Updates from September, 2012 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • tituitcom 17.21 on 10 September 2012 Permalink  

    Arsitek Bom Nuklir dan Komputer Modern 

    John Von Neumann Arsitek Bom Nuklir dan Komputer Modern
    Hendra Feriyanto

    JIKA berbicara siapakah tokoh yang paling berpengaruh terhadap perkembangan ilmu komputer dan komputasi modern, John Von Neumann-lah orangnya. John Von Neumann adalah salah satu ahli matematika terbesar abad ini. Beliaulah yang pertama kali menggagas konsep sebuah sistem yang menerima instruksi-instruksi dan menyimpannya dalam sebuah memori. Konsep inilah yang menjadi dasar arsitektur komputer hingga saat ini. Beliau juga salah seorang ilmuwan yang sangat berpengaruh dalam pembuatan bom atom di Los Alamos pada Perang Dunia II lalu.
    Kepiawaian Von Neumann terletak pada bidang teori game yang melahirkan konsep seluler automata, teknologi bom atom, dan komputasi modern yang melahirkan komputer. Kegeniusannya dalam matematika telah terlihat semenjak kecil dengan mampu melakukan pembagian bilangan delapan digit (angka) di dalam kepalanya.
    Von Neumann dilahirkan di Budapest, ibu kota Hungaria, pada 28 Desember 1903 dengan nama Neumann Janos. Dia adalah anak pertama dari pasangan Neumann Miksa dan Kann Margit. Di sana, nama keluarga diletakkan di depan nama asli. Sehingga dalam bahasa Inggris, nama orang tuanya menjadi Max Neumann dan Margaret Kann. Max Neumann memperoleh gelar dan namanya berubah menjadi Von Neumann. Max Neumann adalah seorang Yahudi Hungaria yang bergelar doktor dalam ilmu hukum. Dia juga seorang pengacara untuk sebuah bank. Pada tahun 1903, Budapest terkenal sebagai tempat lahirnya para manusia genius dari bidang sains, penulis, seniman dan musisi.
    Sebagai anak yang terlahir genius, Von Neumann memiliki minat yang besar di berbagai bidang terutama matematika. Dia selalu menjadi yang terbaik pada semua bidang tersebut di sekolahnya. Dia tidak hanya tertarik pada matematika dan logika, namun juga pada sejarah. Pada umur delapan tahun dia sudah mambaca 40 volume sejarah dunia dari buku-buku di perpustakaan keluarganya.
    Bisa dikatakan, pada umur yang masih belia, Von Neumann mampu menyeimbangkan kemampuan logika analitisnya dengan kemampuan sosial. Pada usia 17 tahun, Von Neumann sudah mempublikasikan papernya sendiri untuk Journal of the German Mathematical Society, pada tahun 1922.
    Pada tahun 1921, Von Neumann disekolahkan ayahnya ke Universitas Berlin untuk menjadi insinyur teknik kimia. Berselang dua tahun kemudian ia melanjutkan pendidikan ke Zurich. Sebenarnya Von Neumann kurang tertarik dengan bidang kimia atau bidang engineering, namun ayahnya mendorong dia untuk mempelajari kimia. Pada waktu itu teknik kimia sedang populer dan menjanjikan karier yang cerah bagi para insinyurnya. Oleh karena itu, ayahnya mengharuskan Von Neumann mengikuti pendidikan kimia tanpa gelar selama dua tahun di Berlin, lalu melanjutkan di Eidgennossische Technische Hochschule (ETH) Zurich pada bidang yang sama. Ujian masuk ETH terkenal sulit, bahkan Albert Einstein pernah gagal dalam ujian masuk di tahun 1895 dan berhasil lulus pada ujian tahun berikutnya.
    Keinginan Von Neumann untuk mempelajari matematika dilakukannya pada musim panas setelah studinya di Berlin dan sebelum masuk ETH Zurich. Dia menjadi mahasiswa program doktor pada Universitas Budapest. Tesis doktornya bertemakan aksiomasisai teori himpunan (set theory) yang dikembangkan George Cantor. Pada masa itu, set theory merupakan salah satu topik ‘menantang’ di dunia matematika.
    Akhirnya pada tahun 1926, dia lulus dengan dua gelar yaitu gelar S1 pada bidang teknik kimia dari ETH dan gelar doktor (Ph.D) pada bidang matematika dari Universitas Budapest. Semua itu diraihnya pada usia 22 tahun!

    Mekanika kuantum

    Von Neumann selain genius juga seorang pemikir yang kreatif. Ia mampu mengubah konsep atau pemikiran orang lain menjadi sesuatu yang lebih baik, lengkap dan logis. Hal inilah yang dilakukannya pada teori mekanika kuantum. Mekanika kuantum berurusan dengan perilaku partikel atomik dan hukum-hukum yang mengaturnya. Pada masa itu, ada dua teori yang saling berkompetisi untuk mendeskripsikan dunia atom.
    Pertama, mekanika gelombang yang digagas Erwin Schrodinger. Menurutnya, sebuah elektron dalam atom hidrogen, analog dengan tali pada instrument musik. Dengan teori ini, Schrodinger mengembangkan persamaan gelombang untuk elektron yang secara tepat mampu memprediksi perilaku elektron.
    Teori yang kedua bernama mekanika matriks yang dikembangkan Werner Heisenberg, Max Born dan Pascual Jordan. Teori ini mengatakan, nilai posisi dan momentum suatu partikel dapat dideskripsikan konstruksi matematika menggunakan aljabar matriks. Kedua teori ini tampak berbeda di mata banyak orang. Dua persepsi mengenai masalah yang sama. Namun Von Neumann mampu membuktikan, kedua sistem tersebut ternyata ekivalen secara matematis alias sama tetapi berbeda bentuk.
    Namun Von Neumann ingin mengembangkan teori yang lebih baik lagi dari keduanya. Ia ingin mengembangkan yang lebih fundamental dan powerful, sehingga lahirlah konsep “ruang Hilbert abstrak”. Konsep ini merupakan struktur matematika untuk mekanika kuantum. Formulasi ini ternyata lebih mudah digunakan orang lain untuk melakukan penelitian mekanika kuantum.

    Bom atom

    Kepiawaian Von Neumann tidak hanya di bidang yang abstrak seperti mekanika kuantum, namun juga dalam bidang teknik seperti pengembangan bom atom di Los Alamos pada tahun 1943. Pada saat itu, Amerika Serikat merasa ketakutan jika Jerman bisa membuat bom atom, sehingga dibentuklah tim yang beranggotakan ilmuwan-ilmuwan ternama untuk merancang sebuah bom atom, sesuatu yang dikatakan banyak orang sebagai iblis penghancur, di Los Alamos. Kontribusi Von Neumann dalam projek bom atom adalah pengembangan matematikanya dan kontribusinya pada implosion bomb.
    Para ilmuwan di Los Alamos merasa kesulitan untuk melakukan eksperimen untuk mengembangkan senjata pemusnah massal (weapon of mass destruction). Mereka membutuhkan suatu cara untuk memprediksi apa yang akan terjadi pada suatu reaksi nukir berantai yang kompleks tanpa harus mencoba-coba, karena akan sangat berbahaya. Von Neumann sebagai bagian dari tim, menemukan permodelan matematis modern untuk masalah di atas. Dia mengaplikasikan model tersebut pada semua level, dari level atas yang menghasilkan keputusan sampai level terbawah pada tim ini. Tim Los Alamos mengembangkan dua macam bom atom, yaitu yang menggunakan material Uranium-235 dan Plutonium. Reaksi berantai nuklir akan terjadi jika material inti mencapai massa atau kerapatan kritis. Pada bom Uranium-235, hal ini dicapai dengan gun methode. Sedangkan pada bom Plutonium, massa kritis dicapai dengan metode implosion. Metode ini sudah lama dikenal, dan Von Neumann telah berjasa untuk menyempurnakannnya sehingga dapat bekerja dengan baik. Dengan metode implosion lens ciptaannya, mampu memadatkan Plutonium sampai kerapatn kritis sehingga dapat terjadi reaksi nuklir berantai.
    John Von Neumann meninggal pada 8 Februari 1957, 18 bulan setelah dirinya dinyatakan menderita penyakit kanker. Ide-idenya tetap hidup sampai saat ini dan memengaruhi sebagian besar kehidupan kita.(Berbagai sumber)***

    Sumber : Pikiran Rakyat (15 Juli 2004)

     
  • tituitcom 17.20 on 10 September 2012 Permalink  

    Transistor Komputer Segera Hilang? 

    Transistor Komputer Segera Hilang?
    Bhinneka Post

    Tim ahli di Hewlett Packard menciptakan kegelisahan di dunia komputer dengan pengumumannya tentang penemuan baru yang didesain untuk menggantikan transistor dalam chip—bagian paling mendasar dari sebuah komputer setengah abad ini. Tapi, apakah berita itu hanya rumor atau benar-benar kemajuan?
    Dalam tulisan di Journal of Applied Physics, tiga anggota grup laboratorium HP Quantum Science Research (QSR) menjelaskan penemuan mereka sebagai “crossbar latch” penyedia restorasi sinyal dan inversi yang dibutuhkan untuk komputing secara umum, tanpa membutuhkan transistor.
    Teknologi itu bakal melahirkan komputer berkekuatan ribuan kali dibanding yang ada saat ini. “Kami sedang menemukan kembali komputer, dalam ukuran sangat kecil,” ujar Stan Williams, direktur QSR.
    “Corssbar latch memproduksi elemen kunci yang dibutuhkan untuk membangun komputer menggunakan device berukuran nanometer yang relatif murah dan mudah dibuat,” tambah dia.
    QSR bekerja dengan device elektronik berslaka nano yang menjadi suplemen –dan mungkin nantinya akan jadi pengganti—teknologi silikon, yang diharapkan mencapai limit fisik dalam satu dekade. Namun, penggantian seperti itu bisa memberi pengaruh besar terhadap industri pembuat chip.
    “Setiap teknologi baru membutuhkan seluruh industri untuk mendukungnya—infrastruktur yang baru seluruhnya—dan pengadaan alat bertahun-tahun. Plus, produk harus beradaptasi untuk bisa kompatibel pada perubahan radikal,” tegas Manny Vara, narasumber dari Intel.
    “Setiap orang mencari jawaban. Tidak ada yang mampu membuat transistor jauh lebih kecil yang sekaligus masih bisa beroperasi,” tukas Vara.
    Raksaksa industri pembuat chip, Intel, saat ini memproduksi transistor terkecil di dunia, sekitar 50 nanometer, setengah ukuran virus flu. Pentium 4 memboyong 150 juta transistor.
    “Pikirkan sebuah prosesor sebagai otak dan transistor sel otaknya. Lebih banyak sel otak yang Anda punya, semakin pintar otak,” ungkap Vera.
    Para ahli di Intel juga bereksperimen mencari berbagai cara memperbaiki pembuatan transistor: dengan material baru untuk membuat transistor lebih baik transformasi transistor flat menjadi Tri-gate 3-D transistor dan mengeksplorasi apakah transistor bisa dibuat dari device nano seperti karbon nanotube dan kabel nano, papar Vera.
    Kita lihat saja bagaimana kelanjutannya…

    Sumber : Bhinneka Post, 4 Mar 2005 6:12:49 PM

     
  • tituitcom 17.18 on 10 September 2012 Permalink  

    Internet2, 10.000 Kali Lebih Cepat dari Internet Broadband 

    Internet2, 10.000 Kali Lebih Cepat dari Internet Broadband
    red

    Para peneliti California Institute of Technology (Caltech) di Pasadena, Amerika Serikat dan CERN – yang berpusat di Geneva, Swiss – telah menguji kecepatan transfer data pada jaringan backbone Internet2, Abilene Network. Penelitian dilakukan untuk mengukur kecepatan pengiriman data sejauh 11.000 kilometer dengan kecepatan rata-rata 6,25 gigabits per second (gbps).
    Menurut pernyataan CERN yang dikutip IDG News Service, kecepatan transfer yang didapatkan ternyata 10.000 kali kecepatan koneksi internet broadband rumahan.
    Rekor kecepatan transfer data tersebut dilakukan pada kompetisi Internet2 Land Speed Record minggu ini. Uji kecepatan itu merupakan bagian dari pertemuan Spring 2004 Internet2 yang dilaksanakan di Arlington, Virginia Amerika Serikat. Internet2 merupakan grup yang terdiri lebih dari 200 universitas di negeri Paman Sam, yang mengembangkan industri teknologi internet masa depan.
    Sebelumnya, tim dari Caltech dan CERN telah melakukan uji serupa dengan jarak yang sama pula, dari Los Angeles ke Geneva. Pada uji kecepatan internet dengan menggunakan Internet Protocol versi 6 tersebut didapatkan kecepatan transfer data sebesar 4 gbps. Sementara dengan menggunakan Internet Protocol versi 4, kecepatan transfer data mencapai 6,25 gbps.
    “Riset menujukkan high-energy physics, astrofisika, energi fusi, klimatologi, bioinformatika, dan bidang lainnya memerlukan jaringan internet yang cepat,” tutur Harvey Newman, profesor Fisika di Universitas Caltech, Amerika Serikat. “Dalam jangka 10 tahun mendatang kecepatan transfer data akan mencapai terabit-per-second (1 trilyun bits).”
    Pengukuran rekor kecepatan tansfer perlu dilakukan untuk pengembangan grid network yang dilakukan oleh para ilmuwan. Kecepatan tinggi tersebut tak dibutuhkan untuk pengguna rumahan, yang masih tercukupi dengan koneksi ADSL biasa.

    Sumber : komputer aktif! (23 April 2004)

     
  • tituitcom 17.17 on 10 September 2012 Permalink  

    Fenomena Politik Windows vs Linux 

    Fenomena Politik Windows vs Linux
    Siti Nur Aryani (FE UI)

    Masalah perangkat lunak komputer bukan sekadar soal teknis atau soal variabel dan parameter. Di era serba-komputer sekarang ini bisa jadi masalah itu mengarah pada soal politik, bahkan ideologi. Di Prancis hal itu terjadi.
    Alkisah, Pemerintahan Kota Paris melalui Departemen Teknologi Informasi-nya melakukan studi kelayakan berkaitan dengan rencana penerapan sistem perangkat lunak berbasis Linux. Asumsi prastudi, jika hasil riset membuktikan Linux lebih murah dan efektif, maka pemerintah akan mengalihkan 17.000 perangkat PC yang selama ini menggunakan Windows.
    Studi yang berlangsung selama tiga bulan lebih pada tahun lalu itu akhirnya mengambil kesimpulan. Pemerintahan Kota Paris merekomendasikan agar tetap mempertahankan Windows untuk 17.000 desktop-nya. Sebab, sekalipun Linux lebih murah, tanpa lisensi dan bisa menghindari monopoli Microsoft, tapi ?menurut studi kelayakan itu? akan membutuhkan banyak biaya untuk mengimplementasikannya. ?Kami harus mengeluarkan banyak uang untuk mewujudkan implementasi Linux,? kata Carsten Urban, kepala departemen TI kota Paris, kepada majalah Bussines Weeks.
    Menurutnya, jika pemerintahan kota Paris benar-benar menerapkan Linux, akan menambah biaya pemrograman ulang program komputer dan biaya pelatihan ribuan pegawai. Carsten menambahkan, hasil studi bandingnya di Jerman, bahwa pemerintahan kota Heidenheim Jerman juga tidak mengadopsi Linux karena alasan biaya. Akibat keputusan itu, banyak penggemar Linux yang kecewa atas keputusan itu. Pasalnya, kalangan masyarakat pengguna komputer di Paris sudah banyak yang memilih Linux.
    Di tengah-tengah gencarnya promosi perangkat lunak PC dan server oleh Microsoft yang cenderung memonopoli pasar, banyak warga Eropa yang semakin terbuka melakukan resistansi. Perdebatan sengit pun sering masuk dalam parlemen di kota-kota seperti Paris, Wina, Munchen, London, dan Roma. Perdebatan itu sering mengarah pada persaingan visi masa depan komputasi. Kelompok masyarakat yang pro-Linux seringkali mengolok-olok konvensi Microsoft yang menjual perangkat lunak dengan harga murah sebagai ?sogokan?. Sementara para marketing Microsoft tak mau kehilangan pasar dengan terus merayu konsumen dengan berbagai cara.
    Di Eropa, Linux dalam lima tahun terakhir ini bukan lagi perangkat lunak yang hanya berada di tangan pemrogram idealis guna membantu mengembangkan sebuah alternatif standar terbuka atas sistem operasi dari Microsoft. Linux sudah menjadi ikon perlawanan atas dominasi Microsoft. Secara makro, penguasaan Linux di pasar komputer Eropa sampai tahun 2004 mencapai 23 persen , nomor dua setelah Microsoft. Kenapa orang Eropa cukup simpatik pada Linux?
    Alasannya, selain tidak suka dengan model monopoli yang dilakukan Microsoft, sikap pro-Linux juga dipengaruhi oleh “sentimen” budaya. Orang Eropa berempati pada Linux karena perangkat lunak itu diciptakan oleh seorang warga Finlandia, Linus Torvalds. Dan budaya komunitarian dari gerakan standar terbuka sejalan dengan aspirasi politik kiri. Bahkan model bisnis Linux yang serba murah dan memberikan layanan kepada masyarakat bawah ini dianggap sejalan dengan prinsip sosialisme utopis.

    Fenomena Peralihan

    Kegandrungan orang Eropa pada Linux bukanlah sekadar kabar berita yang dibesar-besarkan media untuk memanas-manasi Microsoft. Sebagaimana diberitakan Business Weeks (No.25-26/III/1-8/04), Kota Wina Austria sudah mengubah ratusan PC dari 16.000 PC yang dimilikinya ke Linux. Bergen, kota terbesar kedua di Norwegia, sudah memutuskan untuk mengubah sejumlah server database yang beroperasi dengan sistem operasi UNIX ke Linux, bukan ke Windows, dan konon sewaktu-waktu akan mengubah 32.000 PC yang digunakan di sekolah-sekolah Bergen ke Linux.
    Lebih fenomenal lagi terjadi di Pemerintahan Kota Munich Jerman, yang bermaksud mengganti 14.000 PC-nya ke Linux pada tahun 2008 nanti. Meskipun ada tawaran rabat 35 persen dari Microsoft, tapi Pemerintah Kota Munich tetap berusaha melanjutkan program pindah ke Linux itu.
    Kontan, fenomena peralihan massal ini membuat gerah Microsoft. Tak heran jika sekarang perusahaan Microsoft di Eropa gencar mencari simpati agar masyarakat Eropa, terutama pemerintahan tidak beralih ke Linux. Di Kota Newhan, London, ketika banyak pejabat di pemerintahan itu santer mengeluarkan isu pindah ke Linux, Microsoft menyatakan dukungan akan memberikan harga lebih murah, yakni sebesar AS$ 600.000 kepada pemakai Windows dalam setiap tahun. Terdengar pula banyak kabar beredar di beberapa kota di Eropa, Microsoft gencar mengampanyekan tentang cacat dan mahalnya biaya Linux. Kegagalan penerapan Linux di Kota Muchen atas 50.000 server-nya yang tidak bisa mengakses internet, sering dijadikan propaganda hitam oleh Microsoft dalam menjatuhkan Linux.
    Tapi, sekali pun demikian, kalangan penggemar Linux sampai saat ini tidak pernah kehilangan akal dan terus melawan propaganda hitam Microsoft. Penjualan perangkat lunak Linux dengan harga murah terus berjalan. Perusahaan komputer berbasis Linux, Gartner Inc, mengatakan, perdagangan Linux akan terus meningkat dari 4,4 persen tahun 2004 menjadi 5,7 persen pada 2005.
    Fenomena di atas tentu sangat menarik untuk terus diamati. Pergeseran dalam bisnis perangkat Lunak dua kubu yang semakin keras bertarung di pasar komputer global ini ke depan tidak mustahil akan merembet ke negara-negara lain. Eropa kita ketahui paling progresif mengalami kemajuan dalam bidang penggunaan komputer dibanding benua lain, termasuk Negara Adidaya Amerika Serikat.
    Seperti sentimen-sentimen konsumen terhadap produk-produk lain, sentimen penggemar Linux bukan tanpa alasan. Fenomena yang bisa diterima dari alasan perang antara Linux versus Windows bukan sekadar mahal-murahnya biaya, atau karena sentimen budaya masyarakat Eropa. Kedua alasan ini bukanlah alasan utama untuk menguak segi positifnya pertarungan itu.

    Di Indonesia

    Selama ini hanya Microsoft yang menjadi raja terkuat di pasar global komputer. Linux hadir untuk menawarkan diri menjadi alternatif. Kalau alasan monopoli yang dipakai, barangkali kelak di negara-negara dunia ketiga seperti Indonesia, akan ada “kreativitas” perlawanan terhadap dominasi produk Microsoft. Kontroversi Windows versus Linux belum terjadi di Indonesia, sebab pengguna teknologi komputer kita belum sebanyak di Eropa. Kalau pun ada usaha ke arah sana, tampaknya masih terbatas di kalangan tertentu. Sampai sekarang pengguna Linux masih bisa dihitung dengan jari, dibanding pengguna Microsoft.
    Dengan adanya persaingan, pasar semakin kondusif menciptakan produk yang lebih berkualitas dan murah. Lebih dari itu, persaingan perangkat lunak, sebagaimana di Eropa, akan mendinamiskan iklim politik. Kita tunggu suasana persaingan itu terjadi di negeri kita. Sekali lagi, agar pasar komputer tidak monolitik.

    Sumber : Sinar Harapan (17 Maret 2005)

     
  • tituitcom 17.16 on 10 September 2012 Permalink  

    Dunia Atom Dalam Dunia Maya 

    Dunia Atom Dalam Dunia Maya
    Bachtiar Anwar (Lapan-Watukosek)

    PERMAINAN kreatif untuk membuat suatu lingkungan 3 dimensi (3D) menggunakan berbagai bentuk dasar, hanya dengan memasangkan satu dengan lainnya, kini banyak dijumpai di toko mainan. Dengan permainan ini anak-anak dilatih untuk menyusun suatu model 3D seperti dunia nyata menurut imajinasi mereka. Dan untuk memacu kreativitas anak, kompetisi membuat model 3D ini pun marak diselenggarakan. Bukan hanya di tingkat lokal atau nasional, bahkan hingga tingkat internasional.
    Dengan kemajuan teknologi dunia maya (virtual reality), permainan semacam itu bisa dilakukan dengan komputer. Berbagai perangkat lunak (software) yang memudahkan seseorang memodelkan lingkungan 3D telah diperkenalkan. Sebut saja misalnya 3D Studio Max, Maya 3D, Cosmo Worlds 3D VRML, dan VRCreator. Tentu saja diperlukan keahlian khusus untuk menggunakan perangkat lunak ini secara baik.
    Untuk menirukan dunia mikro, misalnya suatu susunan atom, yang umumnya mempunyai sifat perulangan tinggi, pemakaian software interaktif semacam itu jelas menemui kendala. Semisal, diinginkan suatu model struktur NaCl (garam dapur) yang terdiri atas ribuan atom Na dan atom Cl. Membuat perulangan atom secara interaktif tentu akan sangat merepotkan. Meskipun software itu telah menyediakan fasilitas untuk meng-opi sebagian model dan meletakkannya ke posisi lain secara berulang.
    Atas dasar untuk mengatasi kendala semacam itu, penulis membuat perangkat lunak aplikasi sederhana yang memudahkan seseorang memodelkan struktur NaCl (Natrium Chloride). Peranti ini dibuat dengan memanfaatkan Virtual Reality Modeling Language (VRML), Hyper-Text Markup Language (HTML) dan Javascript, ditambah browser (HTML dan VRML) untuk visualisasi dunia maya.

    **

    SENYAWA NaCl dalam keadaan padat mempunyai susunan sederhana. Atom Na dan Cl tersusun teratur membentuk suatu kubus. Setiap atom Na dikelilingi 6 atom Cl dengan jarak yang sama pada arah sumbu-sumbu saling tegak lurus (koordinat Cartesis). Demikian pula sebaliknya, setiap atom Cl dikelilingi 6 atom Na.
    Sifat perulangan semacam itu sebenarnya mudah dimodelkan dengan menggunakan bahasa pemrograman. Dalam hal ini, penulis menggunakan Javascript untuk membuat perulangan susunan atom Na dan Cl secara otomatis. Atom Na dan Cl dimodelkan dengan menggunakan objek bola (sphere) dalam dunia maya menurut bahasa VRML.
    Untuk memudahkan pengguna (user), suatu interface (antarmuka) dibuat menggunakan HTML agar pengguna bisa memasukkan parameter yang diperlukan. Pengguna bisa memilih ukuran kristal NaCl yang akan dibangun dalam arah sumbu-sumbu x, y dan z. Sebut saja jumlah atom masing-masing sumbu itu adalah nx, ny dan nz.
    Untuk membedakan atom Na dan Cl, pengguna bisa memilih warna berbeda bagi kedua atom. Demikian pula ukuran bola yang mewakili atom Na dan Cl. Atom Cl memiliki jumlah elektron lebih banyak dari atom Na. Karena itu kita dapat memberikan radius bola atom Cl lebih besar daripada atom Na. Selanjutnya, untuk memvisualisasikan adanya ikatan antar ion (ikatan ionik), maka atom-atom dihubungkan dengan lengan-lengan yang dibuat menggunakan objek silinder dengan radius tertentu.
    Bila pengguna telah memasukkan nilai untuk semua parameter yang diperlukan, dengan melakukan klik pada tombol “Create”, maka kode VRML ditampilkan otomatis pada suatu kotak teks di bawahnya. Selanjutnya, pengguna perlu memindahkan kode ini ke editor teks dan menyimpannya dengan ekstensi ‘.wrl’. File ini siap ditampilkan menggunakan web browser yang disertai VRML plugin.

    **

    PENULIS telah bereksperimen menciptakan berbagai ukuran stuktur NaCl. Secara umum, semakin besar dimensi struktur NaCl yang dibuat, semakin lama waktu eksekusi untuk membangkitkan kode-kode VRML. Namun, meskipun jumlah total atom Na dan Cl dibuat sama, bila struktur mempunyai dimensi berbeda dalam tiga sumbu (nx, ny, nz), misalnya (1000,1,1), (1,1000,1) dan (1,1,1000), ternyata menghasilkan waktu eksekusi berbeda pula.
    Perbedaan ini muncul karena algoritma yang digunakan dalam membentuk atom-atom virtual. Rangkaian atom dalam arah sumbu-x dibuat terlebih dahulu berdasarkan informasi jumlah atom nx. Kemudian rangkaian ini dikopi dalam arah sumbu-y sesuai dengan jumlah atom ny untuk membentuk satu bidang atom virtual. Lalu, bidang atom ini dikopi lagi untuk membentuk struktur 3D yang diinginkan berdasarkan jumlah atom nz.
    Dalam pembuatan perangkat lunak ini tidak digunakan komponen yang memerlukan lisensi. Jadi, boleh dikatakan gratis. Hanya diperlukan pengetahuan dalam logika pemrograman maupun penguasaan bahasa HTML, Javascript dan VRML. Dan juga, tentu saja perlu memahami pula sifat-sifat objek yang akan dimodelkan. Selanjutnya, bila penampakan atom Na dan Cl di dalam dunia virtual dibuat sama, kita sebenarnya telah memodelkan susunan atom tipe lainnya, misalnya suatu struktur logam.
    Pengembangan perangkat lunak telah dipresentasikan pada Indonesia-Japan Join Conference on Combinatorial Geometry and Graph Theory yang diselenggarakan Departemen Matematika, ITB, dan seminar nasional Teknik Elektro, di Universitas Gajahmada, tahun 2003.
    Ide sederhana semacam ini bisa diperluas untuk memodelkan struktur kristal atau molekul yang lebih kompleks. Informasi utama yang diperlukan adalah mengetahui posisi-posisi atom yang akan dimodelkan. Bila kita bisa membuat suatu rumus matematika untuk menentukan posisi-posisi itu, akan memudahkan dalam pemrogramam. Bagi mereka yang berkecimpung dalam bidang kimia, fisika maupun biologi molekuler, perangkat lunak untuk pemodelan dunia atom bisa menjadi peranti berharga bagi dunia pendidikan maupun riset.
    Bila kita mengetahui persis struktur DNA, misalnya, memodelkan objek ini pun bukan tidak mungkin. Hanya, diperlukan bahasa pemrograman yang jauh lebih canggih daripada Javascript, seperti C++ atau compiler lainnya. Demikian pula komputer yang digunakan, agar kecepatan eksekusi untuk menuliskan kode-kode VRML dalam jumlah jutaan atau bahkan miliar baris bisa dilakukan dalam waktu relatif singkat. Siapa ingin mencoba?***

    Sumber : Pikiran Rakyat (29 April 2004)

     
  • tituitcom 17.15 on 10 September 2012 Permalink  

    Pascal dan Kemenangan di Kompetisi Google 

    Pascal dan Kemenangan di Kompetisi Google
    nin

    DALAM upayanya mendapatkan tenaga-tenaga pemrograman terbaik di dunia, Google-perusahaan mesin pencari (search engine) terkemuka di dunia-secara berkala mengadakan lomba programming. Lazimnya, kata pakar teknologi informasi Dr Alexander Rusli di Jakarta, pekan silam, lomba diadakan di AS. Tetapi karena prestasi Asia Selatan dan Tenggara akhir- akhir ini juga mencuat, lomba diadakan juga di India, di mana Google juga sudah mendirikan pusat litbang di Bangalore.
    Saat digelar Maret silam, lomba diikuti oleh peserta dari negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Tenggara, yakni India, Singapura, Malaysia, Indonesia, Nepal, Myanmar, Thailand, dan Maladewa. Setelah diseleksi hingga tinggal 50 orang, finalis lomba berhadiah total 1.600.000 rupee atau 32.000 dollar AS ini diterbangkan ke Bangalore, India, 26 Maret. Komposisinya waktu itu adalah dari India sebanyak 39 orang, Singapura (8), dan Indonesia (3).
    Yang membesarkan hati adalah pemenangnya: juara I dan II adalah pemuda Indonesia, yakni Ardian Kristanto Poernomo dan Pascal Alfadian. Hanya saja, Ardian yang kini mahasiswa tingkat III Jurusan Computer Engineering di Nanyang Technological University, Singapura, berangkat mewakili Singapura. Pascal sendiri adalah mahasiswa tingkat II (angkatan 2003) Departemen Ilmu Komputer di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung. Prestasi ini amat mengesankan karena keduanya bisa mengalahkan para pesaing dari India Institute of Technology, yang menurut Dr Rusli merupakan lembaga pendidikan teknologi top di India dan termasuk salah satu yang terbaik di dunia.
    JALAN kemenangan Pascal tidak datang mendadak. Ia sebelumnya sudah jadi anggota tim olimpiade pemrograman meskipun gagal berangkat. Ia juga ikut dalam tim lomba pemrograman internasional tingkat Asia yang diselenggarakan oleh Asosiasi Mesin Komputer (ACM), dan mencapai peringkat delapan.
    Seperti dituturkan oleh Rosa de Lima ST MKom, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pasti Alam Unpar yang membawahi Departemen Ilmu Komputer Unpar, Pascal mengetahui lomba Google melalui browsing di internet. Keberhasilan Pascal meraih juara II dalam lomba yang bergengsi ini amat membanggakan Unpar yang masih dalam suasana memperingati hari jadi ke-50.
    Pascal juga tidak asing dengan lomba pemrograman komputer karena jurusan tempat ia menimba ilmu juga secara teratur menyelenggarakan lomba pemrograman nasional untuk tingkat SMA, dan selain itu juga rajin mengirim mahasiswanya untuk ambil bagian dalam berbagai kompetisi pemrograman.
    Atas kemenangan Pascal pula, Rosa de Lima sempat diwawancara kontributor majalah Business Week, New York, Josey John, yang membuat liputan tentang lomba Google yang diberi nama Google India Code Jam 2005 ini, 28 Maret lalu. John amat terkesan dengan prestasi istimewa-yang oleh John disebut sebagai stellar performance-pemuda Indonesia. John pun lalu ingin tahu lebih jauh bagaimana penyelenggaraan pendidikan komputer dan pemrograman di Indonesia sehingga bisa menghasilkan juara seperti Pascal.
    Mengenang kembali final di Bangalore yang diikuti 50 finalis pada 26 Maret 2005, akhir pekan lalu Pascal mengisahkan bahwa babak akhir ini dibagi dalam empat tahap. Pada tahap pertama yang disebut coding phase, finalis diberi tiga soal pemrograman komputer. Pada tahap ketiga ada challenge phase, di mana peserta dapat melihat kode program peserta lain dan mencari kelemahan kode tersebut lalu melakukan challenge. Yang terakhir adalah system test yang dilakukan oleh tim juri.
    Kini, Pascal (21)-anak pertama dari dua bersaudara-berencana syukuran setelah mendapatkan hadiah 3.100 dollar AS (sekitar Rp 30 juta) yang baru diterimanya.

    Sumber : Kompas (2 Mei 2005)

     
  • tituitcom 17.13 on 10 September 2012 Permalink  

    Kecerdasan Buatan – Menajamkan Otak Tumpul 

    Resensi Buku : Kecerdasan Buatan – Menajamkan Otak Tumpul
    Djoko Sardjono

    KECERDASAN buatan (artificial intelligence) merupakan inovasi baru di bidang ilmu pengetahuan. Mulai ada sejak muncul komputer modern, yakni pada 1940 dan 1950. Ini kemampuan mesin elektronika baru menyimpan sejumlah besar info, juga memproses dengan kecepatan sangat tinggi menandingi kemampuan manusia.
    Apa kecerdasan buatan itu? Bagian dari ilmu pengetahuan komputer ini khusus ditujukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam sistem kecerdasan komputer. Sistem memperlihatkan sifat-sifat khas yang dihubungkan dengan kecerdasan dalam kelakuan atau tindak-tanduk yang sepenuhnya bisa menirukan beberapa fungsi otak manusia, seperti pengertian bahasa, pengetahuan, pemikiran, pemecahan masalah, dan lain sebagainya.
    Kecerdasan buatan mungkin satu dari perkembangan yang paling penting di abad ini. Hal ini akan memengaruhi kehidupan negara-negara yang memainkan peranan penting dalam perkembangan kecerdasan buatan, yang kemudian muncul sebagai negara-negara adikuasa.
    Pentingnya kecerdasan buatan menjadi nyata bagi negara-negara yang berperan sejak tahun 1970. Para pemimpin negara yang mengakui potensialnya kecerdasan buatan mengharap mendapat persetujuan jangka panjang untuk sumber-sumber yang memerlukan dana intensif.
    Jepang adalah yang pertama kali melakukan itu. Negara ini mengembangkan program yang sangat berambisi dalam penelitian kecerdasan buatan.
    Sebagai bidang ilmu pengetahuan komputer, kecerdasan buatan sebenarnya sudah mulai diselidiki pada 1930-an dan 1940-an. Waktu itu banyak cendekiawan mengembangkan ide-ide baru mengenai komputasi. Logika matematika selanjutnya menjadi bidang aktif dari penyelidikan kecerdasan buatan, karena sistem logika deduktif telah berhasil diimplementasikan dalam program-program komputer.
    Seorang ahli matematika bernama Alan Turing, yang memiliki sumbangan besar dalam pengembangan teori kemampuan penghitungan (computability), bergumul dengan pertanyaan apakah sebuah mesin dapat berpikir atau tidak. Uji yang dilakukan adalah dengan mengukur kinerja (performance) mesin cerdas. Uji Alan Turing menjadi dasar bagi banyak strategi yang digunakan dengan menilai program-program kecerdasan buatan.
    Awalnya, kecerdasan buatan hanya ada di universitas-universitas dan laboratorium penelitian, dan hanya sedikit produk yang dihasilkan dan dikembangkan. Menjelang akhir 1970-an dan 1980-an, mulai dikembangkan secara penuh dan hasilnya berangsur-angsur dipublikasikan di khalayak umum.
    Permasalahan di dalam kecerdasan buatan akan selalu bertambah dan berkembang seiring dengan laju perkembangan zaman menuju arah globalisasi dalam setiap aspek kehidupan manusia, yang membawa persoalan-persoalan yang semakin beragam pula. Bidang-bidang yang hampir bersangkutan dengan kecerdasan buatan termasuk keahlian teknik atau teknik mesin, terutama listrik dan teknik mekanik, bahasa, psikologi, ilmu kognitif, dan filosofi. Robotik juga dianggap oleh beberapa peneliti sebagai cabang kecerdasan buatan, tapi yang ini tidak umum.
    Dibandingkan dengan program konvensional, program kecerdasan buatan lebih sederhana dalam pengoperasiannya, sehingga banyak membantu pemakai. Program konvensional dijalankan secara prosedural dan kaku, rangkaian tahap solusinya sudah didefinisikan secara tepat oleh pemrogramnya. Sebaliknya, pada program kecerdasan buatan untuk mendapatkan solusi yang memuaskan dilakukan pendekatan trial and error, mirip seperti apa yang dilakukan oleh manusia. Program konvensional tidak dapat menarik kesimpulan seperti halnya pada program kecerdasan buatan kendati dengan informasi-informasi yang terbatas.
    Buku Kecerdasan Buatan yang ditulis Andri Kristanto, dosen Ilmu Komputer Universitas Widya Dharma Klaten, cocok dan layak untuk dibaca para mahasiswa jurusan teknik informatika, manajemen informatika, ilmu komputer, atau jurusan lain yang sesuai.

    Sumber : Media Indonesia (14 Oktober 2005)

     
  • tituitcom 17.13 on 10 September 2012 Permalink  

    Siswa SMA Mulai Jajal Linux 

    Siswa SMA Mulai Jajal Linux
    ddy

    Walau belum ada data pasti tentang hal ini, namun hal tersebut bisa terlihat dari antusiasme mereka saat mengikuti seminar dan workshop sehari tentang pengenalan program komputer, Linux, yang digelar SMK Telkom Darul ?Ulum, Sabtu (24/4) pagi kemarin. Sedikitnya tercatat 473 pelajar dan beberapa penghobi komputer hadir dalam acara tersebut.
    Seminar tersebut menghadirkan lima pakar Linux dari Surabaya yang menamakan dirinya KLAS (Komunitas Linux Arek Surabaya). Kelima pakar dari Surabaya tersebut, selain menjelaskan panjang lebar, mulai dari awal penemuan program Linux hingga penerapannya dalam sistem komputasi saat ini. Tak ketinggalan mereka juga memberikan kesempatan secara langsung kepada para peserta seminar untuk mencoba apa yang telah dijelaskannya. Tentu saja, peserta yang memang sejak awal cukup antusias mengikuti seminar, tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dari sekitar 10 komputer yang disedikan di ruang seminar, semuanya tak henti-hentinya dioperasikan.
    Menurut salah satu pemateri, Endarko Msi, program Linux merupakan alternatif baru pengoperasian komputer. Jika sebelumnya, masyarakat hanya menggunakan sistem pengoperasian komputer menggunakan Windows, saat ini sudah banyak yang menggunakan sistem Linux. Dipilihnya sistem yang ditemukan oleh warga Negara Finlandia, bernama Linus Torvolds ini, karena memang program Linux memiliki beberapa kelebihan yang tak dimiliki program Windows. “Dengan mengoperasikan komputer menggunkan program Linux, pengguna komputer bisa secara langsung menggunakan program yang sama atau berbeda dari satu mesin yang sama pada saat bersamaan, bahkan di terminal yang berbeda sekalipun,” terangnya.
    Sementara itu, salah satu penitia kegiatan M Rifai Ssi, mengatakan, dipilihnya program Linux dalam seminar tersebut, karena selama ini dinilainya banyak yang seudah mengenal program tersebut tapi belum jelas penggunaannya. “Kami tak ingin pelajar Jombang ketinggalan dalam hal teknologi. Makanya kami gelar seminar ini,” terang Guru Fisika SMK DU ini.

    Sumber : Radar Mojokerto (25 April 2004)

     
  • tituitcom 17.10 on 10 September 2012 Permalink  

    Spam akan mati lewat semacam prangko elektronik 

    Spam Aakan Jadi Masa Lalu : Spam akan mati lewat semacam prangko elektronik
    Budi P

    Bos Microsoft, Bill Gates, berjanji spam atau surat elektronik (e-mail) sampah dalam dua tahun lagi akan bisa diatasi dengan tuntas.
    Ia mengakui, serangan balik terhadap spam memang bukan perkara gampang. Pasalnya, spammers–pengirim e-mail bermemori besar yang kerap berisi penawaran produk-produk aneh atau pornografi–semakin inovatif.
    Akan tetapi, serangkaian strategi yang sedang disiapkan perusahaannya akan segera mengatasi hal itu, ujarnya dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos.
    Gates, yang sekarang merupakan tokoh yang selalu hadir dalam forum tahunan para pengusaha dan politikus, mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir telah tercapai banyak kemajuan dalam upaya menghentikan e-mail sampah itu.
    “Banyak e-mail yang Anda terima berasal dari orang yang Anda kenal. Jadi apa masalahnya? Tidak ada. Kecuali jika e-mail itu datang orang yang tidak dikenal!”
    Gates mengatakan filter bisa bermanfaat untuk membedakan antara spam dan e-mail biasa: “Jika e-mail itu menawarkan soal pembesaran–itu mungkin saja e-mail sampah.”
    Namun, dengan menambahkan lebih banyak kata dalam judul e-mail dan mengubah tulisan dengan gambar, para pengirim e-mail sampah semakin sulit untuk ditangkap dan dalam jangka panjang filter tidak akan menjadi penyelesaian “yang hebat”.
    Yang lebih menjanjikan adalah “tantangan manusia”–memaksa pengirim memecahkan sebuah teka-teki atau komputer mengirim e-mail untuk membuat komputasi sederhana.
    “Sangat mudah bagi sebuah mesin untuk mengirim beberapa e-mail, tetapi sangat sulit dan mahal bagi sebuah komputer untuk mengirim banyak,” ujar Gates.
    Namun pada akhirnya, kata Gates, spam akan mati lewat semacam prangko elektronik, yang juga dikenal sebagai “payment at risk”.
    Ini akan memaksa pengirim e-mail untuk membayar jika sebuah e-mail ditolak karena dianggap spam, namun tidak akan membuat orang berhenti mengirim e-mail biasa karena mereka yakin e-mail yang dikirim bukan spam sehingga tidak akan ditolak.
    “Microsoft sedang meneliti tiga pendekatan ini, dan tidak lama lagi spam akan menjadi masalah masa lalu,” kata Gates.

    Memuji Google

    Saat ditanya apakah Microsoft ketinggalan dalam bidang teknologi pencari di internet, Gates mengakui bahwa dia bertanggung jawab karena kalah dari Google. “Kami dulu mengambil suatu pendekatan yang sekarang saya sadari sebagai pendekatan yang salah.”
    Dia memuji perusahaan teknologi mesin pencari Internet, Google, dan menyebutnya sebagai “perusahaan hebat”. Pendekatan perusahaan itu mengingatkannya pada Microsoft 20 tahun lalu.
    Namun, dia memperkirakan teknologi pencari internet Microsoft akan segera mengatasi saingannya itu.

    Masa depan komputer

    Dalam kesempatan itu, Gates juga berbicara mengenai masa depan komputer. Satu dekade lagi, menurut dia, “kita akan menertawai komputer yang kita kenal saat ini”.
    Dalam dunia “komputer tanpa batas” semua akan mempergunakan teknologi digital, fleksibel dan dibuat sesuai dengan selera pemilik dan diarahkan oleh peranti lunak, bukan perangkat kerasnya.
    “Yang membatasi hal itu saat ini adalah peranti lunak,” ujar Gates dan menambahkan, “Paling tidak, itu yang saya harapkan. Kalau tidak, kami hanya membuang-buang dana yang jumlahnya miliaran dolar,” ujarnya.

    Sumber : Koran Tempo (26 Januari 2004)

     
  • tituitcom 17.08 on 10 September 2012 Permalink  

    Dari Internet ke Intelnet 

    Dari Internet ke Intelnet : Infrastruktur internet sekarang masih menggunakan model 30 tahun lalu
    Budi P

    Inilah berita yang tak ingin didengar oleh pengguna internet: world wide web dalam kondisi bahaya dan terancam ambruk. Benarkah?
    Patrick Gelsinger, direktur teknis produsen chip komputer Intel, dalam sebuah konferensi di San Francisco pekan lalu, mengatakan bahwa kapasitas jaringan internet yang ada sekarang tak akan mampu lagi lebih lama menampung gelombang lalu lintas akses internet dalam jaringannya.
    Ia mengatakan, infrastruktur internet yang dibuat berbasiskan model 30 tahun lalu diperkirakan tidak akan mampu lagi menangani membludaknya beban akses dan segala tetek-bengek pengamanan.
    “Kita bergerak dalam sejumlah keterbatasan arsitektural,” ujarnya. Ia mengaku, pihaknya kini sedang merancang jaringan baru yang akan melapisi dan memperkuat sistem yang ada sekarang.
    Intel memang sedang bekerja meningkatkan kemampuan internet dengan menambahkan satu lapisan teknologi yang dapat membantu jaringan mendeteksi serangan virus dan segera mengalihkan lalu lintas jaringan untuk menghindari kemandekan akses.
    Menurut Gelsinger, ini dapat dilakukan dengan cara menambahkan jaringan tambahan dalam pembuatan sumber daya komputasi dan penyimpanan (storage).
    Dengan serangan e-mail sampah alias spam yang kini mencapai 80 persen dari seluruh e-mail yang dikirimkan dan makin banyaknya jumlah virus dan cacing–seperti MyDoom dan Sasser–dewasa ini memang muncul perhatian serius untuk menstabilkan jaringan.
    Apalagi, jumlah pengguna web yang sudah meningkat 10 kali lipat pada dekade lalu, para ahli memperkirakan pertumbuhan tersebut akan terus berlangsung dengan jangka waktu yang semakin pendek.
    Untuk mendukung argumennya, ia mengajak Vinton Cerf, yang dikenal sebagai bapak internet, yang mendesain penggunaan protokol TCP/IP. Protokol yang diciptakan Steve Crocker, Bob Kahn, dan Cerf ini merupakan kunci desain ulang, karena protokol ini dapat dijalankan pada sistem operasi mana pun, komputer yang berbeda dapat bergabung dalam jaringan.
    Seperti diakui Cerf, “Saya rasa jaringan internet masih sangat primitif; kita masih berada di zaman batu dalam hal jaringan. Masih banyak urusan besar yang harus dilakukan; apalagi sejumlah keterbatasan fundamental internet sangat arsitektural.”
    Intel juga mengajak pemain-pemain industri lain untuk bergabung dengan jaringan PlanetLab yang sedang dikembangkan bersama Hewlett Packard, AT&T, dan lainnya.
    Cetak biru Intel–yang juga disebut Intelnet–didasarkan pada prototipe yang sedang dikembangkan proyek PlanetLab yang didanai oleh Intel.
    PlanetLab adalah jaringan riset yang digunakan oleh 150 universitas dan lembaga riset komersial. Konsep kerja samanya adalah memobilisasi penggunaan server masing-masing untuk ditempatkan sepanjang router yang saat ini berfungsi mengarahkan lalu lintas internet.
    Intel menjelaskan bahwa pendekatan PlanetLab adalah dengan menggunakan internet untuk mengirimkan data, tapi kemudian mengintegrasikan sebuah jaringan tambahan baru terhadap router server pintar dalam meningkatkan kemampuannya.
    Seperti menangkap adanya rasa curiga dari pihak lain, Gelsinger menegaskan bahwa server-server ini nantinya tidak harus menggunakan produk Intel, tapi bisa menggunakan tenaga virtual serupa.
    “Tak ada pengekangan dalam hal arsitektur infrastruktur internet ini; peranti silikon lain dapat digunakan sepanjang Anda bisa menghadirkan lapisan-lapisan virtual yang dibutuhkan.”
    “Dengan memahami dan bekerja dalam proyek riset ini, kami sedang mencoba mencari cara yang terbaik. Tentu saja, kita akan menggunakan teknik kompetitif lain. Ini sebuah kompetisi yang sehat.”
    Memang tidak sedikit pihak yang skeptis dengan gagasan ini. Jangan-jangan ini cuma akal Intel saja untuk berbisnis.
    “Ada beberapa celah dari kebenaran yang diungkapkannya (Gelsinger), tapi kita tidak ingin menggonta-ganti internet,” ujar Jim Page, Direktur Teknis Email Systems, perusahaan filter surat elektronik dan pengamanan.
    “Apa yang diungkapkannya hanyalah kabar baik untuk Intel secara komersial, tetapi ini bukan skenario akhir segalanya,” ulas Jim.
    Yang jelas, gagasan untuk memoles “rumah” internet ini juga diharapkan makin memudahkan pengembangan berbagai peranti jaringan pintar ini di masa depan.

    Sumber : Koran Tempo (23 September 2004)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal