Updates from Agustus, 2012 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • tituitcom 22.23 on 31 August 2012 Permalink  

    Racun Dunia Penulisan 

     

    Jonru, menyebutnya sebagai racun dunia penulisan. Apa saja racun tersebut?  Ini dia…
    1.  Saya tak mungkin bisa. 
    Ini adalah penyakit kronis yang mendesak dibumihanguskan dari wilayah otak Anda.
    Sekali Anda terjangkit, maka diperlukan usaha ekstra agar kembali ke jalur waras.
    Solusinya? Coba baca kisah orang-orang sukses yang berasal dari latar belakang tidak
    menyenangkan. Jika mereka bisa sukses dengan keterbatasan yang ada, kenapa Anda
    tidak?

    2.  Bagaimana kalau…
    Kegagalan seringkali datang kepada orang yang tidak berani mengambil resiko.
    Bukannya saya mengajarkan judi lho, karena judi jelas-jelas dilarang Bang Haji. Bila
    dibekali wawasan yang teoat guna, resiko sebanding dengan tingkat value yang didapat.
    High risk, high return!

    3.  Terlalu banyak mikir. 
    Salah satu produk pendidikan formal adalah para pemikir yang berkompeten di
    bidangnya. Namun untuk urusan ngeblog, mikirnya jangan terlalu lama. Terlalu banyak
    pertimbangan akan menyeret Anda ke dalam situasi tidak focus dan cenderung melebar
    kemana-mana. Idealnya, tuangkan pikiran Anda begitu ide itu melintas di jalur
    pemikiran.

    4.  Takut salah.
    Kalau tidak mau salah, jangan jadi manusia. Mending jadi malaikat saja. Itulah kalimat
    singkatnya. Dari kesalahan-kesalahan posting artikel, kita jadi lebih cerdas dan terasah
    menganalisa kesalahan untuk perbaikan ke depan. Justru mereka yang tidak pernah
    salah adalah yang merugi karena sudah pasti belum pernah melakukan perbuatan
    nyata.

    5.  Wajar, dia kan…
    Saat melihat putra mantan presiden berhasil menjadi presiden berikutnya, terbayang
    dalam pikiran Anda bahwa itu wajar saja, dia kan putra presiden. Tapi coba Anda tengok
    riwayat tukang becak yang berhasil menulis buku best seller. Apakah Anda masih bisa
    menggunakan alasan ini?
    6.  Nanti saja setelah…
    Sikap menunda-nunda adalah musuh terbesar dalam manajemen waktu. Anda tidak
    tahu apakah masih ada kesempatan lebih banyak lagi setelah ini. Atau yang lebih
    ekstrim lagi, apakah ada jaminan bahwa besok pagi Anda masih bisa terbangun di pagi
    hari dalam keadaan bernyawa?

    7.  Saya belum layak.
    Tidak ada kualifikasi khusus supaya tulisan Anda diterima oleh penghuni blogosphere.
    Ngeblog itu nggak ribet kok. Tidak peduli usia ngeblog Anda baru sehari, bahkan bagi
    yang tidak lulus SD pun berpeluang mempunyai super blog.

    8.  Silau melihat hasil.
    Sisi jelek blogger Indonesia adalah mudah tersepona oleh kemajuan orang lain,
    sementara membiarkan diri menjadi penonton bagi keberhasilan blog tetangga. Kagum
    boleh saja, tapi Anda juga harus memikirkan bagaimana mengelola kekaguman tersebut
    sebagai motivasi untuk mencapai pencapaian diri yang lebih baik. 

    9.  Menyalahkan orang lain dan keadaan.
    Hasil yang Anda terima di masa kini adalah efek perbuatan Anda di masa lalu.
    Menyalahkan orang lain bukanlah sikap ksatria. Karena masa depan ada di tangan
    Anda sendiri, bukan di tangan peramal, mentor, investor bahkan fasilatator kegiatan
    blogging Anda selama ini. 

     
  • tituitcom 22.06 on 31 August 2012 Permalink  

    Macam-macam Motivasi Menulis Artikel Blog 

     Macam-macam Motivasi Menulis Artikel Blog Saat membaca artikel beberapa blog, Anda pastinya merasakan suasana yang berbeda-beda.

    Macam-macam Motivasi Menulis Artikel Blog
    Saat membaca artikel beberapa blog, Anda pastinya merasakan suasana yang berbeda-beda.
    Bahasa gaulnya sih ada semacam aura tertentu gitu. Ada aura kontes, aura jualan, media
    perjuangan, ajang narsis dan sebagainya. Yang pasti, nggak ada Aura Kasih (karena dia kabur
    duluan sebelum diburu wartawan infotainment).
    Ini adalah hal yang wajar mengingat motivasi tiap blogger itu berbeda-beda. Bahkan pada satu
    blog yang sama pun bisa berubah motivasi pada waktu yang berbeda. Hal ini saya maklumi
    sebagai dinamika blogging yang terus berkembang. Toh, tidak ada yang statis di dalam dunia
    blogging. Perubahan ergantung situasi, kondisi dan musim yang sedang trend yang sedang
    berkembang di jagat blogosphere. Apa saja motivasi itu?

    1. Finansial.
    Blog yang memiliki konten menarik dan SEO yang bagus berpeluang mendapatkan pundi-pundi
    rupiah atau dollar melalui monetisasi blog. Misalnya: jualan produk affiliasi, iklan baris, slot
    banner, kontes SEO, paid per review dan lain-lain. Tak heran, motivasi ini banyak menghasilkan
    dummy blog yang menyajikan beragam info menarik dengan berjubelnya link iklan. 
    2. Personal Branding.
    Untuk motivasi jenis ini, yang dipentingkan adalah ketenaran dan mendapat nama baik dalam
    satu komunitas tertentu. Tulisan-tulisan blog sengaja diciptakan untuk membentuk
    persepsi pembaca agar percaya kepada kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki sang pemilik
    blog.

    3. Eksistensi diri.
    Ada kalanya seseorang ngeblog untuk menunjukkan bahwa dirinya masih ada dan layak
    mendapat perhatian. Cara yang dilakukan pun beragam. Dari yang wajar dan sesuai aturan,
    hingga yang nyerempet ekstrim dan mengundang kontroversi. 
    4. Perjuangan Idealisme.
    Bagi sekelompok manusia yang memiliki kesamaan visi dan misi kehidupan, membangun
    komunitas blog bisa menjadi media yang tepat dalammemperjuangankan idealisme mereka.
    Tak jarang, motivasi ini turut diselipkan upaya membangun branding bagi blogger yang berada
    di luar „lingkaran‟ mereka.

    5. Menyimpan dan berbagi ilmu. 
    Menyadari adanya keterbatasan otak manusia dalam menampung banyaknya data, maka
    seorang blogger menuliskan informasi yang diketahuinya ke dalam artikel. Selain untuk arsip
    pribadi, diharapakan juga mampu memberi manfaat kepada setiap pengunjung blog yang
    mampir. 
    6. Rekreasi.
    Seperti halnya kalau Anda liburan, tujuan utamanya adalah bersenang-senang. Aktivitas
    ngeblog dilakukan murni untuk melepas stress dengan guyonan ringan penghilang stress.
    Artikel curhat pun sering kali tampil sebagai bentuk mentertawai diri sendiri. 
    7. Investasi Akherat.
    Sebagian blogger memanfaatkan teknologi sebagai  media dakwah dan syiar agama. Maka
    terlahirlah blog-blog religi yang tidak pernah lelah saling mengingatkan kita akan adanya
    kehidupan yang lebih kekal di akhir nanti. Karena mereka yakini salah satu amalan yang tidak
    putus hingga kiamat adalah ilmu yang bermanfaat. 

    8. Motivasi Gabungan.
    Nah, yang terakhir ini merupakan perpaduan berbagai motivasi di atas. Dan kebanyakan blog
    memang jenis ini. Kadang ikutan kontes SEO berhadiah domain, di lain waktu juga ikutan
    sharing ilmu. Sebenarnya tidak masalah kalau Anda menggabungkan berbagai motivasi ke
    dalam satu blog. Namun yang patut diperhatikan adalah kesatuan tema pembicaraan. Nggak
    lucu dong kalau sebuah blog motivasi tiba-tiba mengikuti kontes menulis resep makanan.
    Perubahan yang drastis ini berpeluang menimbulkan kerancuan pemahaman bagi pembaca
    setia blog Anda.

     
  • tituitcom 22.05 on 31 July 2012 Permalink  

    Udang Goreng Saus Tiram 

    Udang Goreng Saus Tiram

      This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
    Bahan :
    500 gr udang ukuran besar, kupas, sisakan ekornya, belah punggungnya
    1/2 sdt oregano kering
    1/2 sdt merica bubuk
    1 sdm air jeruk nipis
    1/2 sdt garam halus
    1 butir telur ayam, dikocok
    50 gr tepung maizena
    2 sdm mentega
    50 gr bawang bombay, iris tipis
    2 siung bawang putih, cincang halus
    3 buah cabe merah, buang bijinya, iris menyerong 1 cm
    125 gr biji jagung manis kalengan
    1 sdm saus tiram
    1/2 sdt merica bubuk
    1/2 sdt garam halus
     2 helai daun kucai, potong 2 cm
     
    Cara membuat :
     
    Rendam udang bersama oregano, merica, air jeruk nipis, dan garam. Diamkan selama 30 menit. Tiriskan.
    Celupkan dalam telur kocok, angkat, gulingkan dalam tepung maizena hingga rata.
    Goreng udang dalam minyak panas hingga kekuningan. Angkat dan tiriskan.
    Panaskan mentega, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu.
    Masukkan cabe dan jagung manis. Aduk hingga cabe layu. Lalu masukkan udang goreng, aduk rata.
    Tambahkan saus tiram, merica, dan garam. Aduk hingga sayuran matang.
    Masukkan kucai, aduk dan angkat. Sajikan panas-panas.
    Sumber dari claudie lum
     
  • tituitcom 16.56 on 29 July 2012 Permalink  

    Ojo Golek Jenang, Tapi Goleko Jeneng 

    Oleh: Diantika PW

    “Goleko jeneng nembe jenang…”
    Ojo Golek Jenang, Tapi Goleko Jeneng
    PEPATAH Jawa ini sempat dipopulerkan Si Juru Kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan. Ungkapan yang dilontarkan Mbah Maridjan kala itu dimaksudkan untuk menyindir para politisi yang ingin berkuasa, tetapi belum populer di masyarakat. Jenang diartikan sebagai simbol kekuasaan, sedangkan jeneng simbol dari popularitas.
    Pepatah kuno tersebut pun sebenarnya menjadi sebuah kiasan nasehat, bahwa untuk memperoleh rejeki (pekerjaan) orang harus bisa menjaga nama baik terlebih dahulu. Tak hanya mementingkan hasil, tetapi harus menunjukkan kinerjanya terlebih dahulu. Sebagaimana tertulis dalam Kitab Jaya Baya yang menggambarkan keburukan sifat sebagian besar manusia di zaman ini, “Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit.”
    Setelah kewajiban dikerjakannya, dengan sendirinya ‘jenang’ itu akan didapatkan. Namun jika manusia itu tidak berusaha meraih prestasinya secara maksimal, maka sebaiknya juga tidak perlu mengharapkan sepotong ‘jenang’ legit tersebut. Artian jenang ini pun luas, bisa saja berbentuk pendapatan maupun kompensasi dari nilai kerjanya.
    Meski begitu, pada kenyataannya, banyak orang yang belum punya jeneng, tapi sudah bisa menggasak berkarung-karung jenang. Orang tidak perlu lagi bersusah payah menunjukkan prestasi dan produktivitas kerja, namun memilih jalan singkat dengan korupsi demi keuntungan sebanyak-banyaknya. Payahnya, pernyataan kitab Jaya Baya pun terbukti, “Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran, akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin.”
    Segala cara untuk menutupi kebusukannya itu pun di tempuh. Tidak heran, jika pencitraan pun terjadi di mana-mana. “Akeh pangkat sing jahat lan ganjil. Njabane putih njerone dhadhu.” Laiknya sindiran Filsuf Friedrich Nietsche, bahwa orang besar itu tidak akan ada, yang ada adalah orang-orang yang menciptakan citra ideal. Para komunikator politik dan pemimpin-pemimpin politik sangat lekat hubungannya dengan pencitraan.
    “Golek jeneng nembe golek jenang” sebenarnya diartikan sebagai penyelarasan jiwa dengan hukum alam. Jika belum bisa menunjukkan prestasi, dedikasi, dan produktivitas, maka buang jauh-jauh mimpi untuk mendapatkan rejeki apalagi kekuasaan. Jika hal ini dipaksakan, maka ketidakadilan lah yang terjadi dan selalu akan menimbulkan korban. Maka, hanya keteguhan imanlah yang pada akhirnya mampu menolak godaan-godaan para ‘pengemis’ kekuasaan itu.
    (Diantika PW/CN27)

     
  • tituitcom 21.33 on 23 July 2012 Permalink  

    Resep Spaghetti Ayam Pedas 

    Resep Spaghetti Ayam Pedas

    Resep Masakan – Resep Makanan Barat

    Wednesday, 16 January 2008

    Bahan:

    250 gr Spaghetti
    200 gr daging ayam, potong dadu 2 x 2 cm
    100 gr wortel, potong sesuai selera
    100 gr baby kailan, potong-potong
    6 buah cabe merah, haluskan
    3 sdm kecap manis
    5 siung bawang putih cincang
    1 sdm kaldu ayam instan
    1 sdm bawang merah goreng untuk taburan
    ½ sdt garam halus
    3 sdm minyak goreng
    1 sdm tepung maizena, larutkan dengan
    150 ml air/kaldu ayam

    Cara Membuat:

    1. Panaskan minyak, tumis bawang putih dan cabe merah hingga harum. Masukkan daging ayam, aduk hingga berubah warna.
    2. Masukkan kecap manis, bumbu-bumbu, wortel dan kailan. Kentalkan dengan larutan air/kaldu dengan tepung maizena. Masak hingga saus agak mengental. Angkat.
    3. Siapkan spaghetti di atas piring saji, siram dengan kuah ayam. hidangkan selagi panas dengan taburan bawang merah goreng. Sajikan segera.
    Untuk 4 Porsi

     
  • tituitcom 20.40 on 23 July 2012 Permalink  

    Sukses Membuat Kue Sus 

    Sukses Membuat Kue Sus

    Resep Kue – Resep Kue

    Monday, 28 April 2008

    Sukses Membuat Kue Sus
    By : Fatmah Bahalwan

    Kue Sus atau dalam bahasa aslinya Choux Pastry (baca: Su Pestri), adalah kue yang bertekstur lembut dan kopong bagian dalamnya, sehingga dapat di isi dengan vla dengan aneka rasa. Bahkan Sus saat ini tidak melulu diisi Vla, akan tetapi juga di isi dengan berbagai macam filling seperti layaknya Sandwich. Jadi ada sus yang di isi ragout, bahkan di isi dengan lembaran smoked beef, keju lembaran, telur rebus yang diiris tipis, dan lain-lain. Ibaratnya, kulit sus diperlakukan sebagai roti tawar yang bebas di isi apa saja. Bentuknya pun beragam, bila dibuat memanjang dinamakan Eclair, bahkan ada yang digulung, dibuat seperti ular-ularan, dan lain-lain.

    Bagaimana caranya mendapatkan Sus yang lembut, kuat dibagian luar tapi kopong didalam? Coba terapkan tips ini :

    · Selalu gunakan tepung terigu protein tinggi

    · Selalu gunakan bahan berkwalitas prima.

    · Masak air dan mentega hingga mendidih benar, lalu masukkan tepung sekaligus, aduk rata dan cepat.

    · Dinginkan, baru kemudian masukkan bahan telur. Ini dimaksudkan supaya telur tidak langsung matang terkena adonan panas. Lalu kocok.

    · Cetak kue sus meggunakan spuit besar misalnya no. 1M, atau 1B, atau cetak menggunakan sendok atau menggunakan cetakan muffin

    · Panggang dengan oven suhu tinggi 200 s/d 225’C, sampai coklat kekuningan dan tidak terlihat busa keluar. Kering. Ingat pada saat memanggang, oven tidak boleh dibuka.

    · Lakukan semua step dengan seksama dan gembira, pasti kue sus akan mengembang cantik.

    Lalu bagaimana membuat kue sus kering yang renyah kriuk-kriuk???……..sama persis dengan membuat kue sus biasa, hanya bentuknya kecil-kecil. Ilmu saktinya ada di cara memanggangnya yaitu sbb :

    · panggang sus kecil pada suhu 225’C, hingga mengembang, kering dan kuning. Angkat, dinginkan.

    · Panggang kembali dengan suhu 140’C, hingga kering dan kecoklatan. Angkat, dinginkan dan segera kemas dalam toples rapat. Anda akan mendapatkan kue sus yang tahan kering dan renyah.

    · Untuk sus kering, beri rasa sesuai selera pada saat membuat adonan dimasak. Misalnya dengan keju, dan bahan lain.

     
  • tituitcom 22.43 on 22 July 2012 Permalink  

    Biksu Kecil 


    Biksu Kecil, Tang Zhang

    (Erabaru.or.id) Ini adalah kisah tentang seorang biksu kecil yang sejati. Pada zaman dinasti Tang, di sebuah kuil hiduplah seorang biksu kecil. Sejak kecil ia sudah menjadi biksu di kuil itu. Setiap pagi, begitu bangun tidur biksu kecil ini harus segera mulai menimba air menyapu halaman.

    Seusai pelajaran pagi, dia masih harus pergi ke kota yang terletak di bawah bukit belakang kuil untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari untuk kuil itu. Setelah membeli barang yang dibutuhkan, dan tanpa adanya waktu luang dia masih harus mengerjakan sejumlah pekerjaan. Kemudian ia masih membaca kitab suci hingga larut malam.

    Demikianlah kegiatannya setiap hari, setiap pagi dan senja mendengar suara gendang dan lonceng pagi di kuil hingga 10 tahun berlalu sudah. Suatu ketika, akhirnya biksu kecil mendapat sedikit waktu luang. Kemudia ia segera berbincang-bincang bersama dengan biksu kecil lainnya. Akhirnya dia mendapati bahwa semua orang ternyata hidupnya begitu santai.

    Hanya dia seorang yang selalu sibuk setiap hari. Tugas membaca dan pekerjaan dari kepala biara kepadanya selalu yang paling berat. Dia tidak habis mengerti lalu bertanya pada kepala biara. Mengapa semua orang hidupnya lebih santai daripada saya? Mengapa tidak ada orang yang menyuruh mereka membaca kitab suci atau bekerja? Sedangkan saya harus bekerja tiada henti? Kepala biara hanya menundukkan kepala komat kamit memberi tanda Buddha dan tersenyum tidak menjawab.

    Pada siang hari, biksu kecil ini pergi ke kota yang terletak di bawah bukit belakang membeli sekantong beras. Dalam perjalanan pulang sambil memanggul beras tiba di pintu belakang kuil, dan tampak di sana kepala biara sedang menunggunya. Kepala biara membawanya ke pintu depan kuil. Kemudian kepala biara duduk istirahat memejamkan mata. Biksu kecil tidak mengerti maksud kepala biara, akhirnya dia berdiri menunggu di samping.

    Biksu kecil terus menunggu dan menunggu. Mentari sudah hampir terbenam, tiba-tiba di depan jalan muncul beberapa bayangan biksu kecil. Beberapa biksu kecil ini termenung sesaat melihat kepala biara. Kepala biara membuka matanya dan bertanya pada mereka. Pagi-pagi saya meminta kalian pergi membeli garam. Jalan di depan ini begitu dekat dan rata. Kenapa kalian baru kembali sekarang? Biksu-biksu kecil ini saling berpandangan, kemudian menjawab, “Kepala biara, dalam perjalanan kami tertawa bercanda dan menikmati pemandangan, akhirnya sekarang baru sampai. Lagi pula selama 10 tahun ini memang begitu, kan!”

    Lalu kepala biara bertanya pada biksu kecil yg berdiri di samping, “kamu ke kota yg terletak di bawah bukit belakang membeli beras, jalannya berliku-liku dan jauh, harus menapaki bukit dan lembah, bahkan harus membawa beras yang berat. Kenapa waktu kamu kembali lebih awal daripada mereka?

    Biksu kecil menjawab, “setiap hari dalam perjalanan saya selalu ingin cepat pergi cepat kembali. Lagipula jalannya sangat hati-hati karena memanggul barang yang berat di atas pundak, dan lama kelamaan jalannya semakin mantap dan cepat. Selama 10 tahun ini saya sudah terbiasa, dalam hati hanya ada satu tujuan tiada lagi jalanan.”

    Setelah mendengarnya kepala biara lalu berkata pada semua biksu kecil. “Jalanan sudah rata. Tetapi hati tidak terpusat pada tujuan. Hanya dengan berjalan di atas jalanan yang berliku, baru bisa menempa tekad seseorang.

    Biksu kecil inilah akhirnya menjadi “xuan zhuang fa shi” (pendeta agung dalam Budhisme/Taoisme). Oleh karena tempaan sejak kecil sehingga dalam perjalanannya ke barat yang serba sulit dan bahaya untuk mengambil kitab suci itu, membuat hatinya bisa selalu bersinar menuntut cahaya Fa (Dharma). Jadi, jalan yang berliku dan sulit, bukanlah halangan untuk mencapai tujuan. Sebuah tekad, baru merupakan kunci sukses atau gagal.

    (Sumber: NTDTV)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal