS mengindikasikan bahwa kontraksi ekonomi global masih terus berlangsung. Dibutuhkan suatu langkah yang konkret untuk dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan menurunkan tingkat pengangguran.

    Pada sisi pengangguran juga begitu. Di tahun 2008 saja pengangguran di Amerika telah mencapai angka di atas 5%. Angka itu melonjak drastis pada tiga tahun setelahnya (September 2011) di mana Depnaker AS mengatakan tingkat pengangguran di 20 negara bagiannya berada di atas angka nasional 9,1 persen, dengan tingkat tertinggi berada di Nevada yang mencapai 13,4 persen.

    Pada tahun 2012 angkanya pun tidak mengalami perubahan berarti. Di New York City kini tingkat kemiskinan naik secara signifikan ke rekor tertinggi dibanding tahun 2010 seperti dirilis oleh City’s Center for Economic Opportunity. Bahkan menurut laporan The New York Times menemukan bahwa jumlah warga New York yang tergolong miskin pada tahun ini meningkat hampir 100.000 orang sejak tahun 2009. Persentase tingkat kemiskinan pun naik 1,3 % menjadi 2,1%.

    Data pemerintah menunjukkan 12,7 juta warga Amerika kini menjadi pengangguran. Empat dari 10 di antaranya tidak bisa mendapat pekerjaan selama 27 minggu atau lebih. Menurut ekonom, pertambahan lapangan kerja dibutuhkan untuk memberi konsumen kepercayaan yang mereka perlukan untuk melakukan pembelian, dan mendorong perusahaan melakukan investasi yang mengarah pada perekrutan baru.

    Maka itu menarik jika menyimak perkataan Alen Gresspan, mantan chairman dari Federal Reserve AS (1987-2006), yang mengatakan, “Bila dibiarkan inflasi terus tumbuh, pertumbuhan akan turun, rakyat akan menderita dengan penurunan taraf hidup dan Amerika sangat mungkin menghadapi stagflation.”

    Realitas ini akan berpeluang untuk memberi jalan hancurnya dollar AS yang pada saat bersamaan meruntuhkan hegemoni ekonomi kapitalis Amerika. Pada titik ini pula maka nilai emas akan semakin melonjak naik.

    Data dari Bloomberg.com, misalnya, harga emas di bulan Oktober 2011 telah mengalami peningkatan terpanjang dalam 2 bulan terakhir. Hal ini disebabkan oleh kejatuhan Dollar yang memicu peningkatan permintaan logam mulia tersebut sebagai aset alternatif.

    Dollar mencetak rekor penurunan terbesar terhadap Yen dan mundur terhadap Euro, setelah para pemimpin Uni-Eropa setuju untuk memperbesar dana bantuan menjadi empat atau lima kali lebih besar, menjadi sekitar 1 trilyun euro ($1.4 milyar). Sedangkan Emas telah meningkat sebesar 23% sepanjang tahun 2011. Sebaliknya dollar malah menurun sebesar 5.7% terhadap Euro.

    Grafiknya tidak jauh beda pada tahun 2012. Harga emas terus naik sekitar 1,790 dollar AS pada bulan Februari, tingkat tertinggi sejak tahun 2012, setelah Fed pada waktu itu mengatakan akan terus mengarahkan suku bunga mendekati nol sampai setidaknya pada akhir 2014. Sedangkan di Comex, harga emas berjangka untuk penyerahan September 2012 ditutup pada level harga 1.684,6 dollar AS per troy ons atau menguat sebesar 31,1 dollar AS per troy ons.

    Tampaknya AS menyadari gejala ini. Meminjam bahasa Syekh Imran, mereka akan melakukan segala daya upaya agar keuangan mereka tetap stabil. Salah satunya beralih ke emas.

    Gejala itu memang sudah tampak. Sejumlah kalangan di Negeri Paman Sam begitu gencar mengusulkan penggunaan koin emas dan perak sebagai alat transaksi. Negara bagian Utah menjadi pelopornya. Belum lama ini, sejumlah wakil rakyat di sana menyusun rancangan undang-undang terkait hal tersebut. RUU itu telah lolos hingga ke tingkat Kongres melalui pemungutan suara. Jika RUU itu nanti disahkan maka koin emas dan koin perak akan menjadi alat tukar alternatif bagi rakyat Utah selain uang kertas dolar.

    Ternyata Utah dan Virginia tidak sendiri. Dikabarkan negara bagian mulai melirik koin emas dan perak untuk alat transaksi. Ide ini bertumbuh di Idaho, South Carolina, New Hampshire, Tennesse, Indiana, Iowa, Oklahoma, Vermont, Georgia, Missouri dan Washington.

    Maka tidak heran bahwa kunjungan Hilary Clinton baru-baru ini adalah upaya untuk mengukuhkan tangan AS di Papua sebagai upaya menstabilkan ekonomi AS melalui tambang emas di Papua. Terlebih di akhir pemerintahannya Barack Obama juga tidak mampu mendongkrak perekenomian Amerika dengan mewarisi hutang sebesar US$16 triliun; jumlah yang dua kali lebih banyak daripada saat Bush masih menjabat. Bahwa kapitalisme telah gagal.

    Jadi mungkin betul perkataan Syekh Imran, kelak Amerika akan mengganti dollar dengan emas sebagai mata uangnya. Lalu bagaimana dengan kita? Masihkah kita bergeming untuk beralih ke dinar?

    “(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (dengan syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai ” (Shahih Muslim).
    Penulis: Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi (Koordinator Kajian Zionisme Internasional dan Redaktur Ahli Islampos.com)
    *Keterangan gambar:
    [1] US Gold Coin[2] Sheikh Imran Nazar Hosein

     
  • tituitcom 18.56 on 12 September 2012 Permalink  

    Misteri Eksekusi Mati Imam Kartosoewirjo Terungkap 

    Perhatian Penting Untuk Pembaca Artike.abajadun.com
    1. Isi artikel, berita dan materi http://www.artikel.abajadun.com di ambil dan sadur dari berbagai sumber .
    2. Hak cipta dari isi , artikel , berita dan materi lainya adalah menjadi hak milik dari sumber bersangkutan .
    3. Admin abajadun sama sekali tidak berniat membajak dari sumber manapun, semua artikel,berita dan isi merupakan catatan yang pernah say abaca untuk kemudian saya documentasikan di artikel.abajadun.com supaya bisadi baca teman teman dan sebagai media silaturrahmi dan berbagi informasi.
    4. Jika ada yang keberatan dengan pemuatan isi , berita ,artikel, gambar foto,video yang ada di artikel.abajadun.com silahkan anda hubungi saya dan saya tidak akan keberatan menghapus isi materi tersebut .
    5. Bagi pembaca yang ingin menyebarkan /menggunakan materi di artikel.abajadun.com saya persilahkan saja dengan mencantumkan sumber asli artikel .
    Terakhir jika ada kebaikan dan keberhasilan , saya ucapkan syukur alhamdilillah , semoga semuanya bias memberi manfaat kepada kita semua baik untuk diri sendiri agama,nusa dan bangsa , sebagai penutup saya sadar bahwa masih banyak kekurangan pada diri saya , untuk itu bila ada kekuarnganya saya mohon maaf dan atas perhatian anda saya ucpakan terimakasih. Akhir kata selamat membaca.


    Misteri eksekusi mati Imam Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo terungkap. Selama 50 tahun, pemerintah Soekarno dan Soeharto menyembunyikan lokasi eksekusi sang Imam untuk mencegah balas dendam dan reaksi para pengikutnya yang militan.

    Selama ini Kartosoewirjo dipercaya masyarakat dieksekusi dan dikubur di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Bahkan ada makam yang disebut sebagai makam sang imam di sana. Ternyata salah besar.

    Adalah sejarawan dan budayawan Fadli Zon yang membuka misteri yang tersimpan 50 tahun lalu itu. Lewat buku ‘Hari terakhir Kartosoewirjo: 81 Foto Eksekusi mati Imam DI/TII’, terungkap Kartosoewirjo dieksekusi mati dan dikuburkan di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu. 

    Buku foto ini merangkai perjalanan akhir sang imam. Mulai makanan terakhir yang dimakannya, perjalanannya ke pulau, hingga ditembak mati tentara dan disalatkan serta dimakamkan.

    “Sebuah fakta yang terkubur selama 50 Tahun, Kartosoewirjo dieksekusi September 1962,” kata Fadli dalam undangan peluncuran bukunya yang digelar di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (4/9).

    Selain itu Fadli juga memamerkan 81 foto terakhir Kartosoewirjo. Pameran ini digelar mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

    Kartosoewirjo memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) 7 Agustus 1949 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Soekarno kemudian mengirimkan tentara dari Divisi Siliwangi dan satuan-satuan lain untuk menumpas gerakan Kartosoewirjo.

    Peperangan gerilya di belantara Jawa Barat berlangsung lama. Baru tahun 1962 gerakan ini dipatahkan. Kartosoewirjo ditangkap tentara Siliwangi saat bersembunyi dalam gubuk di Gunung Rakutak, Jawa Barat tanggal 4 Juni 1962.

    Soekarno menjatuhkan hukuman mati pada Kartosuwiryo. Sebenarnya, Kartosoewirjo adalah sahabat karibnya. Dulu Soekarno, Muso dan Kartosoewirjo sama-sama ngekos di rumah Tjokroaminoto di Surabaya. 

    Tapi ketiganya akhirnya memilih ideologi dan jalan yang berbeda. Soekarno menjadi nasionalis, Muso menjadi komunis, sedangkan Kartosuwiryo menjadi Islamis. Nasib Kartosoewirjo pun berakhir diterjang timah panas regu tembak tentara Soekarno, mantan sahabatnya sendiri.
    [mzf/muslimdaily]
    Keterangan gambar: Kartosoewirjo (sumber: Merdeka.com)

     
  • tituitcom 22.32 on 10 September 2012 Permalink  

    Masyarakat yang diliputi oleh suasana korup 

    Perhatian Penting Untuk Pembaca Artike.abajadun.com
    1. Isi artikel, berita dan materi http://www.artikel.abajadun.com di ambil dan sadur dari berbagai sumber .
    2. Hak cipta dari isi , artikel , berita dan materi lainya adalah menjadi hak milik dari sumber bersangkutan .
    3. Admin abajadun sama sekali tidak berniat membajak dari sumber manapun, semua artikel,berita dan isi merupakan catatan yang pernah say abaca untuk kemudian saya documentasikan di artikel.abajadun.com supaya bisadi baca teman teman dan sebagai media silaturrahmi dan berbagi informasi.
    4. Jika ada yang keberatan dengan pemuatan isi , berita ,artikel, gambar foto,video yang ada di artikel.abajadun.com silahkan anda hubungi saya dan saya tidak akan keberatan menghapus isi materi tersebut .
    5. Bagi pembaca yang ingin menyebarkan /menggunakan materi di artikel.abajadun.com saya persilahkan saja dengan mencantumkan sumber asli artikel .
    Terakhir jika ada kebaikan dan keberhasilan , saya ucapkan syukur alhamdilillah , semoga semuanya bias memberi manfaat kepada kita semua baik untuk diri sendiri agama,nusa dan bangsa , sebagai penutup saya sadar bahwa masih banyak kekurangan pada diri saya , untuk itu bila ada kekuarnganya saya mohon maaf dan atas perhatian anda saya ucpakan terimakasih. Akhir kata selamat membaca.

    Membangun Masyarakat Bersih

    Masyarakat yang diliputi oleh suasana korup yang dilakukan tidak saja oleh pejabat birokrasi pemerintah, melainan juga oleh lembaga-lembaga swasta mengundang pertanyaan besar. Apalagi anehnya pelaku korup ternyata juga dilakukan oleh orang-orang yang sehari-hari terlibat memberantas korupsi itu sendiri. Kalau demikian, pertanyaan mendasar yang perlu diajukan ialah apakah korusi merupakan karakter sebuah tatanan masyarakat tertentu dan sesungguhnya itu menjadi berubah tatkala karakter masyarakat juga berhasil diubah.

    Sangat mengejutkan fenomena ang muncul akhir-akhir ini, menyangkut tentang korupsi ini. Lembaga eksekutif yang telah memiliki perangkat hukum, sistim manajemen dan akuntansi yang mantap, sarana pengendalian yang cukup handal melalui program-program komputerisasi dan lain sebagainya, tetapi pada kenyataannya masih tetap terjadi korupsi yang jumlah pelaku dan nilai dana yang dikorup tetap tinggi. Begitu pulalembaga legislatif, yang semestinya melakukan peran-peran kontrol, ternyata tidak sedikit kasus-kasus korupsi justru dilakukan oleh banyak anggota legislatif. Tidak tanggung-tanggung bahwa pelaku korupsi dilakukan secara bersama-sama. Akibatnya, di beberapa daerah, sejumlah anggota legislatif diperiksa bersama-sama dan akhirnya juga masuk penjara bersama-sama. Peristiwa ini sesungguhnya sangat memalukan. Korupsi dianggap menjadi sesuatu ang biasa, wajar dan lazim. Dan justru menjadi aneh jika terdapat pejabat pemerintah aau juga swasta yang mampu menjaga diri untuk tidak melakukan korupsi.

    Anehnya di tengah masyaraat yang korup, justru orang yang tidak aman adalah orang-orang yang jujur yang tidak mau melakukan penyimpangan. Masyarakat korup ternyata juga membenci siapa saja yang jujur. Orang jujur dianggap tidak menguntungkan bagi orang-orang yang menyuikai korupsi. Biasanya orang jujur kemudian tersisihkan, dan jangan berharap daam proses pemilihan kepemimpinan yang berjalan secara demokratis di tengah-tengah masyarakat korup ia akan dipilih menjadi seorang pimpinan. Oleh karena itu sesungguhnya tidak selalu benar pandangan yang mengatakan bahwa orang jujur itu selalu dibutuhkan di segala jenis masyarakat. Justru orang jujur di tengah-tengah masyarakat korup akan selalu disisihkan.

    Memberantas korupsi di tengah-tengah masyarakat yang menjalani kehidupannya dengan korupsi ternyata tidak mudah. Pengadilan yang kukuh yang ditopang oleh sistim manajemen maupun akuntansi yang kuat ternyata juga masih belum berhasil menghilangkan tindak korupsi ini. Jika kita memperhatikan betapa kerapian, kekuatan manajemen dan akuntansi yang dilakukan oleh bank. Sungguh sangat rapi. Bank biasanya didukung oleh manajemen dan akuntansi yang kuat. Selain itu juga dikelola oleh orang-orang yang ahli di bidangnya secara meyakinkan. Kita mendengar bahwa gaji pegawai dan apalagi pejabat bank sedemikian tinggi, melebihi gaji yang diterima pegawai lainnya. Akan tetapi pada kenyataannya tidak sedikit justru korupsi terbesar jumlahnya terjadi di dunia perbankan. Bagaimana ini semua dapat dipahami ?

    Fenomena lain, suatu lembaga yang amat sederhana, diurus oleh orang yang secara ekonomis rendah, tidak didukung oleh manajemen dan akuntansi yang akurat, tetapi justru di sana tidak ada korupsi. Semua keuangan tidak ada yang diselewengkan. Para pengelolanya memiliki ketulusan yang tinggi. Laporan keuangan tidak dibuat secara rumit, akan tetapi uang yang ada selamat dari kemungkinan penyimpangan. Lagi-lagi, mengapa hal itu terjadi. Pertanyaannya, apakah semakin pintar masyarakat justru kemungkinan penyimpangan juga semakin besar terjadi dan begitu juga sebaliknya ? Apakah orang berpengetahuan sederhana, berpendidikan rendah juga selalu tidak memiliki kemampuan untuk melakukan penyimpangan terhadap pengurusan keuangan. Sehingga, dari fenomena itu dapat ditarik kesimpulan bahwa justru kepintaran itu yang mengakibatkan lahirnya penyimpangan keuangan yang disebut korup itu ? Sudah barang tentu logikanya sesederhana ini.

    Untuk menjawab persoalan tersebut saya mencoba bertanya pada al Qur?an. Pada kitab suci yang diturunkan melali Nabi Muhammad saw ini banyak bertebaran perintah untuk berjuang. Bahkan, ada perintah agar berjuang dengan sebenar-benarnya berjuang untuk Allah. Dari berbagai perintah untuk berjuang ini, saya memperoleh kesan bahwa bangunan masyarakat Islam sesungguhnya adalah masyarakat yang selalu diliputi oleh suasana perjuangan.

    Dalam keadaan apapun, kita lihat bahwa perjuangan selalu terkait dengan pengorbanan. Orang yang sedang berjuang, apalagi berjuang untuk membangun keadilan, kejujuran, menghindar dari penindasan, meraih cita-cita luhur dan bahkan berjuang untuk mendapatkan cinta, maka selalu dibarengi dengan kesediaan untuk berkorban. Masyarakat atau seseorang yang sedang dalam suasana perjuangan tidak pernah berharap memperoleh keuntungan, apalagi keuntungan yang bersifat materi. Yang diharap dalam perjuangan adalah capaian nilai perjuangan itu, sekalipun mereka harus berkorban.

    Berbeda dengan masyarakat pejuang adalah masyarakat yang bernuansa transaksi onal. Transaksi biasanya terjadi dalam aktivitas jual beli atau tukar menukar. Dalam suasana transaksional seorang pembeli selalu menginkan memperoleh barang dengan harga semurah-murahnya, dan begitu pula sebaliknya. Seorang penjual selalu menginginkan harga atau untung setinggi-tingginya. Oleh karena itulah seringkali terjadi tipu muslihat, kecurangan, penipuan, ingkar janji dan sebagainya. Sedemikian buruh keadaan terjadi pada dunia transaksional itu, sampai-sampai al Qur?an dan juga tidak sedikit hadits nabi secara khususu memperingatkan agar selalu bertindak adil dan jujur dalam menimbang dan juga dalam jual beli. Bahkan lebih dari itu, karena sedemikian buruknya suasana transaksional itu, diingatkan bahwa pasar adalah merupakan tempat yang buruk, dan berbeda dengan masjid atau tempat ibadah. Atas dasar ini, masyarakat transaksional adalah masyarakat yang kurang bagus karena bisa melahirkan sifat-sifat pribadi atau kelompok menjadi kurang bagus itu.

    Membandingkan antara dua tipe masyarakat, yakni masyarakat bernuansa berju ang dan masyarakat bernuansa transaksional memang sangat jauh berbeda. Masyarakat pejuang melahirkan sikap berkorban, jujur dan adil membela nilai-nilai kemanusian yang tinggi. Sebaliknya, masyarakat transaksional, sekalipun hal itu selalu menjadi pilihan dan bahkan menjadi tuntutan masyarakat modern, selalu melahirkan ciri-ciri seperti korup, menyimpang, menerabas, tipu muslihat, bohong, palsu dan sebagainya. Pertanyaannya adalah apakah lembaga, baik pemerintah atau swasta dan lebih luas lagi, masyarakat bangsa ini lebih bernuansa pejuang atau transaksional itu. Jika ternyata kita evaluasi bahwa nuansa transaksional lebih menonjol daripada nuansa perjuangan, maka wajarlah jika korupsi dan bentuk penyimpangan lainnya lebih subur. Sebab, korup dan segala bentuk penyimpangan masyarakat itu memang merupakan anak kandung dari masyarakat yang bernuansa transaksional itu, wallohu a?lam bishowab.

     
  • tituitcom 23.28 on 9 August 2012 Permalink  

    Partai Demokrat tampaknya makin mengaktifkan komunikasi dan mencoba meraih simpati rakyat. 

    LENSAINDONESIA.COM: Partai Demokrat tampaknya makin mengaktifkan komunikasi dan mencoba meraih simpati rakyat. Sehingga momentum Bulan Suci Ramadhan pun dimanfaatkan para istri anggota DPR yang tergabung dalam Persaudaraan Istri Anggota Fraksi Partai Demokrat (PIA FPD DPR-RI) untuk kembali menggelar aktivitas sosial.

    Kali ini dengan menggelar bazar sembako murah di Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (9/8). Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf turut hadir menyaksikan pelaksanaan bazaar tersebut.
    Ketua PIA FPD Ilah Holilah bersama Asmawati, istri Ketua DPR-RI Marzuki Alie, Aliya Ruby, istri Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono dan puluhan anggota PIA lainnya antusias saat bertemu warga.
    Ilah Holilah menyatakan, pelaksanaan acara tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin mereka untuk menyambut Ramadhan yang merupakan wujud kepedulian terhadap warga masyarakat di Depok.
    “Kami memanfaatkan momen ini untuk berbagi kepedulian dengan bapak-ibu. Kami harap paket sembako murah ini diterima dengan cinta dan kasih sayang,” kata Ilah dalam sambutannya.
    Ada sekitar 2300 paket sembako yang akan dijual murah kepada warga Depok di 10 kecamatan oleh para relawan PIA FPD dan kader Partai Demokrat di Depok.
    Pada kesempatan itu, Ilah juga menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran sejumlah pejabat negara dan anggota DPR dalam acara itu. Diantaranya Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, Ketua DPRD Jawa
    Barat, Irfan Suryanegara, dan Walikota Depok Nur Mahmudi.
    “Ada rasa haru ketika kami memasuki Kota Depok ini, sebab siapapun pejabat yang ada mau hadir dan berkumpul bersama rakyat biasa di sini. Terima kasih kepada semuanya,” kata istri Sekretaris Fraksi PD Saan Mustopa itu.
    Pekan lalu, PIA FPD berbuka puasa bersama anak jalanan dan dilanjutkan dengan acara sahur on the road di beberapa wilayah di Jakarta Selatan. Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, menyatakan kegiatan FIA FPD tak beda dengan apa yang dilakukan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum dan Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono, yang juga sedang berkeliling Pulau Jawa untuk bersilaturahmi, berbagi rasa kepada masyarakat yang kurang mampu.
    “Di bulan ini, yang diuji bukan hanya soal tahan tak makan dan tak minum, namun apakah kita tersentuh melihat saudara-saudara yang sedang menderita,” kata Dede.
    “Saya doakan agar ibu-ibu PIA FPD ini bisa mendorong suaminya untuk membangun terciptanya lapangan pekerjaan baru,” kata Dede.
    Harry Witjaksono, anggota DPR dari daerah pemilihan Kota Depok yang turut menghadiri acara itu mengakui acara yang dilakukan PIA FPD ini sangat membantu menaikkan citra anggota DPR. “Kegiatan ibu-ibu ini sangat membantu kami karena mereka ikut bertemu masyarakat,” tegasnya.@ari

    Editor: Achmad Ali Rubrik : headline lensademokrasi , HEADLINE UTAMA , lensaDEMOKRASI , politik

     
  • tituitcom 22.00 on 31 July 2012 Permalink  

    Sup Krim Jamur 

    Sup Krim Jamur


    Jamur segar yang sedang berlimpah di bulan Desember bisa Anda olah menjadi sup krim yang lembut gurih. Aroma segar jamur makin kuat dengan paduan krim dan susu yang gurih. Hirup selagi hangat dengan roti panggang atau bread stick yang renyah. Rasanya pasti lebih nikmat!
    4 porsi

    Bahan:
    2 sdm mentega
    50 g bawang Bombay, cincang
    2 siung bawang putih, cincang
    300 g jamur champignon, iris tipis
    300 ml air
    2 buah MAGGI Kaldu Blok Rasa Ayam
    5 sdm NESTL
    ɮ DANCOW Full Cream
    300 ml air
    sdt pala bubuk
    Pelengkap:
    Crouton
    Krim Kental
    Cara membuat :
    Tumis bawang Bombay dan bawang putih hingga layu.
    Masukkan jamur, aduk hingga layu.
    Tuangi air, tambahkan MAGGI, didihkan. Angkat.
    Masukkan ke dalam mangkuk blender, proses hingga lembut.
    Tuang kembali ke dalam panci, didihkan.
    Larutkan susu dan air, tuangkan ke dalam panci, didihkan hingga kental. Angkat.
    Sajikan dengan Pelengkapnya.

    Kalori : 121 Kal Protein : 4.725 gr Lemak : 7.7 gr Karbohidrat : 9.5 gr Serat : 1.21 gr
    Tips :
    Jamur champignon adalah jamur kancing, jamur segar yang warnanya putih dengan paying jamur berbentuk bundar seperti kancing. Bisa dibeli di pasar swalayan.

    Krim kental atau double cream atau whipping cream adalah krim atau kepala susu yang kadar lemaknya di atas 40%. Dijual dalam kemasan tetrapak di pasar swalayan besar.

    Crouton, adalah roti tawar yang dipotong 1×1 cm dan dipanggang/digoreng bersama mentega. Biasa dipakai untuk taburan sup atau selada. Dijual dalam kemasan karton.

     
  • tituitcom 09.32 on 30 July 2012 Permalink  

    Raja dangdut Rhoma Irama yang juga merupakan tim kampanye pasangan calon gubernur Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli 

    KOMPAS ENTERTAINMENT/IRFAN MAULLANA Rhoma Irama

    JAKARTA, KOMPAS.comRaja dangdut Rhoma Irama yang juga merupakan tim kampanye pasangan calon gubernur Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli menuturkan, kampanye yang mengusung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dibenarkan. Hal ini disampaikannya saat memberikan ceramah shalat tarawih di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu, (29/7/2012).
    “Di dalam mengampanyekan sesuatu, SARA itu dibenarkan. Sekarang kita sudah hidup di zaman keterbukaan dan demokrasi, masyarakat harus mengetahui siapa calon pemimpin mereka,” kata Rhoma Irama.
    Rhoma pun menyebutkan nama Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshidiqie atas dasar pembenaran penggunaan isu SARA. “Saya dapat berbicara seperti ini karena memang dibenarkan Ketua Dewan, Jimly Asshidiqie,” katanya.
    Senada dengan ustaz dan pengurus masjid sebelumnya yang mengajak para jamaah untuk memilih yang seiman, Rhoma Irama juga mengimbau para jamaah untuk memilih pemimpin yang seiman. “Islam itu agama yang sempurna, memilih pemimpin bukan hanya soal politik, melainkan juga ibadah. Pilihlah yang seiman dengan mayoritas masyarakat Jakarta,” ujarnya.
    Dalam ceramahnya, Fauzi Bowo lebih banyak mengingatkan tentang berkah di bulan Ramadhan. “Di bulan Ramadhan mari saling mempererat habluminannas dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Bulan ini merupakan kesempatan emas melakukan ibadah lebih tekun dan khusyuk agar mendapat bonus Allah,” ujar pria yang akrab disapa Foke ini.
    Dalam akhir paparannya, Foke mengklaim keberhasilannya dalam membuat suasana kondusif selama memimpin Jakarta. “Jakarta ini bukan kota yang sederhana. Saya bersyukur, selama saya memimpin, tidak ada satu pun masyarakat Jakarta yang memaksa mereka berhenti melaksanakan aktivitas,” tuturnya.
    Dalam kesempatan tersebut, Foke memberikan sumbangan kepada anak asuh PKU yang dikelola Muhammadiyah Tanjung Duren dan Masjid Al-Isra, bantuan masjid sebesar Rp 28 juta, Al Quran, alat olahraga, dan lampu hemat energi. Hadir pula Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Fajar Pandjaitan, Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin, dan petinggi harian Poskota.

    Editor :
    Hertanto Soebijoto
     
  • tituitcom 16.56 on 29 July 2012 Permalink  

    Ojo Golek Jenang, Tapi Goleko Jeneng 

    Oleh: Diantika PW

    “Goleko jeneng nembe jenang…”
    Ojo Golek Jenang, Tapi Goleko Jeneng
    PEPATAH Jawa ini sempat dipopulerkan Si Juru Kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan. Ungkapan yang dilontarkan Mbah Maridjan kala itu dimaksudkan untuk menyindir para politisi yang ingin berkuasa, tetapi belum populer di masyarakat. Jenang diartikan sebagai simbol kekuasaan, sedangkan jeneng simbol dari popularitas.
    Pepatah kuno tersebut pun sebenarnya menjadi sebuah kiasan nasehat, bahwa untuk memperoleh rejeki (pekerjaan) orang harus bisa menjaga nama baik terlebih dahulu. Tak hanya mementingkan hasil, tetapi harus menunjukkan kinerjanya terlebih dahulu. Sebagaimana tertulis dalam Kitab Jaya Baya yang menggambarkan keburukan sifat sebagian besar manusia di zaman ini, “Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit.”
    Setelah kewajiban dikerjakannya, dengan sendirinya ‘jenang’ itu akan didapatkan. Namun jika manusia itu tidak berusaha meraih prestasinya secara maksimal, maka sebaiknya juga tidak perlu mengharapkan sepotong ‘jenang’ legit tersebut. Artian jenang ini pun luas, bisa saja berbentuk pendapatan maupun kompensasi dari nilai kerjanya.
    Meski begitu, pada kenyataannya, banyak orang yang belum punya jeneng, tapi sudah bisa menggasak berkarung-karung jenang. Orang tidak perlu lagi bersusah payah menunjukkan prestasi dan produktivitas kerja, namun memilih jalan singkat dengan korupsi demi keuntungan sebanyak-banyaknya. Payahnya, pernyataan kitab Jaya Baya pun terbukti, “Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran, akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin.”
    Segala cara untuk menutupi kebusukannya itu pun di tempuh. Tidak heran, jika pencitraan pun terjadi di mana-mana. “Akeh pangkat sing jahat lan ganjil. Njabane putih njerone dhadhu.” Laiknya sindiran Filsuf Friedrich Nietsche, bahwa orang besar itu tidak akan ada, yang ada adalah orang-orang yang menciptakan citra ideal. Para komunikator politik dan pemimpin-pemimpin politik sangat lekat hubungannya dengan pencitraan.
    “Golek jeneng nembe golek jenang” sebenarnya diartikan sebagai penyelarasan jiwa dengan hukum alam. Jika belum bisa menunjukkan prestasi, dedikasi, dan produktivitas, maka buang jauh-jauh mimpi untuk mendapatkan rejeki apalagi kekuasaan. Jika hal ini dipaksakan, maka ketidakadilan lah yang terjadi dan selalu akan menimbulkan korban. Maka, hanya keteguhan imanlah yang pada akhirnya mampu menolak godaan-godaan para ‘pengemis’ kekuasaan itu.
    (Diantika PW/CN27)

     
  • tituitcom 16.44 on 29 July 2012 Permalink  

    Cerita Panji dan Wajah Indonesia 

    Oleh Purnawan Andra

    MITOS selama ini menjadi bagian inheren dalam kehidupan masyarakat. Konsepsi simbolis atas nilai-nilai tertentu (lelakiperempuan, kelembutan-kekuasaan, basah hujan-kering) yang terlambangkan dalam elemen-elemen kehidupan, pekat menghidupi keseharian masyarakat kita.
    Kepercayaan yang merasuk dalam kehidupan sehari-hari itu menimbulkan interpretasi kreatif dalam benak. Namun sebagai konsepsi nilai tertinggi, mitosmitos itu memuat interpretasi visual yang mewujud dalam bentuk purba sebagai topeng: ia tidak berjenis kelamin, multisimbol dan perspektif, serta sangat antropologis.
    Topeng menjadi benda mitologis yang mendekatkan diri dengan konsep idealitas, dalam personifikasi yang paling dekat dan bisa disentuh. Pada saat yang sama, konsep mitos itu mendapat justifikasi dalam wujud topeng. Topeng mewakili dan mencipta kesakralan nilai yang ekspresif, personifikasi nilai yang mewujud serta (pada saat yang sama) proses pengenalan subjektivitas yang mengambang. Itu tampak jelas ketika masyarakat menggunakan topeng sebagai elemen ekspresi dalam berbagai ritus atau seni pertunjukan komunal, baik sebagai karya seni maupun sebagai bagian dari repertoar.
    Sugeng Toekio (1996: 58) menyebutkan, topeng muncul sebagai bagian dari seni pertunjukan melalui sebuah manuskrip bahwa sekitar abad ke-11 saat pemerintahan Kerajaan Jenggala disebutkan ada pertunjukan menggunakan tutup muka yang disebut tapel (topeng).
    Hikayat itu kelak dikenal sebagai cikal bakal pertunjukan Panji; penyaji pertunjukan menggunakan topeng.
    Roman cerita Panji, kisah asli Jawa Timur, bukan adaptasi dari India seperti Ramayana dan Mahabharata, adalah contoh budaya Nusantara yang menyebar bahkan hingga ke Asia. Cerita Panji, sosok pangeran sederhana dan manusiawi, adalah epik yang mengetengahkan intrik kemanusiaan dari politik, tata negara, religiusitas, sampai ideologi (cross-)gender, yang telah mengemuka pada zamannya.
    Kakawin Smaradahana gubahan Mpu Dharamaja sejauh ini merupakan sumber yang bisa ditelusur, yang menyebutkan tentang kisah Panji. Kitab itu menceritakan kisah cinta Smara (Batara Kamajaya) dan Dewi Ratih di hadapan Dewa Siwa. Smaradahana menyebutkan nama Prabu Kameswara (1115-1130 M), Raja Kediri, merupakan titisan ketiga Batara Kamajaya.
    Permaisuri Baginda bernama Sri Kiranaratu, putri dari Kerajaan Jenggala. Raja itulah yang dalam cerita Panji dikenal dengan nama Inu Kertapati dan sang permaisuri bernama Kirana, yaitu Dewi Candra Kirana (Purbacaraka, 1966: xi).
    Seturut logika pementasan teater (tradisional dan modern), mitos kedewataan yang mengikuti membuat
    topeng tercipta untuk membantu pelaku dalam menampilkan emosi, gerak tubuh, ekspresi gesture sesuai dengan perwatakan yang dibawakan. Kisah cinta itu menjadi local genius yang diciptakan Kameswara.
    Sebagai tambahan asumsi, terlebih berdasar kenyataan sejarah garis keluarga, Kediri dan Jenggala terpaksa dibagi karena alasan cinta Airlangga kepada para putranya. Kini, dalam sosok Kameswara, keagungan kedua kerajaan itu bersatu. Karena itulah muncul sosok Semirang sebagai seorang cross-gender: antara kekuatan lelaki (eks Jenggala), namun tetap difungsikan sebagai bagian dari dirinya, sebagai “istri”, perpaduan kekuatan dan kelembutan sekaligus dalam kekuasaan yang merajai tanah Jawa. Cerita Panji masuk dalam analog logika simbolisasi kekuasaan.
    Logika Linier Mitologi mewujud dalam visiologi tokoh: Panji sebagai tokoh ideal, perwujudan surya yang menerangi alam, roh utama yang juga bukan berjenis kelamin.
    Dalam ekspresi seni topeng, perwujudannya pun tak berwajah satria lelaki, tetapi berwajah halus menyerupai perempuan, tidak membuka mata, tetapi mampu melihat isi hati, seperti hidup dalam alam maya — sesuatu di ambang batas, yang mengetahui sisi yang satu di antara sisi lain. Topeng dari mitos, dalam wujudnya dan juga saat menarikannya adalah fase meditatif: antara sadar dan tiada, antara bangun dan tidur, menuju kebahagiaan diri.
    Dalam analogi yang sama, Semar dan Janaka (tokoh-tokoh utama dalam perwayangan) mengada sebagai sangkan paran, jejer utama sosok manusia Jawa yang berinkarnasi membawa kabar kebaikan dan keburukan sekaligus. Juga menata serta mampu merusak dunia demi harmonisasi kelak. Ia punya dua sisi kemanusiaan itu: menjaga dan menghancurkan.
    Dalam logika linear historisitasnya, tokoh-tokoh Panji bisa jadi merupakan leluhur para tokoh Mahabharata, wiracarita yang dipercaya menceritakan sejarah manusia Jawa. Panji yang disebut dalam Smaradahana pada masa pemerintahan Kameswara II (sekitar abad ke-11) merupakan personifikasi awal kekuasaan raja, lebih awal dari cerita Mahabharata Bharatayudha versi Mpu Sedah-Panuluh.
    Panji, seturut logika Stuart Hall, merupakan praktik representasi budaya, menjadi gagasan awal politik pencitraan atawa estetisasi kekuasaan raja, yang mewujud dalam simbol-simbol budaya: topeng (dan juga) dalam cerita-cerita turunannya seperti reog, topeng malang, wayang beber.
    Maka, saat dinamika sosial dan budaya kini mewujud berupa ketegangan dan friksi, sektarian, disorientasi serta disidentitas, yang meminggirkan nilai-nilai solidaritas sosial, kekeluargaan, dan keramahan, logika cerita Panji patut menjadi awal pertanyaan introspektif bagi bangsa ini: inikah wajah Indonesia yang bertopeng, tampak halus di luar namun beringas di dalam?
    (RED/CN27)

     
  • tituitcom 09.47 on 29 July 2012 Permalink  

    Apa dan bagaimana materi yang akan dilaporkan ke Dewan HAM PBB 

     Apa dan bagaimana materi yang akan dilaporkan ke Dewan HAM PBB, Misbakhun mengatakan bahwa saat ini ia tengah membicarakannya dengan Yusril. Namun intinya adalah adanya pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintahan SBY.

    INILAH.COM, Jakarta – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang baru saja bebas atas tuduhan kasus letter of credit (L/C) Bank Century, Mukhammad Misbakhun, membenarkan apa yang disampaikan Pengacara Yusril Ihza Mahendra bahwa ia akan membawa kasusnya ke Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Amnesti Internasional.

    “Supaya masyarakat internasional tahu bahwa pemerintah Republik Indonesia itu seperti apa. Supaya masyarakat dunia juga tahu, jangan cuma pencitraan di Indonesia saja. Kami (akan) tunjukkan bahwa Presiden SBY sejatinya seperti apa. Seseorang yang menghormati HAM atau HAM itu hanya bagian dari pencitraan,” tandas Misbakhun di Jakarta, Sabtu (28/7/2012) malam.

    Apa dan bagaimana materi yang akan dilaporkan ke Dewan HAM PBB, Misbakhun mengatakan bahwa saat ini ia tengah membicarakannya dengan Yusril. Namun intinya adalah adanya pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintahan SBY.

    “Saya kan dilanggar, kan di dalam artikel PBB ada personal complain oleh warga negara yang merasa hak asasinya dilanggar,” katanya.

    Dalam laporannya, Misbakhun mengaku akan membawa sejumlah bukti-bukti untuk meyakinkan Dewan HAM PBB akan adanya pelanggaran HAM di Indonesia. Karena dalam kasusnya dengan jelas diputuskan bahwa dirinya dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan selaku kekuasaan yudikatif.

    “Saya akan buktikan dengan laporannya. Itukan kekuasaan, itukan sebuah sistem pemerintahan, bukan orang per orang. Kekuasaan eksekutif yang melanggar HAM. Ternasuk ke Amnesti Internasional saya akan melaporkan bahwa di Indonesia sedang terjadi pelanggaran HAM,” jelas Misbakhun.

    Laporan akan dialamatkan ke Presiden SBY sebagai kepala pemerintahan. Karena sebagai kepala pemerintahan, Presiden SBY yang membawahi kejaksaan dan kepolisian. Aparat hukum yang menurutnya telah melakukan proses hukum terhadap dirinya.

    Ia menggarisbawahi bukan apa yang dilakukannya bukanlah soal menang dan kalah, melainkan sebagai bagian dari proses penegakan hukum yang seadil-adilnya di Indonesia. Karena ia melihat posisinya sebagai anggota DPR saja bisa dijerat suatu kasus yang diyakini tidak dilanggar.

    Padahal, keberadaannya sebagai anggota DPR mempunyai kewenangan konstitusi untuk melakukan kritik terhadap presiden dan melakukan kontrol sesuai dengan fungsinya yang dijamin undang-undang dan konstitusi.

    “Saya ini anggota DPR diperlakukan seperti itu, bagaimana rakyat biasa,” tambah Misbakhun. [yeh]

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal