Updates from September, 2012 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • tituitcom 02.06 on 5 September 2012 Permalink  

    Tiga Supercomputer Paling Powerful Berjalan di SUSE Linux Enterprise 

    Tiga Supercomputer Paling Powerful Berjalan di SUSE Linux Enterprise
    Arief Lukman (FTI – Universitas Atma Jaya)

    Supercomputer-supercomputer yang ada di dunia kebanyakan berjalan diatas SUSE Linux Enterprise Server dari Novell. Dalam TOP 500, sebuah project menemukan trend bahwa komputasi dengan performa tinggi (tingkat tinggi), SUSE Linux Enterprise merupakan distribusi Linux yang menjadi pilihan dalam Superkomputer-superkomputer HPC terbesar saat ini.
    Dalam TOP 50 superkomputer, 40 persen superkomputer yang ada sekarang ini berjalan diatas SUSE Linux Enterprise, termasuk 3 server IBM terbaiknya yaitu IBM eServer Blue Gene yang terdapat di Lawrence Livermore National Laboratory, IBM eServer BlueGene/P (JUGENE) yang terdapat di Juelich Research Center dan SGI Altix 8200 yang terdapat di New Mexico Computing Applications Center.
    Novell bersama-sama dengan partner-partnernya membawa kapabilitas komputasi dengan performa tinggi yang tergabung dalam supercomputer-supercomputer ke Enterprise dan konsumen dengan pasar menengah dalam industri, termasuk manufacture, riset dan organisasi akademis. Konsumen-konsumennya antara lain Audi, MTU Aero Engines, NASA Advanced Supercomputing Division, Porsche Informik, Seoul National University, Swinburne University of Technology, Tokyo Institute of Technology dan Wehmeyer yang menjalankan superkomputer dan komputer kluster dengan SUSE Linux Enterprise Server.
    Tiga superkomputer yang terdapat di NASA Advanced SuperComputing Division sekarang ini berjalan dengan SUSE Linux Enterprise dari Novell juga. Superkomputer yang baru milik NASA, akan selesai musim panas ini, dan berjalan dengan SUSE Linux Enterprise juga.

    Sumber : beritaNET.com (17 Juni 2008)

    Iklan
     
  • tituitcom 22.14 on 29 August 2012 Permalink  

    DPR Turun Pangkat 


    Dia juga sempat melontarkan guyonan
    tentang prilaku anggota Dewan Perwakilan
    Rakyat. Sempat menyebut mereka sebagai
    anak Taman Kanak-Kanak. Gus Dur pun
    berseloroh anggota DPR sudah “turun
    pangkat” setelah ricuh dalam sidang
    paripurna pembahasan kenaikan bahan
    bakar minyak (BBM) pada 2004 silam.
    “DPR dulu TK, sekarang playgroup,” kata
    Gus Dur, ketika menjawab pertanyaan
    wartawan tentang kejadian di DPR saat
    sidang itu.

     
  • tituitcom 22.12 on 29 August 2012 Permalink  

    Made In Japan, Sangat Cepat … 


    Di luar Hotel Hilton, Gus Dur bersama
    sahabatnya yang seorang turis Jepang mau
    pergi ke Bandara. Mereka naik taksi di jalan,
    tiba-tiba saja ada mobil kencang sekali
    menyalip taksinya. Dengan bangga Si
    Jepang berteriak, “Aaaah Toyota, made in
    Japan. Sangat cepat…!”
    Tidak lama kemudian, mobil lain menyalip
    taksi itu. Si Jepang teriak lagi, “Aaaah
    Nissan, made ini Japan. Sangat cepat.”
    Beberapa lama kemudian, taksi yang ia naiki
    lagi-lagi disalip mobil, dan Si Jepang teriak
    lagi “Aaaah Mitsubishi. Made in Japan sangat
    cepat…!” Gus Dur dan sopir taksi itu merasa
    kesal melihat Si Jepang ini bener-bener
    nasionalis.
    Kemudian, sesampainya di bandara, sopir
    taksi bilang ke Si Jepang. “100 dolar,
    please…”
    “100 dolars…?! Ini tidak jauh dari hotel.”
    “Aaaah… Argometer made in Japan kan
    sangat cepat sekali,” kata Gus Dur menyahut
    Si Jepang itu.

     
  • tituitcom 22.09 on 29 August 2012 Permalink  

    Ho Oh 


    Seorang ajudan Presiden Bill Clinton dari
    Amerika Serikat sedang jalan-jalan di
    Jakarta. Karena bingung dan tersesat, dia
    kemudian bertanya kepada seorang penjual
    rokok. “Apa betul ini Jalan Sudirman?” “Ho
    oh,” jawab si penjual rokok.
    Karena bingung dengan jawaban tersebut,
    dia kemudian bertanya lagi kepada seorang
    Polisi yang sedang mengatur lalu lintas. “Apa
    ini Jalan Sudirman?” Polisi menjawab,
    “Betul.”
    Karena bingung mendapat jawaban yang
    berbeda, akhirnya dia bertanya kepada Gus
    Dur yang waktu itu kebetulan melintas
    bersama ajudannya. “Apa ini Jalan
    Sudirman?” Gus Dur menjawab “Benar.”
    Bule itu semakin bingung saja karena
    mendapat tiga jawaban yang berbeda. Lalu
    akhirnya dia bertanya kepada Gus Dur lagi,
    mengapa waktu tanya tukang rokok dijawab
    “Ho oh,” lalu tanya polisi dijawab “betul” dan
    yang terakhir dijawab Gus Dur dengan kata
    “benar.”
    Gus Dur tertegun sejenak, lalu dia berkata,
    “Ooh begini, kalau Anda bertanya kepada
    tamatan SD maka jawabannya adalah ho oh,
    kalau yang bertanya kepada tamatan SMA
    maka jawabannya adalah betul. Sedangkan
    kalau yang bertanya kepada tamatan
    Universitas maka jawabannya benar.”
    Ajudan Clinton itu mengangguk dan akhirnya
    bertanya, “Jadi Anda ini seorang sarjana?”
    Dengan spontan Gus Dur menjawab, “Ho …
    oh!”
    Sumber: marhendraputra.co.cc, 3 Januari
    2010

     
  • tituitcom 22.04 on 29 August 2012 Permalink  

    Radio Islami 


    Seorang Indonesia yang baru pulang
    menunaikan ibadah haji terlihat marah-
    marah.
    “Lho kang, ngopo ngamuk-ngamuk
    mbanting radio? (Kenapa ngamuk-ngamuk
    membanting radio?)” tanya kawannya
    penasaran.
    “Pembohong! Gombal!” ujarnya geram.
    Temannya terpaku kebingungan.
    “Radio ini di Mekkah tiap hari ngaji Alquran
    terus. Tapi di sini, isinya lagu dangdut tok.
    Radio begini kok dibilang radio Islami.”
    “Sampean (Anda) tahu itu radio Islami dari
    mana?”
    “Lha…, itu bacaannya all-transistor. Kan
    pakai Al.”

     
  • tituitcom 21.58 on 29 August 2012 Permalink  

    Becak Dilarang Masuk 


    Saat menjadi presiden, Gus Dur pernah
    bercerita kepada Menteri Pertahanan saat
    itu, Mahfud MD, tentang orang Madura yang
    katanya banyak akal dan cerdik. Cerita ini
    masuk dalam buku Setahun bersama Gus
    Dur, Kenangan Menjadi Menteri di Saat Sulit.
    Ceritanya, ada tukang becak asal Madura
    yang pernah dipergoki oleh polisi ketika
    melanggar rambu “becak dilarang masuk”.
    Tukang becak itu masuk ke jalan yang ada
    rambu gambar becak disilang dengan garis
    hitam yang berarti jalan itu tidak boleh
    dimasuki becak.
    29
    “Apa kamu tidak melihat gambar itu? Itu kan
    gambar becak tidak boleh masuk jalan ini,”
    bentak polisi.
    “Oh saya melihat pak, tapi itu kan
    gambarnya becak kosong. Becak saya kan
    ada yang mengemudi,” jawab si tukang
    becak .
    “Bodoh, apa kamu tidak bisa baca? Di bawah
    gambar itu kan ada tulisan bahwa becak
    dilarang masuk,” bentak pak polisi lagi.
    “Tidak pak, saya tidak bisa baca, kalau saya
    bisa membaca maka saya jadi polisi seperti
    sampeyan, bukan jadi tukang becak seperti
    ini,” jawab si tukang becak sambil
    cengengesan.

     
  • tituitcom 21.54 on 29 August 2012 Permalink  

    Gus Dur dan UU Pornografi 


    Humor ini muncul saat Dewan Perwakilan
    Rakyat akan mengesahkan Rancangan
    Undang-undang Pornografi menjadi undang-
    undang pada pertengahan 2008. Berbagai
    pro dan kontra berkembang. Demonstrasi di
    mana-mana.
    Gus Dur yang terkenal sebagai tokoh
    kebebasan berpikir, tidak ambil pusing. Bagi
    dia, di dalam Islam pun telah ada porno.
    Jadi tidak perlu diperdebatkan. Berikut cerita
    mengenai 189 Gaya Bersetubuh yang dikutip
    dari berbagai sumber:
    Ketika semua pihak berteriak musnahkan
    pornoaksi dan pornografi di negeri ini karena
    tidak sesuai dengan syariat Islam, Gus Dur
    justru kurang sependapat. Gus Dur berusaha
    mengambil contoh dari sisi pandangan Islam
    tentang porno tersebut.
    Misalnya saja ketika Gus Dur menjawab
    interview, Gus Dur menyebut kitab Raudlatul
    Mu’aththar sebagai korban tentang
    kesalahan memandang pengertian daripada
    kata porno.
    “Anda tahu, kita Raudlatul Mu’aththar
    (Kebun Wewangian) itu merupakan kitab
    Bahasa Arab yang isinya tata cara
    bersetubuh dengan 189 gaya.”
    “Kalau begitu, kitab itu cabul dong?”

     
  • tituitcom 21.50 on 29 August 2012 Permalink  

    Dua Gus Adalah Musuh Orba 


    Di kalangan Nahdliyin, Gus adalah julukan
    bagi anak kiai yang mereka hormati .
    Panggilan hormat itu tetap melekat, bahkan
    sampai si anak sudah jadi bapak atau kakek
    . Begitulah, menurut Gus Dur, ada Gus Nun,
    Gus Mus, dan lain-lain-anpa menyebut diri
    sendiri.
    Lain sikap hormat kalangan Nahdliyin, lain
    pula pandangan pemerintah Orde Baru.
    Yang terakhir ini tak suka dengan para Gus
    itu, terutama yang kritis terhadap
    kekuasaan.
    Kekritisan Gus Dur terhadap pemerintah
    Orde Baru mengakibatkan ia “dikucilkan.”
    Gus Nun sering ngomong pedas, maka
    dianggap musuh pemerintah juga .
    Tapi , kata Gus Dur, di acara jamuan makan
    malam bersama tamu-tamunya, sebenarnya
    ada satu “Gus” lagi yang tidak disukai
    pemerintah .
    Para tamu pun penasaran, dan menunggu
    Gus siapa lagi gerangan yang dimaksud .
    “Gusmao…,” ungkap Gus Dur menyebut
    nama belakang Kay Rala Xanana (sekarang
    Presiden Timor Leste), pemimpin Fretilin
    yang saat itu masih di penjara.

     
  • tituitcom 21.46 on 29 August 2012 Permalink  

    Obrolan Hari Jumat 


    Pernah suatu ketika Gus Dur di ruang
    kerjanya di Istana Merdeka menerima
    Mohammad Sobary, peneliti dari LIPI,
    kolumnis dan pernah menjadi pemimpin
    Kantor Berita Antara dan Djohan Effendi
    (Kepala Litbang Departemen Agama).
    Hampir sepanjang hari Gus Dur berbincang-
    bincang dengan kedua sahabatnya tersebut.
    Sobary sempat menjadi moderator ketika
    berlangsung dialog antara Gus Dur dengan
    masyarakat seusai shalat Jumat di Masjid
    Baiturrahim (Masjid Istana Kepresidenan).
    Sobary lantas mengulang cerita Gus Dur
    tentang hal lucu yang terjadi di sekitar Gus
    Dur selama masa istirahat. Sebelum shalat
    Jumat, Gus Dur dari ruang kerjanya
    menelepon Menteri Agama di kantornya.
    Kebetulan yang mengangkat telepon di
    kantor Menteri Agama adalah seorang staf
    menteri.
    Dialognya demikian:
    Gus Dur: Hallo, saya mau bicara dengan
    Menteri Agama
    Staf Departemen Agama: Ini siapa?
    Gus Dur: Saya Abdurrahman Wahid
    Staf Departemen Agama: Abdurrahman
    Wahid siapa?
    Gus Dur: Presiden…..

     
  • tituitcom 21.41 on 29 August 2012 Permalink  

    Doa Mimpi Matematika 

     
    Jauh sebelum menjadi presiden, Gus Dur
    dikenal sebagai penulis yang cukup
    produktif. Hampir tiap pekan tulisannya
    muncul di koran atau majalah. Tema
    tulisannya pun beragam, dari soal politik,
    sosial, sastra, dan tentu saja agama.
    Dia pernah mengangkat soal puisi yang
    ditulis oleh anak-anak di bawah usia 15
    tahun yang dimuat majalah Zaman.
    Kata Gus Dur, anak-anak itu ternyata lebih
    jujur dalam mengungkapkan keinginannya.
    Enggak percaya? Gus Dur membacakan puisi
    yang dibuat Zul Irwan
    Tuhan …
    berikan aku mimpi malam ini
    tentang matematika
    yang diujikan besok pagi

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal