Updates from September, 2012 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • tituitcom 17.10 on 10 September 2012 Permalink  

    Spam akan mati lewat semacam prangko elektronik 

    Spam Aakan Jadi Masa Lalu : Spam akan mati lewat semacam prangko elektronik
    Budi P

    Bos Microsoft, Bill Gates, berjanji spam atau surat elektronik (e-mail) sampah dalam dua tahun lagi akan bisa diatasi dengan tuntas.
    Ia mengakui, serangan balik terhadap spam memang bukan perkara gampang. Pasalnya, spammers–pengirim e-mail bermemori besar yang kerap berisi penawaran produk-produk aneh atau pornografi–semakin inovatif.
    Akan tetapi, serangkaian strategi yang sedang disiapkan perusahaannya akan segera mengatasi hal itu, ujarnya dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos.
    Gates, yang sekarang merupakan tokoh yang selalu hadir dalam forum tahunan para pengusaha dan politikus, mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir telah tercapai banyak kemajuan dalam upaya menghentikan e-mail sampah itu.
    “Banyak e-mail yang Anda terima berasal dari orang yang Anda kenal. Jadi apa masalahnya? Tidak ada. Kecuali jika e-mail itu datang orang yang tidak dikenal!”
    Gates mengatakan filter bisa bermanfaat untuk membedakan antara spam dan e-mail biasa: “Jika e-mail itu menawarkan soal pembesaran–itu mungkin saja e-mail sampah.”
    Namun, dengan menambahkan lebih banyak kata dalam judul e-mail dan mengubah tulisan dengan gambar, para pengirim e-mail sampah semakin sulit untuk ditangkap dan dalam jangka panjang filter tidak akan menjadi penyelesaian “yang hebat”.
    Yang lebih menjanjikan adalah “tantangan manusia”–memaksa pengirim memecahkan sebuah teka-teki atau komputer mengirim e-mail untuk membuat komputasi sederhana.
    “Sangat mudah bagi sebuah mesin untuk mengirim beberapa e-mail, tetapi sangat sulit dan mahal bagi sebuah komputer untuk mengirim banyak,” ujar Gates.
    Namun pada akhirnya, kata Gates, spam akan mati lewat semacam prangko elektronik, yang juga dikenal sebagai “payment at risk”.
    Ini akan memaksa pengirim e-mail untuk membayar jika sebuah e-mail ditolak karena dianggap spam, namun tidak akan membuat orang berhenti mengirim e-mail biasa karena mereka yakin e-mail yang dikirim bukan spam sehingga tidak akan ditolak.
    “Microsoft sedang meneliti tiga pendekatan ini, dan tidak lama lagi spam akan menjadi masalah masa lalu,” kata Gates.

    Memuji Google

    Saat ditanya apakah Microsoft ketinggalan dalam bidang teknologi pencari di internet, Gates mengakui bahwa dia bertanggung jawab karena kalah dari Google. “Kami dulu mengambil suatu pendekatan yang sekarang saya sadari sebagai pendekatan yang salah.”
    Dia memuji perusahaan teknologi mesin pencari Internet, Google, dan menyebutnya sebagai “perusahaan hebat”. Pendekatan perusahaan itu mengingatkannya pada Microsoft 20 tahun lalu.
    Namun, dia memperkirakan teknologi pencari internet Microsoft akan segera mengatasi saingannya itu.

    Masa depan komputer

    Dalam kesempatan itu, Gates juga berbicara mengenai masa depan komputer. Satu dekade lagi, menurut dia, “kita akan menertawai komputer yang kita kenal saat ini”.
    Dalam dunia “komputer tanpa batas” semua akan mempergunakan teknologi digital, fleksibel dan dibuat sesuai dengan selera pemilik dan diarahkan oleh peranti lunak, bukan perangkat kerasnya.
    “Yang membatasi hal itu saat ini adalah peranti lunak,” ujar Gates dan menambahkan, “Paling tidak, itu yang saya harapkan. Kalau tidak, kami hanya membuang-buang dana yang jumlahnya miliaran dolar,” ujarnya.

    Sumber : Koran Tempo (26 Januari 2004)

     
  • tituitcom 17.08 on 10 September 2012 Permalink  

    Dari Internet ke Intelnet 

    Dari Internet ke Intelnet : Infrastruktur internet sekarang masih menggunakan model 30 tahun lalu
    Budi P

    Inilah berita yang tak ingin didengar oleh pengguna internet: world wide web dalam kondisi bahaya dan terancam ambruk. Benarkah?
    Patrick Gelsinger, direktur teknis produsen chip komputer Intel, dalam sebuah konferensi di San Francisco pekan lalu, mengatakan bahwa kapasitas jaringan internet yang ada sekarang tak akan mampu lagi lebih lama menampung gelombang lalu lintas akses internet dalam jaringannya.
    Ia mengatakan, infrastruktur internet yang dibuat berbasiskan model 30 tahun lalu diperkirakan tidak akan mampu lagi menangani membludaknya beban akses dan segala tetek-bengek pengamanan.
    “Kita bergerak dalam sejumlah keterbatasan arsitektural,” ujarnya. Ia mengaku, pihaknya kini sedang merancang jaringan baru yang akan melapisi dan memperkuat sistem yang ada sekarang.
    Intel memang sedang bekerja meningkatkan kemampuan internet dengan menambahkan satu lapisan teknologi yang dapat membantu jaringan mendeteksi serangan virus dan segera mengalihkan lalu lintas jaringan untuk menghindari kemandekan akses.
    Menurut Gelsinger, ini dapat dilakukan dengan cara menambahkan jaringan tambahan dalam pembuatan sumber daya komputasi dan penyimpanan (storage).
    Dengan serangan e-mail sampah alias spam yang kini mencapai 80 persen dari seluruh e-mail yang dikirimkan dan makin banyaknya jumlah virus dan cacing–seperti MyDoom dan Sasser–dewasa ini memang muncul perhatian serius untuk menstabilkan jaringan.
    Apalagi, jumlah pengguna web yang sudah meningkat 10 kali lipat pada dekade lalu, para ahli memperkirakan pertumbuhan tersebut akan terus berlangsung dengan jangka waktu yang semakin pendek.
    Untuk mendukung argumennya, ia mengajak Vinton Cerf, yang dikenal sebagai bapak internet, yang mendesain penggunaan protokol TCP/IP. Protokol yang diciptakan Steve Crocker, Bob Kahn, dan Cerf ini merupakan kunci desain ulang, karena protokol ini dapat dijalankan pada sistem operasi mana pun, komputer yang berbeda dapat bergabung dalam jaringan.
    Seperti diakui Cerf, “Saya rasa jaringan internet masih sangat primitif; kita masih berada di zaman batu dalam hal jaringan. Masih banyak urusan besar yang harus dilakukan; apalagi sejumlah keterbatasan fundamental internet sangat arsitektural.”
    Intel juga mengajak pemain-pemain industri lain untuk bergabung dengan jaringan PlanetLab yang sedang dikembangkan bersama Hewlett Packard, AT&T, dan lainnya.
    Cetak biru Intel–yang juga disebut Intelnet–didasarkan pada prototipe yang sedang dikembangkan proyek PlanetLab yang didanai oleh Intel.
    PlanetLab adalah jaringan riset yang digunakan oleh 150 universitas dan lembaga riset komersial. Konsep kerja samanya adalah memobilisasi penggunaan server masing-masing untuk ditempatkan sepanjang router yang saat ini berfungsi mengarahkan lalu lintas internet.
    Intel menjelaskan bahwa pendekatan PlanetLab adalah dengan menggunakan internet untuk mengirimkan data, tapi kemudian mengintegrasikan sebuah jaringan tambahan baru terhadap router server pintar dalam meningkatkan kemampuannya.
    Seperti menangkap adanya rasa curiga dari pihak lain, Gelsinger menegaskan bahwa server-server ini nantinya tidak harus menggunakan produk Intel, tapi bisa menggunakan tenaga virtual serupa.
    “Tak ada pengekangan dalam hal arsitektur infrastruktur internet ini; peranti silikon lain dapat digunakan sepanjang Anda bisa menghadirkan lapisan-lapisan virtual yang dibutuhkan.”
    “Dengan memahami dan bekerja dalam proyek riset ini, kami sedang mencoba mencari cara yang terbaik. Tentu saja, kita akan menggunakan teknik kompetitif lain. Ini sebuah kompetisi yang sehat.”
    Memang tidak sedikit pihak yang skeptis dengan gagasan ini. Jangan-jangan ini cuma akal Intel saja untuk berbisnis.
    “Ada beberapa celah dari kebenaran yang diungkapkannya (Gelsinger), tapi kita tidak ingin menggonta-ganti internet,” ujar Jim Page, Direktur Teknis Email Systems, perusahaan filter surat elektronik dan pengamanan.
    “Apa yang diungkapkannya hanyalah kabar baik untuk Intel secara komersial, tetapi ini bukan skenario akhir segalanya,” ulas Jim.
    Yang jelas, gagasan untuk memoles “rumah” internet ini juga diharapkan makin memudahkan pengembangan berbagai peranti jaringan pintar ini di masa depan.

    Sumber : Koran Tempo (23 September 2004)

     
  • tituitcom 02.29 on 5 September 2012 Permalink  

    Cloud computing, komputasi awan di dunia maya 

    Cloud computing, komputasi awan di dunia maya
    Gombang Nan Cengka

    Kebanyakan kerja komputasi yang terpenting saat ini dapat dilakukan dari web browser. Tidak percaya? Yang paling jelas tentu browsing itu sendiri. Berselancar di Internet bagi banyak orang saat ini sudah menjadi kebutuhan. Sebagian orang malah menghabiskan waktunya di komputer dengan menjelajahi jaringan web.
    Bagi mereka komputer tak hanya identik dengan Internet, tapi juga dengan web. Namun saat ini browser juga digunakan sebagai jendela untuk kerja komputasi yang dulunya menggunakan aplikasi terpisah. Dengan demikian saat ini kita bisa hanya memasang browser di komputer, dan melakukan hampir semua pekerjaan dari sana.
    Dengan cara ini baik data maupun proses komputasi lebih banyak bertumpu di server, yang biasanya terpisah dan tidak terjangkau secara fisik oleh pengguna. Mode komputasi seperti ini kadang disebut sebagai komputasi di awan (cloud computing).

    Bermula dari e-mail

    Ambil contoh saja aplikasi surat elektronik alias e-mail. Mungkin cukup banyak di antara kita yang berkenalan dengan surat elektronik lewat layanan gratis seperti Hotmail dan Yahoo Mail. Layanan e-mail gratis ini umumnya menggunakan antarmuka berbasis web. Bagi orang-orang seperti ini e-mail agak sulit dipisahkan dari web.
    Padahal secara historis client e-mail berbasis web baru muncul belakangan. E-mail sudah lahir jauh sebelum web ada, dan client e-mail khusus seperti Microsoft Outlook Express atau Mozilla Thunderbird sudah merupakan hal yang jamak. Namun bagi yang berkenalan dengan surat elektronik melalui layanan webmail, client e-mail yang tidak menggunakan browser masih merupakan hal baru, asing dan canggung untuk digunakan.
    Sebagai contoh penulis menemukan masih banyak orang gagap menggunakan aplikasi e-mail pada ponsel mereka, dan lebih nyaman membuka browser ponsel untuk mengakses antarmuka web bila ada.
    Padahal bila mereka sudah biasa menyetel dan memakai aplikasi serupa di komputer, mereka itu akan menjadi hal biasa saja. Selain e-mail beberapa layanan Internet lainnya juga dapat digunakan melalui browser. Contohnya adalah Internet Relay Chat (IRC).
    Kebanyakan pengguna IRC mungkin lebih nyaman berbincang-bincang di kanal IRC dengan client khusus seperti mIRC. Namun meski relative kurang populer sebenarnya ada layanan IRC berbasis web.
    Yang lebih banyak digunakan dan lebih populer akhir-akhir ini mungkin adalah pesan instan (instant messaging).
    Seperti IRC, pesan instan pada umumnya juga digunakan dengan client khusus. Akan tetapi sekarang antarmuka berbasis web juga sudah tersedia, dan bagi sebagian orang mungkin lebih menyukainya.
    Masalahnya, berbeda dengan IRC yang punya protokol yang terbakukan, dunia pesan instan terpecah-pecah menjadi beberapa belahan sesuai dengan penyedia jasa pesan instan.
    AIM populer di Amerika Serikat, sedangkan di bagian dunia lain umumnya orang menggunakan MSN atau Yahoo. Karena perbedaan itu tidak ada jaminan bila kita meminjam komputer orang lain (baik punya teman, atau di warung Internet) client pesan instan favorit kita terpasang.
    Tidak seperti browser. Dengan antarmuka berbasis web tak perlu repot-repot memasang client khusus. Cukup buka browser, ketikkan URL yang sesuai dan kita pun sudah dapat mengobrol.

    Multimedia & kantoran

    Sampai sejauh ini semua contoh aplikasi yang sudah dikemukakan, seperti e-mail, IRC dan pesan instan, seperti web sendiri, memang berorientasi pada Internet. Oleh karena itu mungkin logis saja semuanya ditumpangkan pada satu aplikasi. Toh bagi banyak orang ‘Internet’ identik dengan web.
    Namun, bagaimana dengan aplikasi lain yang secara tradisional dilakukan secara offline? Beberapa perusahaan seperti Yahoo dan Google saat ini agresif mengembangkan alternatif online.
    Dua contoh yang patut disebut adalah multimedia dan aplikasi kantoran (seperti pengolah kata, lembar kerja, dan presentasi). Mendengarkan lagu-lagu dari Internet sudah tak asing lagi, dan dengan bantuan plugin khusus browser dapat digunakan untuk mendengarkan lagu-lagu. Kenyataannya streaming musik dan ‘radio Internet’ sudah cukup lama dikenal.
    Namun, umumnya ini masih menggunakan aplikasi pemutar musik seperti Winamp, Windows Media Player ataupun iTunes.
    Kemunculan layanan video streaming YouTube menyadarkan kita bahwa browser bisa jadi platform multimedia yang patut mendapat perhatian serius. Ini tak lepas dari matangnya teknologi Flash, yang mengubah browser dari aplikasi yang pada awalnya berorientasi pada teks hingga mampu menampung kandungan video dan suara.
    Faktor lain yang turut menjadi pendorong adalah semakin terjangkaunya saluran Internet berkecepatan tinggi di banyak negara.
    Bagaimanapun video streaming memerlukan pipa yang cukup lebar, dan pipa yang sempit tidak akan mampu menanggung beban limpahan data berukuran besar seperti streaming video.
    Untuk aplikasi kantoran online seperti Google Docs AJAX (Asynchronous Javascript and XML) menjadi penunjang cukup berarti. Teknologi ini memungkinkan aplikasi web berperilaku seperti aplikasi offline tradisional. Dengan aplikasi kantoran berbasis web kita dapat menulis dokumen, membuat presentasi dan lembar kerja langsung di browser, tanpa harus memasang aplikasi tambahan.
    Bergeser ke server
    Dari sisi pengguna, yang terlihat adalah menyatunya berbagai fungsi dari aplikasi terpisah ke dalam browser. Namun, kalau kita melihat lebih jauh lagi, kita dapat melihatpergeseran kerja komputasi itu sendiri.
    Pada aplikasi desktop tradisional, kebanyakan kerja komputasi dan data bertumpu pada komputer pribadi. Pada aplikasi berbasis web ini berpindah pada server yang terpisah.
    Pendekatan seperti ini punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Data aplikasi yang bertumpu di server dapat diakses dari mana pun, asalkan pengguna terhubung dengan jaringan Internet.
    Dengan demikian misalnya pengguna dapat bekerja menggunakan komputer sekolah menyimpan data, lalu melanjutkannya dari komputer rumah tanpa perlu kelupaan membawa pulang data di dalam portable disk.
    Cara ini juga lebih fleksibel, karena tidak perlu bergantung pada sistem operasi.
    Dengan munculnya gadget yang memiliki browser web penuh seperti ponsel model terakhir, kita nantinya mungkin tidak perlu bergantung pada komputer lagi.
    Kelebihan lain adalah keamanan data dari kehilangan. Ini sekilas terasa aneh, karena dengan cara ini data kita serahkan pada pihak ketiga yang sukar kita kendalikan. Namun, dari pengalaman penulis, menyimpan data e-mail di jaringan Internet jauh lebih awet dan lebih mudah daripada di dalam komputer sendiri.
    Pada komputer pribadi kita harus meluangkan waktu untuk mem-backup buat jaga-jaga bila komputer rusak, dan memindahkannya bila membeli komputer baru. Ini tidak perlu dilakukan pada data e-mail seperti Yahoo.
    Di sisi lain aplikasi berbasis web (atau yang bergantung pada jaringan) tidak akan dapat berfungsi bila tidak ada koneksi Internet. Buat Indonesia yang penetrasi jaringan Internet masih belum mendalam ini merupakan masalah besar.
    Selain itu dengan alasan privasi banyak pula yang enggan menaruh datanya dalam server penyedia jasa Internet.
    Beberapa jenis aplikasi online, seperti aplikasi kantoran, juga masih kalah jauh dari segi fitur dan kemampuan daripada pesaingnya di ranah desktop.

    Konsekuensi

    Maraknya aplikasi online (terutama yang berbasis web) dapat dilihat dari sisi persaingan perusahaan Internet seperti Google dan Yahoo! dengan penyedia peranti lunak yang lebih tradisional seperti Microsoft dan Adobe-dan mungkin yang lain. Tidak berarti mereka tinggal diam.
    Microsoft dan Adobe sudah menyediakan pula aplikasi online. Aplikasi desktop tradisional rasanya tidak akan tergusur begitu saja. Namun, bisa dilihat bahwa untuk perusahaan yang bersandar pada penjualan di komputer desktop, ini agak mengkhawatirkan. Selain itu dengan pembakuan pada web browser akan membuat sistem operasi, bahkan peranti yang digunakan menjadi kurang relevan. Bila peranti tersebut punya browser dengan kemampuan standar, aplikasi apa pun bisa dijalankan.

    Sumber : Bisnis Indonesia (22 Desember 2007)

     
  • tituitcom 02.28 on 5 September 2012 Permalink  

    Tercepat dari yang Tercepat 

    Tercepat dari yang Tercepat
    Deddy Sinaga

    Adu balap di sirkuit komputer tercepat tampaknya masih didominasi oleh IBM. Awal pekan ini, perusahaan komputer itu mengukuhkan posisinya sebagai pembuat komputer tercepat, menurut daftar Top 500 komputer super sedunia.
    Posisi puncak ditempati IBM lewat komputer super Blue Gene/L yang dipakai oleh Laboratorium Nasional Lawrence Livermore. Tak mau berpuas diri, tahun depan perusahaan yang disebut juga sebagai Big Blue itu akan meluncurkan komputer super yang kecepatannya empat kali si Blue Gene/L.
    Komputer yang akan dirilis pada musim panas 2008 itu diberi nama “Roadrunner”. Bila Blue Gene sanggup melakukan 478,2 triliun operasi matematis per detik atau 478,2 teraflops per detik lewat 212.992 prosesor di dalamnya, maka kemampuan “si pelari jalanan” empat kali lipatnya.
    Rahasianya terletak pada kombinasi prosesor yang membuatnya termasuk komputer super hibrid yang sedang tren saat ini. Roadrunner menggabungkan antara cip Cell, keluarga cip yang dipakai pada konsol game PlayStation 3, dan prosesor Opteron dari Advanced Micro Devices (AMD).
    IBM akan menanam total 16 ribu cip Cell dan 16 ribu cip Opteron serta memakan tempat seluas 12 ribu kaki persegi. Bila seluruhnya dioperasikan, Roadrunner akan sanggup melakukan kalkulasi 1 petaflops atau setara dengan 1.000 triliun operasi matematis per detik.
    Kombinasi antara Cell dan Opteron membuat biaya pembuatan bisa ditekan. Pasalnya, cip Cell akan berfungsi sebagai kuda beban, menuntaskan semua kalkulasi floating point. Adapun Opteron akan bertindak sebagai prosesor interface sistem dan tulang punggung transaksional antarnode.
    Roadrunner rencananya akan dioperasikan oleh Departemen Energi Amerika Serikat di Laboratorium Nasional Los Alamos, New Mexico. Departemen Energi telah menghubungi IBM pada September lalu. Mereka berniat menyuntikkan anggaran sebesar US$ 100 juta untuk pembuatan komputer selama tiga tahun.
    Rencananya, departemen itu akan menggunakan Roadrunner untuk menangani aplikasi komersial dan keilmuan yang luas spektrumnya. Departemen itu juga akan memakai komputer tersebut mengamankan penyimpanan stok senjata nuklir dan mensimulasikan bagaimana senjata nuklir itu disimpan.
    Komputer super secara tradisional dipakai untuk menangani hitung-hitungan level tinggi seperti fisika mekanis kuantum, meramal cuaca, memetakan DNA, dan menjelajahi ruang angkasa. Saban enam bulan, komputer-komputer super diurutkan dalam daftar Top 500.
    Daftar itu rupanya menjadi ukuran prestise tersendiri bagi para pembuat komputer. Itulah sebabnya, pabrik-pabrik itu berlomba-lomba mendesain baru atau memperbarui desain komputer supernya agar bisa menembus daftar itu.
    IBM menempatkan empat komputernya di urutan sepuluh besar dan 38 komputer di 100 besar. Secara keseluruhan IBM menempatkan 232 komputer di daftar. Urutan kedua adalah Blue Gene/P dengan 65.536 prosesor berkemampuan 167 teraflops. Komputer ini berlokasi di Forschungszentrum Juelich di Jerman.
    Hewlett-Packard adalah penghasil komputer nomor dua dalam daftar itu, dengan total 166 komputer.
    Perusahaan semikonduktor Intel Corp. juga mengukuhkan posisinya dalam daftar. Sebanyak 354 komputer memakai prosesor dari perusahaan tersebut. Enam bulan lalu, jumlahnya 289.
    Seperti biasa, AMD terus mengekor Intel dengan 78 komputer. Jumlah ini menurun dari 105 komputer pada daftar enam bulan yang lalu.
    Hal menarik yang lain, India telah menarik perhatian setelah menembus sepuluh besar dengan komputer super di Laboratorium Riset Komputasional di Pune. Laboratorium itu didanai oleh konglomerat grup TATA. Komputer di kawasan yang menjadi pusat teknologi India itu mengandung sistem Hewlett-Packard Cluster Platform 3000 BL460c dengan 117,9 teraflops.

    Sumber : Tempo (15 November 2007)

     
  • tituitcom 02.27 on 5 September 2012 Permalink  

    Dekatkan Anak pada Teknologi 


    Dekatkan Anak pada Teknologi
    Fransiskus Saverius Herdiman

    DALAM beberapa dekade terakhir, industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berkembang pesat. Bahkan, TIK telah memainkan peran sangat vital dalam perkembangan ekonomi dunia. Pada pertengahan tahun 90-an, TIK mulai menampakkan kekuatannya dan mengungguli industri lain yang selama ini dipandang sebagai sektor utama seperti otomotif, elektronika, dan lain-lain.
    Yearbook of World Electronics Data 2007 menyebutkan laju rata-rata pertumbuhan industri TIK mencapi 2 hingga 3 kali lipat dibanding laju rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia. Bahkan saat ekonomi dunia dilanda krisis setelah terjadinya kasus “911” industri TIK masih tetap tumbuh signifikan. Lebih menarik, Asia dipandang sebagai pasar TIK yang mengalami pertumbuhan terbesar di dunia dengan laju pertumbuhan lebih dari 26Negara tetangga Malaysia misalnya, mencatatkan 60ari ekspor manufakturnya adalah dalam bidang TIK.
    Guru Besar Tetap Bidang Komputasi Numerik pada Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (UI), T. Basaruddin dalam orasi ilmiah berjudul “Industri Perangkat Lunak Indonesia: Prospek dan Strategi Pengembangannya” mengatakan Indonesia sebenarnya – dengan jumlah penduduk empat besar dunia – merupakan pasar TIK dan perangkat lunak yang sangat diperhitungkan dunia.
    Hal ini, tampak selama beberapa tahun terakhir. Katanya, ada kecenderungan peningkatan penggunaan TIK yang cukup pesat. Jumlah pengguna internet di Indonesia misalnya, saat ini diperkirakan mencapai 20 juta orang atau meningkat 9 kali lipat dibandingkan dengan tahun 2000.
    Fisikawan Yohanes Surya mengaku, perkembangan tekonologi komunikasi informasi saat ini sangat pesat. Menurutnya, ada tiga pilar yang menguasai dunia saat ini yakni: nano teknologi, bioteknologi dan information communication technology (ICT). Kata Surya, begitu dominannya perkembangan teknologi sampai-sampai masa depan yang gemilang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan dunia ini.
    “Yang terpikirkan dari masa depan yang gemilang adalah teknologi. Masa depan gemilang tak dapat terpikirkan tanpa teknologi,” ujarnya.
    Kemajuan sebuah negara kata Surya, sangat bergantung pada seberapa besar negara itu melakukan investasi dalam bidang tekonologi. Jepang misalnya, pada tahun 1960-an sudah mulai berinvestasi dalam bidang teknologi. Pada waktu itu, barang produk Jepang memiliki kualitas jelek. Tapi 48 tahun kemudian, produksi Jepang sudah merajai pasar dunia. Selain itu, produk Jepang memiliki kualitas yang mumpuni.
    Agar Indonesia bisa menjadi bangsa yang maju, kata Surya, tidak lain dan tidak bukan kecuali mengembangkan bidang teknologi komunikasi informasi.

    Sejak Dini

    Menurut Basaruddin, pendidikan di bidang TIK di Indonesia relatif baru yaitu mulai pada awal 80-an. Walau demikian, sejalan dengan pesatnya kemajuan di bidang ini, berbagai program TIK juga berkembang pesat.
    Data Akademi Pendidikan Tinggi Komputer (Aptikom) menyebutkan, Indonesia saat ini memiliki sekitar 640 perguruan tinggi yang menawarkan program studi terkait TIK. Setiap tahun meluluskan tidak kurang dari 15.000 lulusan bidang TIK dari berbagai jenjang pendidikan.
    Meski dari sisi jumlah kata Basaruddin lulusan pendidikan cukup memadai, tapi jika dilihat dari tingkat pengusaan TIK – khususnya perangkat lunak – masih tergolong rendah dan kekurangan. Hasil survei ISV tahun 2007 menunjukkan, Indonesia kekurangan tenaga pengembang perangkat lunak yang bermutu.
    Menurut Basaruddin, Sistem Pendidikan Nasional sebagaimana digariskan dalam UU Nomor 20 tahun 2003 secara umum cukup kondusif untuk mendukung pengembangan industri pada umumnya termasuk perangkat lunak. Aspek mutu dan relevansi serta pentingnya spirit dan budaya keriwausahaan misalnya, sudah dituangkan sebagai indikator penting pengembangan pendidikan di Indonesia sebagaimana tertuang dalam Program Pembangunan Nasional (Propenas) serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2004-2009.
    “Sayangnya secara keseluruhan pendidikan di Indonesia masih mengalami kelemahan dalam hal mutu maupun akses,” ujarnya.
    Angka partisipasi kasar (APK) pada jenjang SMP, SMTA, dan Perguruan Tinggi misalnya, berturut-turut adalah 80.552,6 an 17,2APK ini jauh tertinggal dibawah Malaysia, Thailand, dan Filipina.
    Menurut Surya, siswa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa besar. Hal itu misalnya ditunjukkan dari kesuksesan siswa Indonesia dalam berbagai ajang kejuaraan dunia.
    “Banyak siswa Indonesia yang luar biasa berbakat. Hal ini dapat saya saksikan selama 13 tahun mendampingi mereka dalam ajang olimpiade internasional,” kata Surya.
    Karena itu, Surya masih berharap bahwa Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar dan menyaingi bangsa lainnya.
    Untuk itu, Surya mendorong para orang tua agar sejak dini mendekatkan anak pada dunia teknologi. Misalnya, dengan memasukkan mereka pada berbagai lembaga kursus komputer.
    “Bukan sekadar bermain game, tapi harus melatih mereka agar bisa membuat program game, kata Surya.
    Badaruddin mengatakan, sudah saatnya pemerintah melakukan penguatan industri perangkat lunak yang didukung oleh sarana dan prasarana teknologi informasi dan komunikasi yang memadai.
    Selain itu, melakukan mobilisasi bakat di perguruan tinggi. “Sejarah perkembangan industri perangkat lunak di negara maju menunjukkan, perusahaan pengembang perangkat lunak lahir dari lingkungan kampus. Seperti terjadi di Stanford dan MIT,” ujar Basaruddin.

    Sumber : Jurnal Nasional (6 Maret 2008)

     
  • tituitcom 02.26 on 5 September 2012 Permalink  

    Kerjasama Microsoft – Intel dengan Pihak Akademis dalam Komputasi Paralel 

    Kerjasama Microsoft – Intel dengan Pihak Akademis dalam Komputasi Paralel

    Microsoft dan Intel Corp bekerja sama dengan komunitas akademis membentuk dua buah pusat penelitian Universal Paralel Computing Research Center (UPCRC). Pusat penelitian ini difokuskan bertujuan mempercepat implementasi komputasi paralel secara mainstream.
    Komputasi paralel merupakan suatu teknologi yang dapat mendayagunakan seluruh kemampuan multiprosesor dalam suatu aplikasi. Walaupun sudah cukup banyak aplikasi yang dapat mengeksploitasi kemampuan multiprosesor, namun komputasi paralel ini belum diadaptasi secara luas untuk aplikasi-aplikasi umum. Hal ini cukup penting mengingat di tahun-tahun mendatang, penggunaan multiprosesor pada suatu sistem akan menjadi hal yang umum.
    Untuk itulah Microsoft dan Intel bersama pihak akademis mendirikan dua buah pusat penelitian di University of California, Berkeley (UC Berkeley) dan di University of Illinois at Urbana Champaign (UUIC). Pusat penelitian dengan nama Universal Paralel Computing Research Center (UPCRC) ini difokuskan dalam penelitian komputasi paralel tingkat lanjut di bidang pemrograman aplikasi, arsitektur, dan sistem operasi.
    Kerjasama ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh gabungan industri dengan pihak akademis pada bidang komputasi paralel di Amerika Serikat.
    “Dengan didorong oleh kemampuan tak terduga dari prosesor multicore, kita berada di ambang revolusi industri komputas, yang tentunya akan sangat mempengaruhi cara kita mengembangkan sebuah aplikasi,” ujar Tony Hey, Corporate Vice President External Research di Microsoft Research. “Dengan kerjasama gabungan antara industri dan pihak akademis, kami berencana untuk mengeksplorasi hardware dan software generasi berikut untuk membuka harapan dan kemampuan dari komputasi paralel dan memungkinkan perubahan cara manusia dalam menerapkan teknologi.” lanjutnya.
    Dua puluh lima institut terkemuka di bidang riset komputasi paralel akan diseleksi. Software yang dikembangkan pada kedua pusat penelitian ini akan dibuka kepada komunitas teknologi sebagai bentuk pengembangan tambahan.

    Sumber : CHIP Online (19 Maret 2008)

     
  • tituitcom 02.24 on 5 September 2012 Permalink  

    Strategi Kembangkan Piranti Lunak Harus Dilakukan 

    Strategi Kembangkan Piranti Lunak Harus Dilakukan

    Pemerintah dinilai harus cepat mencari strategi menarik investor asing dalam mengembangkan piranti lunak sebagai “offshore service” di Indonesia, agar potensi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.
    Demikian diungkapkan Prof Drs T Basaruddin MSc, PhD, dalam pidato pengukuhan Guru Besar Tetap Bidang Komputasi Numerik pada Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, di Kampus UI, Depok, Jabar, Rabu.
    Menurut Basaruddin, industri TIK berkembang sangat pesat dan telah memainkan peran yang vital dalam pengembangan ekonomi bukan saja di tanah air tetapi juga di seluruh negara dunia.
    Industri piranti lunak merupakan salah satu bentuk ekonomi kreatif yang tidak memerlukan modal investasi besar kecuali inovasi, ketrampilan dan kreativitas.
    “Dalam setiap pengembangan TIK dibutuhkan dukungan piranti lunak dalam berbagai bentuk dan fungsinya dari yang bersifat umum hingga yang sangat khusus. Karena itu, dibutuhkan produksi piranti lunak dalam jumlah besar,” katanya.
    Menurut Basaruddin, sesungguhnya Indonesia merupakan pasar yang sangat diperhitungkan dalam bidang TIK dan pranti lunak, mengingat jumlah penduduk terbesar ke empat.
    Jika pada tahun 2000 jumlah pengguna internet mencapai kurang dari dua juta, maka pada 2007 telah mencapai sekitar 20 juta.
    Demikian halnya pelanggan telepon seluler, pada 2007 telah mencapai lebih dari 90 juta nomor. Sementara, di industri piranti lunak melibatkan sekitar 250 perusahaan pengembang, namun disayangkan belum ada di antara perusahaan itu yang mampu mencapai tingkat capability maturity model (CMM) tertinggi pada level 5.
    Basiruddin menambahkan, setidaknya terdapat 10 faktor yang menjadi pertimbangan memilih negara sebagai “offshore services”untuk pengembangan piranti lunak, yaitu menciptakan lingkungan yang kondusif, dukungan pemerintah, ketersediaan sumber daya manusia.
    Selanjutnya, penguatan infrastruktur TIK, sistem pendidikan, biaya, situasi politik dan ekonomi, kesesuaian budaya, tingkat kematangan global, dan perlindungan hak cipta dan hak atas kekayaan intelektual, serta akses informasi.
    “Dalam tataran kebijakan, dukungan pemerintah bisa dikatakan belum memiliki strategi dan arah yang jelas mengenai TIK. Namun, pemerintah telah berupaya dengan membentuk Dewan TIK Nasional yang langsung bertanggungjawab kepada Presiden,” katanya.(*)

    Sumber : Antara (27 Februari 2008)

     
  • tituitcom 02.17 on 5 September 2012 Permalink  

    Google Earth : merubah jadi mudah kajian Sains 

    Google Earth : merubah jadi mudah kajian Sains
    Husnul.K

    Para pakar biologi, epidemiologi dan pengendalian bencana telah mendapati bahwa Google Earth adalah suatu alat yang sangat bermanfaat bagi pekerjaan mereka. Kesuksesan GoogleEarth dalam bidang pemetaan bola bumi digital telah membangkitkan ketertarikan ilmuwan akan pemetaan komputer. Seorang ilmuwan, Erik Born, hanya dengan memasangkan sensor pelacak kecil di tubuh anjing laut Arctic, maka sebuah penanda posisi di layar monitornya akan menunjukkan posisi terakhir dari masing-masing anjing laut yang diawasinya. Dengan menekan satu tombol, Born dapat memetakan seluruh bagian dari benua Arctic, mendapat informasi lokasi-lokasi dimana lapisan es mengalami penipisan dan menunjukkan arah pergerakan es dimana anjing laut sering menggunakannya untuk bermigrasi. Dengan data yang diperoleh Born dapat mendekteksi bagaimana pemanasan global mempengaruhi pola migrasi para anjing laut kutub. Google Earth juga berperan sangat penting pasca badai Katrina yang melanda New Orleans beberapa waktu yl. Hanya berselang beberapa saat pasca bencana , Google Earth telah menambahkan 8000 foto udara yang diambil oleh US National Oceanic and Atmospheric Agency (NOAA).
    Salah satu fasilitas Google Earth yang sangat bermanfaat bagi para ahli epidemiologi, meteorologi dan perencana kota adalah kemampuannya untuk menandai berbagai macam tipe informasi di bumi ini secara visual. Para peneliti pengguna GoogleEarth dapat menandai lokasi-lokasi dimana kasus flu burung atau lokasi tindak kriminal terjadi. Pada awalnya, Google Earth memang tidak diperuntukkan untuk para ilmuwan. Peta bumi digital yang terdiri dari ratusan ribu foto satelit dan pencitraan udara ditujukan bagi para pecinta virtual pilot serta game. Akan tetapi saat ini para ilmuwan telah mendapati bahwa piranti lunak ini ternyata sangat bermanfaat bagi pekerjaan mereka. Popularitas Google Earth diantara pengguna telah memberika suatu era baru pada keseluruhan industri. “Google Earth menyajikan data global dengan cara yang sangat sederhana” kata Klaus Greve dari Institut Geografis Universitas Bonn, Jerman.
    Google Earth, bagaimanapun juga tidak dapat melakukan segalanya. Para ahli masih membutuhkan software khusus untuk bisa melakukan analisa data lebih mendalam dan detil. Sebagai contoh, untuk mempelajari pola penyebaran belalang pada masa sebelum Revolusi Industri, seorang analis data akan mengatur waktu pencarian data pada masa tertentu. Para pakar epidemiologi menggunakan informasi tersebut untuk melacak penyebaran suatu penyakit dan para ahli penanganan bencana, yang seringkali harus membuat keputusan dalam waktu singkat. Kedua kelompok tersebut membutuhkan kemampuan yang masih disediakan secara terbatas oleh Google Earth yaitu menggabungkan berbagai macam jenis data.
    Konsistensi pun merupakan suatu masalah tersendiri. “Saat ini belum ada suatu standar terbuka yang dapat dimengerti oleh semua pihak”, kata seorang ahli geologi komputer Alexander Zipf dari Institut Teknologi Mainz. Akan tetapi Zipf dan anggota timnya telah mengerjakan solusi untuk permasalahan ini. Mereka berupaya menciptakan suatu software yang bisa melacak sebaran bencana luar biasa (= catasthropic ) dari suatu kecelakaan kebocoran reaktor hingga dapat menangani bencana tersebut. Para ahli meteorologi akan menyediakan informasi cuaca, ahli geologi menyediakan informasi aliran air bawah tanah dan kantor perlindungan radiasi akan menyediakan informasi yang diperoleh dari sensor-sensor radioaktif. Dengan menggabungkan semua data dari berbagai sumber tersebut, maka program tersebut akan dapat melakukan fungsi utamanya, yakni komputasi. Bahkan jika diperlukan, penghitungan untuk keseluruhan ekosistem dapat dilakukan. Perlahan tapi pasti, seluruh proses kehidupan di muka bumi ini sudah mulai dapat dilihat dengan sangatlah mudah.

    Sumber : Ipteknet

     
  • tituitcom 02.14 on 5 September 2012 Permalink  

    Notebook Peramal Gempa 

    Notebook Peramal Gempa
    Adi

    Sebuah penemuan baru tentang prediksi gempa sempat mengguncang sekelompok ilmuwan seismik dari University of California di Riverside yang sedang melakukan riset tentang aktivitas perut bumi. Pasalnya, sampai sekarang belum ada satu ilmuwan pun yang berhasil melakukan prediksi kapan terjadinya gempa.
    Lucunya, Elizabeth Cochran, seorang seismologis yang tergabung dalam kelompok ilmuwan tadi menemukan ide ini justru setelah melihat aplikasi besutan Macintosh yang bernama SeisMac. Aplikasi ini dibangun menggunakan sistem accelerometer yang dibenamkan pada notebook Mac.
    Accelerometer sendiri sebenarnya merupakan sebuah sensor kecil yang biasa digunakan sebagai pelengkap pada alat-alat permainan dan keamanan. Accelerometer dapat mendeteksi gerakan dan menerjemahkannya menjadi sinyal digital. Produk Mac memanfaatkan accelerometer ini untuk menempatkan kepala harddisk ke posisi aman agar kerusakan yang terjadi ketika ada guncangan bisa diminimalkan.
    Cochran dan 2 ilmuwan lainnya, bersama seorang programmer komputer, mencoba melakukan konfigurasi di alat ini. Hasilnya, seperti dilansir kompas.com, Jumat (4/4) adalah sebuah aplikasi prediksi gempa yang bisa dipasang pada notebook. Program serupa digunakan pada proyek pendeteksi aktivitas luar angkasa (SETI), yang tergabung dalam jaringan komputasi grid BOINC.
    Alat penangkap gempa bumi ini memang masih belum diluncurkan secara resmi. Namun, untuk jangka panjang, alat ini diharap bisa menjadi penemuan yang dapat melindungi kehidupan manusia dari bahaya gempa bumi.

    Sumber : Suara Karya (4 April 2008)

     
  • tituitcom 02.12 on 5 September 2012 Permalink  

    John Von Neumann, Sang Penggagas Komputasi Modern 

    John Von Neumann, Sang Penggagas Komputasi Modern
    dna

    John von Neumann (1903-1957) adalah ilmuan yang meletakkan dasar-dasar komputer modern. Dalam hidupnya yang singkat, Von Neumann telah menjadi ilmuwan besar abad 21. Von Neumann meningkatkan karya-karyanya dalam bidang matematika, teori kuantum, game theory, fisika nuklir, dan ilmu komputer. Beliau juga merupakan salah seorang ilmuwan yang sangat berpengaruh dalam pembuatan bom atom di Los Alamos pada Perang Dunia II lalu.
    Von Neumann dilahirkan di Budapest, Hungaria pada 28 Desember 1903 dengan nama Neumann Janos. Dia adalah anak pertama dari pasangan Neumann Miksa dan Kann Margit. Di sana, nama keluarga diletakkan di depan nama asli. Sehingga dalam bahasa Inggris, nama orang tuanya menjadi Max Neumann. Pada saat Max Neumann memperoleh gelar, maka namanya berubah menjadi Von Neumann. Setelah bergelar doktor dalam ilmu hukum, dia menjadi pengacara untuk sebuah bank. Pada tahun 1903, Budapest terkenal sebagai tempat lahirnya para manusia genius dari bidang sains, penulis, seniman dan musisi.
    Von Neumann juga belajar di Berlin dan Zurich dan mendapatkan diploma pada bidang teknik kimia pada tahun 1926. Pada tahun yang sama dia mendapatkan gelar doktor pada bidang matematika dari Universitas Budapest. Keahlian Von Neumann terletak pada bidang teori game yang melahirkan konsep seluler automata, teknologi bom atom, dan komputasi modern yang kemudian melahirkan komputer. Kegeniusannya dalam matematika telah terlihat semenjak kecil dengan mampu melakukan pembagian bilangan delapan digit (angka) di dalam kepalanya.
    Setelah mengajar di Berlin dan Hamburg, Von Neumann pindah ke Amerika pada tahun 1930 dan bekerja di Universitas Princeton serta menjadi salah satu pendiri Institute for Advanced Studies.
    Dipicu ketertarikannya pada hidrodinamika dan kesulitan penyelesaian persamaan diferensial parsial nonlinier yang digunakan, Von Neumann kemudian beralih dalam bidang komputasi. Sebagai konsultan pada pengembangan ENIAC, dia merancang konsep arsitektur komputer yang masih dipakai sampai sekarang. Arsitektur Von Nuemann adalah komputer dengan program yang tersimpan (program dan data disimpan pada memori) dengan pengendali pusat, I/O, dan memori.

    Sumber : beritaNET.com

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal